alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Obati Rindu Anak lewat Video Call

Kisah Para Srikandi Rela Tinggalkan Buah Hati Demi Tugas

RADARSOLO.ID – Saat orang-orang berbahagia bertemu keluarga di saat Lebaran kemarin, ada sebagian yang rela menahan rindu merayakan hari kemenangan itu. Berikut pengalaman para srikandi tangguh yang bertugas di rest area selama arus angkutan Lebaran kemarin.

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

Pada Lebaran kemarin Yolanda Virka, 29, mendapat tugas di rest area Jurug. Sama seperti rekan kerjanya yang lain, dia pun bekerja bergantian untuk memastikan rest area tetap terbuka lebar bagi para pemudik yang kelelahan. Agar  mereka bisa sejenak istirahat sebelum kembali menunaikan sisa perjalanan ke kota tujuan masing-masing.

Beban kerja di rest area umumnya sama antara satu petugas dengan petugas lainnya. Selain harus ramah dan siap memberikan pelayanan terbaik, mereka juga wajib memastikan pengendara itu siap kembali menembuh perjalanan jika rasa lelah sudah terobati. Yang membedakan hanyalan latar belakang masing-masing. Terlebih bila punya momongan yang masih kecil.

“Anak saya baru usia tiga tahun. Jadi memang ada tantangan tersendiri saat harus tinggal anak untuk bertugas. Ya pandai-pandai mengatur saja saat harus jaga di rest area,” kata perempuan yang akrab disapa Yola.

Lantaran hidup mandiri bersama si buah hati dengan posisi suami yang bekerja di luar kota, Yola harus pandai membagi waktu agar si buah hati tidak rewel saat ditinggal kerja. Dari pagi dia harus menyiapkan makanan untuk anak yang baru lepas ASI itu. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dia pun mulai bersiap untuk berangkat kerja.

Beruntung ada orang tua yang selalu membantu menjaga si buah hati saat harus ditinggal kerja. Terlebih saat masa angkutan Lebaran seperti kemarin.

“Susahnya kalau anak kelayu (pengin ikut) ya. Untung saja anak saya tidak begitu rewel. Kemarin sempat telat tugas karena anak sedikit rewel. Kalau sudah tenang bari saya titipin mama saya yang datang ke rumah,” papar dia.

Yang cukup merepotkan jika ditengah bekerja anak rewel. Jika ada kejadian seperti itu dia menyiasati dengan panggilan video. Meski sedikit khawatir, dia tetap menyelesaikan tugas. Sebab, pelayanan terbaik para pemudik kelelahan menjadi tugaa utama petugas jaga demi memastikan mereka nyaman saat singgah.

“Yang saya pegang itu adalah Lebaranmu adalah ladang ibadahku. Jadi meski harus membagi waktu untuk momong anak ya tetap dilakukan karena sudah diniati juga. Termasuk juga kalau ada penugasan dadakan,” ujar Yola.

Dengan rutinitas itu, kehilangan momen Lebaran maupun waktu bertemu keluarga sudah menjadi hal yang lumrah bagi pekerja perhubungan. Hal itulah yang dipegang oleh seorang mama muda lainnya, Deti Fitriana, 32. Sama seperti rekannya, Deti juga bertugas di rest area Jurug selama Lebaran kemarin. Karena itu dia harus pandai dalam membagi waktu karena juga masih memiliki momongan yang masih berusia 2 tahun.

“Anak saya kan masih usia 2 tahun ini. Kebetulan juga masih konsumsi ASI juga. Jadi ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum bisa saya tinggal kerja,” kata dia.

Berhubung suami juga dinas di luar kota, Deti hanya bisa bergantian dengan asisten rumah tangga (ART) yang membantunya merawat anak. Susahnya kalau sang ART mudik di waktu bersamaan saat dia menerima tugas untuk standby di lapangan.

“Sempat kemarin ART saya balik waktu Lebaran. Untungnya anak saya tidak begitu rewel jadi bisa saya tinggal untuk berangkat kerja,” kata Deti.

Tantangan yang dirasakan hanyalah rasa rindu untuk berkumpul bersama anak dan keluarga besar. Terlebih karena dia harus bertugas sementara mayoritas penduduk bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.

“Mungkin hanya rindu dan pengin kumpul sama keluarga saja ya. Tapi karena sudah terbiasa masuk kerja sementara yang lain lagi liburan akhirnya ya jadi terbiasa,” hemat dia.

Rasa rindu itupun akhirnya ditutup dengan rasa bangga dan bahagia karena bisa memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Bagi petugas seperti Deti, kelihangan waktu untuk bertemu keluarga atau momong si buah hati saat momen Lebaran merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dengan pekerjaannya saat ini.

“Meski tidak mudik atau harus tinggal anak untuk kerja, yang saya rasakan itu senang juga bisa melihat pemudik itu kumpul bersama keluarga. Tugas jaga di rest area ini sangat penting, ketika kita bisa membantu orang itu ada kebahagiaan yang saya rasakan,” tutur Deti. (*/bun) 

RADARSOLO.ID – Saat orang-orang berbahagia bertemu keluarga di saat Lebaran kemarin, ada sebagian yang rela menahan rindu merayakan hari kemenangan itu. Berikut pengalaman para srikandi tangguh yang bertugas di rest area selama arus angkutan Lebaran kemarin.

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

Pada Lebaran kemarin Yolanda Virka, 29, mendapat tugas di rest area Jurug. Sama seperti rekan kerjanya yang lain, dia pun bekerja bergantian untuk memastikan rest area tetap terbuka lebar bagi para pemudik yang kelelahan. Agar  mereka bisa sejenak istirahat sebelum kembali menunaikan sisa perjalanan ke kota tujuan masing-masing.

Beban kerja di rest area umumnya sama antara satu petugas dengan petugas lainnya. Selain harus ramah dan siap memberikan pelayanan terbaik, mereka juga wajib memastikan pengendara itu siap kembali menembuh perjalanan jika rasa lelah sudah terobati. Yang membedakan hanyalan latar belakang masing-masing. Terlebih bila punya momongan yang masih kecil.

“Anak saya baru usia tiga tahun. Jadi memang ada tantangan tersendiri saat harus tinggal anak untuk bertugas. Ya pandai-pandai mengatur saja saat harus jaga di rest area,” kata perempuan yang akrab disapa Yola.

Lantaran hidup mandiri bersama si buah hati dengan posisi suami yang bekerja di luar kota, Yola harus pandai membagi waktu agar si buah hati tidak rewel saat ditinggal kerja. Dari pagi dia harus menyiapkan makanan untuk anak yang baru lepas ASI itu. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dia pun mulai bersiap untuk berangkat kerja.

Beruntung ada orang tua yang selalu membantu menjaga si buah hati saat harus ditinggal kerja. Terlebih saat masa angkutan Lebaran seperti kemarin.

“Susahnya kalau anak kelayu (pengin ikut) ya. Untung saja anak saya tidak begitu rewel. Kemarin sempat telat tugas karena anak sedikit rewel. Kalau sudah tenang bari saya titipin mama saya yang datang ke rumah,” papar dia.

Yang cukup merepotkan jika ditengah bekerja anak rewel. Jika ada kejadian seperti itu dia menyiasati dengan panggilan video. Meski sedikit khawatir, dia tetap menyelesaikan tugas. Sebab, pelayanan terbaik para pemudik kelelahan menjadi tugaa utama petugas jaga demi memastikan mereka nyaman saat singgah.

“Yang saya pegang itu adalah Lebaranmu adalah ladang ibadahku. Jadi meski harus membagi waktu untuk momong anak ya tetap dilakukan karena sudah diniati juga. Termasuk juga kalau ada penugasan dadakan,” ujar Yola.

Dengan rutinitas itu, kehilangan momen Lebaran maupun waktu bertemu keluarga sudah menjadi hal yang lumrah bagi pekerja perhubungan. Hal itulah yang dipegang oleh seorang mama muda lainnya, Deti Fitriana, 32. Sama seperti rekannya, Deti juga bertugas di rest area Jurug selama Lebaran kemarin. Karena itu dia harus pandai dalam membagi waktu karena juga masih memiliki momongan yang masih berusia 2 tahun.

“Anak saya kan masih usia 2 tahun ini. Kebetulan juga masih konsumsi ASI juga. Jadi ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum bisa saya tinggal kerja,” kata dia.

Berhubung suami juga dinas di luar kota, Deti hanya bisa bergantian dengan asisten rumah tangga (ART) yang membantunya merawat anak. Susahnya kalau sang ART mudik di waktu bersamaan saat dia menerima tugas untuk standby di lapangan.

“Sempat kemarin ART saya balik waktu Lebaran. Untungnya anak saya tidak begitu rewel jadi bisa saya tinggal untuk berangkat kerja,” kata Deti.

Tantangan yang dirasakan hanyalah rasa rindu untuk berkumpul bersama anak dan keluarga besar. Terlebih karena dia harus bertugas sementara mayoritas penduduk bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.

“Mungkin hanya rindu dan pengin kumpul sama keluarga saja ya. Tapi karena sudah terbiasa masuk kerja sementara yang lain lagi liburan akhirnya ya jadi terbiasa,” hemat dia.

Rasa rindu itupun akhirnya ditutup dengan rasa bangga dan bahagia karena bisa memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Bagi petugas seperti Deti, kelihangan waktu untuk bertemu keluarga atau momong si buah hati saat momen Lebaran merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dengan pekerjaannya saat ini.

“Meski tidak mudik atau harus tinggal anak untuk kerja, yang saya rasakan itu senang juga bisa melihat pemudik itu kumpul bersama keluarga. Tugas jaga di rest area ini sangat penting, ketika kita bisa membantu orang itu ada kebahagiaan yang saya rasakan,” tutur Deti. (*/bun) 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/