alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Punya Kuda Sendiri, Sembilan Kali Juara Lokal dan Nasional

Indiraya Anggun Khairunisa, Atlet Berkuda Cilik asal Kota Solo

RADARSOLO.ID – Berawal dari hobi, Indiraya Anggun Khairunisa, siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menapaki karir sebagai atlet berkuda. Meski di usianya yang masih belia, sederet prestasi berhasil digapai.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Berkuda atau equestrian tak lagi sekadar hobi bagi Indiraya. Namun sudah menjadi passion. Padahal, belum genap setahun dia menekuni cabang olahraga (cabor) berkuda. Hebatnya, dia tercatat sembilan kali menyabet gelar juara tingkat lokal maupun nasional.

Sederet prestasi yang pernah diraih, di antaranya juara 1 jumping 50-70 cm dan juara 2 dressage walk trot test 3 pada ajang Nirwana Show 2022. Kemudian juara 1 jumping 30-50 cm dan juara 1 jumping 50-70 cm pada Latihan Bersama Equestrian 2022. Termasuk juara 3 show jumping 70 cm U-18 speed class dan ranking 7 dari 37 show jumping 50 cm U16 optimum time di ajang Jumping Master 2022.

“Awal jatuh cinta pada kuda itu, karena sering lihat pertandingan di YouTube. Berkuda juga olahraga sunah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dari sana, mulai suka dan berlatih menunggang kuda,” ujar gadis manis yang akrab disapa Indira ini kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (10/5).

Sejatinya, tidak ada satupun anggota keluarga Indira yang hobi, bahkan lihai menunggangi kuda. Tapi berbekal bakatnya yang unik tersebut, dia mampu menaklukkan tunggangan tokoh fiksi dalam film The Mask of Zorro tersebut. Kuncinya, membangun chemistry dengan kudanya yang diberi nama Edelwais.

Sedikit cerita, Edelwais merupakan kuda milik Indira sendiri. Dibelikan kedua orang tuanya dari Wonosobo, Jawa Tengah. Harganya sekitar Rp 150 juta.

BERPRESTASI: Medali yang diraih Indiraya. (DOK. PRIBADI)

“Kuncinya saling percaya antara penunggang dengan kudanya. Selain itu, harus rutin latihan kekuatan kaki dan tangan. Jika belum mempercayai penunggangnya, kuda akan sulit bahkan berbahaya jika dinaiki,” imbuhnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Indira untuk membangun chemistry dengan Edelwais. Cukup dengan latihan rutin dan intens menjalin komunikasi. Tentunya di bawah pengawasan pelatih berkuda profesional.

“Saya sering menghabiskan waktu berlatih bersama. Selama satu minggu, minimal latihan dua sampai tiga kali. Waktu paling pas biasanya latihan Minggu pagi,” beber putri pasangan Suhartono-Uniek Lukito tersebut.

Meski menyenangkan, berkuda di mata Indara tak semudah membalik telapak tangan. Berkali-kali dia harus terjatuh saat latihan. Bukannya kapok, dia malah ketagihan berkuda.

“Pernah waktu bertanding jatuh. Waktu itu pas ronde kedua. Kuda saya tidak mau lompat. Akhirnya menabrak rintangan dan jatuh. Lumayan sakit. Tapi saya percaya pada kuda dan akhirnya bisa bangkit lagi,” beber gadis kelahiran Surakarta, 17 Agustus 2007 itu.

Kendala lain yang dihadapi, yakni membagi waktu antara berkuda dengan sekolah. Namun dengan manajemen waktu yang baik, dia mampu melewati semua itu.

“Sejauh ini sekolah dan waktu belajar masih aman. Insya Allah bisa belajar setinggi-tingginya dan juga berprestasi di olahraga berkuda,” tuturnya. (*)

RADARSOLO.ID – Berawal dari hobi, Indiraya Anggun Khairunisa, siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menapaki karir sebagai atlet berkuda. Meski di usianya yang masih belia, sederet prestasi berhasil digapai.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Berkuda atau equestrian tak lagi sekadar hobi bagi Indiraya. Namun sudah menjadi passion. Padahal, belum genap setahun dia menekuni cabang olahraga (cabor) berkuda. Hebatnya, dia tercatat sembilan kali menyabet gelar juara tingkat lokal maupun nasional.

Sederet prestasi yang pernah diraih, di antaranya juara 1 jumping 50-70 cm dan juara 2 dressage walk trot test 3 pada ajang Nirwana Show 2022. Kemudian juara 1 jumping 30-50 cm dan juara 1 jumping 50-70 cm pada Latihan Bersama Equestrian 2022. Termasuk juara 3 show jumping 70 cm U-18 speed class dan ranking 7 dari 37 show jumping 50 cm U16 optimum time di ajang Jumping Master 2022.

“Awal jatuh cinta pada kuda itu, karena sering lihat pertandingan di YouTube. Berkuda juga olahraga sunah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dari sana, mulai suka dan berlatih menunggang kuda,” ujar gadis manis yang akrab disapa Indira ini kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (10/5).

Sejatinya, tidak ada satupun anggota keluarga Indira yang hobi, bahkan lihai menunggangi kuda. Tapi berbekal bakatnya yang unik tersebut, dia mampu menaklukkan tunggangan tokoh fiksi dalam film The Mask of Zorro tersebut. Kuncinya, membangun chemistry dengan kudanya yang diberi nama Edelwais.

Sedikit cerita, Edelwais merupakan kuda milik Indira sendiri. Dibelikan kedua orang tuanya dari Wonosobo, Jawa Tengah. Harganya sekitar Rp 150 juta.

BERPRESTASI: Medali yang diraih Indiraya. (DOK. PRIBADI)

“Kuncinya saling percaya antara penunggang dengan kudanya. Selain itu, harus rutin latihan kekuatan kaki dan tangan. Jika belum mempercayai penunggangnya, kuda akan sulit bahkan berbahaya jika dinaiki,” imbuhnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Indira untuk membangun chemistry dengan Edelwais. Cukup dengan latihan rutin dan intens menjalin komunikasi. Tentunya di bawah pengawasan pelatih berkuda profesional.

“Saya sering menghabiskan waktu berlatih bersama. Selama satu minggu, minimal latihan dua sampai tiga kali. Waktu paling pas biasanya latihan Minggu pagi,” beber putri pasangan Suhartono-Uniek Lukito tersebut.

Meski menyenangkan, berkuda di mata Indara tak semudah membalik telapak tangan. Berkali-kali dia harus terjatuh saat latihan. Bukannya kapok, dia malah ketagihan berkuda.

“Pernah waktu bertanding jatuh. Waktu itu pas ronde kedua. Kuda saya tidak mau lompat. Akhirnya menabrak rintangan dan jatuh. Lumayan sakit. Tapi saya percaya pada kuda dan akhirnya bisa bangkit lagi,” beber gadis kelahiran Surakarta, 17 Agustus 2007 itu.

Kendala lain yang dihadapi, yakni membagi waktu antara berkuda dengan sekolah. Namun dengan manajemen waktu yang baik, dia mampu melewati semua itu.

“Sejauh ini sekolah dan waktu belajar masih aman. Insya Allah bisa belajar setinggi-tingginya dan juga berprestasi di olahraga berkuda,” tuturnya. (*)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/