alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Target Raih Delapan Emas, Nazar Umrah Bersama Orang Tua

Mohamad Rian Prahasta-Sella Dwi Radayana, Sejoli Pendulang Emas Indonesia

RADARSOLO.ID – Saling memotivasi antarpasangan bisa memacu semangat untuk berprestasi. Prinsip inilah yang dipegang oleh dua petenis meja andalan Indonesia Mohamad Rian Prahasta-Sella Dwi Radayana yang terjun di ajang ASEAN Para Games (APG) XI 2022.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Di mana ada Rian, di situ ada Sella. Inilah gambaran betapa romantisnya pasangan suami istri yang menjadi andalan cabang olahraga para tenis meja Indonesia pada APG 2022 di Kota Solo ini. Saat Rian bertanding, Sella selalu ada di bangku penonton untuk memberi semangat. Begitu pula sebaliknya.

Rian dan Sella sama-sama menjadi pendulang emas bagi kontingen Merah Putih pada APG kali ini. Keduanya berhasil menyumbangkan enam dari total 17 emas.

Hingga kini, Rian berhasil mengumpulkan tiga emas dari nomor beregu putra, ganda putra, dan campuran putra pada kelas TT 8. Sementara, Sella juga mengumpulkan tiga emas dari nomor beregu putri, ganda putri, dan campuran putri kelas TT 10.

“Kami bersyukur bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia. Rencananya kalau meraih delapan emas, kami mau umrah bareng orang tua dan mertua,” tutur Sella.

Rian dan Sella sudah lama malang melintang di pelatnas tenis meja. Keduanya turun di kelas berbeda. Rian di kelas 8, sedangkan Sella kelas 10.

Saat Sella bertanding, Rian selalu setia memberi dukungan dari tepi lapangan. Sebaliknya, saat Rian bertanding, Sella tak mau kalah memberi semangat kepada sang suami.

Sella mengatakan, mengarungi kompetisi APG ini momen menyenangkan lantaran semuanya dijalani bersama sang suami. Sampai-sampai, teman-temannya menyebut Rian dan Sella seperti perangko. “Latihan bareng, makan bareng. Jadi semangatnya nambah terus,” ujar pasutri yang menikah pada 2018 ini.

Bagi Sella, keduanya bisa saling dukung satu sama lain lantaran sama-sama turun sebagai atlet tenis meja. Saat suaminya jenuh dengan pingpong, Sella datang menghiburnya. Begitu juga sebaliknya.

Setelah APG ini kelar, pria asal Sumedang, Jawa Barat ini tidak bisa berleha-leha. Sebab, dia harus mempersiapkan diri menghadapi ajang serupa di Kamboja tahun depan. Kemudian, Sella juga akan bertandang ke Yunani untuk mengikuti single event Greek Para Open 2022.

“Saya belum tahu apakah pulang dulu atau langsung TC (training center) lagi karena kontrak sampai September,” ujar Rian.

Olahraga para tenis meja ini yang menyatukan hati Rian dan Sella. Sella lebih dulu menyukai tenis meja dari keisengannya mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Seorang teman mengajaknya untuk ikut berlatih.

Pada 2006, Sella menjadi salah satu atlet tenis meja pada kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Kalimantan Timur. Dia keluar sebagai juara. Lalu dikirim ke Jakarta untuk mengasah kemampuannya.

“Waktu itu masih yang normal. Di Jakarta saya masuk klub. Di sana kenal NPC (National Paralympic Committee). Pada 2008 ikut Peparnas dan juara,” kenang Sella.

Debut pertamanya pada APG dimulai pada 2011 saat berkompetisi di Solo. Sella sukses menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan satu perunggu untuk Indonesia.

Berikutnya, Sella bertanding pada APG 2014 di Myanmar. Meraih dua emas. Lalu, pada pada APG 2015 di Singapura dan di Malaysia pada 2017 masing-masing membawa pulang dua emas.

“Sekarang alhamdulillah dapat tiga emas. Semoga bertambah,” ujar atlet para tenis meja untuk kelas TT10 ini.

Sementara sang suami Mohammad Rian Prahasta, 38, sebenarnya di awal terjun menekuni sepak bola. Dia masuk ke NPC bermain para tenis meja untuk kelas TT 10. Kelas ini dilakoninya pada debut APG 2015 di Singapura. Rian meraup tiga emas pada ajang itu.

Kemudian pada 2018, Rian pergi ke Yordania untuk menjalani tes. Hasilnya, dia masuk ke dalam kelas TT 8. Pada APG 2018 di Jakarta, dia berhasil menyumbangkan satu emas dan satu perak untuk Indonesia. Nah, pada APG 2022 ini dia sudah mengantongi sedikitnya tiga emas untuk tanah air.

Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT. Kami setiap waktu telepon orang tua. Mau latihan, mau bertanding pasti kontak. Sebab, doa mereka mungkin yang paling dekat sama Allah,” ujar Rian yang kini dikaruniai seorang anak berusia dua tahun bersama Sella. (*/bun)

RADARSOLO.ID – Saling memotivasi antarpasangan bisa memacu semangat untuk berprestasi. Prinsip inilah yang dipegang oleh dua petenis meja andalan Indonesia Mohamad Rian Prahasta-Sella Dwi Radayana yang terjun di ajang ASEAN Para Games (APG) XI 2022.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Di mana ada Rian, di situ ada Sella. Inilah gambaran betapa romantisnya pasangan suami istri yang menjadi andalan cabang olahraga para tenis meja Indonesia pada APG 2022 di Kota Solo ini. Saat Rian bertanding, Sella selalu ada di bangku penonton untuk memberi semangat. Begitu pula sebaliknya.

Rian dan Sella sama-sama menjadi pendulang emas bagi kontingen Merah Putih pada APG kali ini. Keduanya berhasil menyumbangkan enam dari total 17 emas.

Hingga kini, Rian berhasil mengumpulkan tiga emas dari nomor beregu putra, ganda putra, dan campuran putra pada kelas TT 8. Sementara, Sella juga mengumpulkan tiga emas dari nomor beregu putri, ganda putri, dan campuran putri kelas TT 10.

“Kami bersyukur bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia. Rencananya kalau meraih delapan emas, kami mau umrah bareng orang tua dan mertua,” tutur Sella.

Rian dan Sella sudah lama malang melintang di pelatnas tenis meja. Keduanya turun di kelas berbeda. Rian di kelas 8, sedangkan Sella kelas 10.

Saat Sella bertanding, Rian selalu setia memberi dukungan dari tepi lapangan. Sebaliknya, saat Rian bertanding, Sella tak mau kalah memberi semangat kepada sang suami.

Sella mengatakan, mengarungi kompetisi APG ini momen menyenangkan lantaran semuanya dijalani bersama sang suami. Sampai-sampai, teman-temannya menyebut Rian dan Sella seperti perangko. “Latihan bareng, makan bareng. Jadi semangatnya nambah terus,” ujar pasutri yang menikah pada 2018 ini.

Bagi Sella, keduanya bisa saling dukung satu sama lain lantaran sama-sama turun sebagai atlet tenis meja. Saat suaminya jenuh dengan pingpong, Sella datang menghiburnya. Begitu juga sebaliknya.

Setelah APG ini kelar, pria asal Sumedang, Jawa Barat ini tidak bisa berleha-leha. Sebab, dia harus mempersiapkan diri menghadapi ajang serupa di Kamboja tahun depan. Kemudian, Sella juga akan bertandang ke Yunani untuk mengikuti single event Greek Para Open 2022.

“Saya belum tahu apakah pulang dulu atau langsung TC (training center) lagi karena kontrak sampai September,” ujar Rian.

Olahraga para tenis meja ini yang menyatukan hati Rian dan Sella. Sella lebih dulu menyukai tenis meja dari keisengannya mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Seorang teman mengajaknya untuk ikut berlatih.

Pada 2006, Sella menjadi salah satu atlet tenis meja pada kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Kalimantan Timur. Dia keluar sebagai juara. Lalu dikirim ke Jakarta untuk mengasah kemampuannya.

“Waktu itu masih yang normal. Di Jakarta saya masuk klub. Di sana kenal NPC (National Paralympic Committee). Pada 2008 ikut Peparnas dan juara,” kenang Sella.

Debut pertamanya pada APG dimulai pada 2011 saat berkompetisi di Solo. Sella sukses menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan satu perunggu untuk Indonesia.

Berikutnya, Sella bertanding pada APG 2014 di Myanmar. Meraih dua emas. Lalu, pada pada APG 2015 di Singapura dan di Malaysia pada 2017 masing-masing membawa pulang dua emas.

“Sekarang alhamdulillah dapat tiga emas. Semoga bertambah,” ujar atlet para tenis meja untuk kelas TT10 ini.

Sementara sang suami Mohammad Rian Prahasta, 38, sebenarnya di awal terjun menekuni sepak bola. Dia masuk ke NPC bermain para tenis meja untuk kelas TT 10. Kelas ini dilakoninya pada debut APG 2015 di Singapura. Rian meraup tiga emas pada ajang itu.

Kemudian pada 2018, Rian pergi ke Yordania untuk menjalani tes. Hasilnya, dia masuk ke dalam kelas TT 8. Pada APG 2018 di Jakarta, dia berhasil menyumbangkan satu emas dan satu perak untuk Indonesia. Nah, pada APG 2022 ini dia sudah mengantongi sedikitnya tiga emas untuk tanah air.

Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT. Kami setiap waktu telepon orang tua. Mau latihan, mau bertanding pasti kontak. Sebab, doa mereka mungkin yang paling dekat sama Allah,” ujar Rian yang kini dikaruniai seorang anak berusia dua tahun bersama Sella. (*/bun)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/