alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Rawat Penderita Stroke, Rutin Mandikan hingga Suapi Makan

Slamet Widodo, Anggota Polri yang Totalitas Mengabdi demi Kemanusiaan

RADARSOLO.ID – Melakukan tindakan kemanusiaan tidak mengenal batas dan status sosial. Slamet Widodo salah satunya. Selain memerankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dia juga peduli terhadap sesama.

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Setelah mengikuti apel pagi di Polsek Laweyan, Slamet Widodo langsung bergegas menuju ke sebuah rumah yang berada di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Setelah sampai lokasi, Slamet langsung masuk ke kamar pemilik rumah. Sejurus kemudian dia membopong seorang pria parobaya itu ke dalam kamar mandi.

Di situ dia langsung mendudukan pria ini di kursi dan memandikannya. Setelah selesai, dia kembali membobong tubuh itu ke dalam kamar dan mengganti pakaian pria tadi. Setelah itu dengan telaten menyuapinya.

Ya, pria itu adalah Budi. Sudah cukup lama dia menderita stroke dan sudah tidak bisa beraktivitas lagi secara normal.

“Jadi awalnya waktu saya patroli ada warga yang menghampiri saya. Dia cerita kalau ada salah satu warga yang kesulitan beraktivitas karena sakit stroke. Makanya saya datang ke rumah dia,” ujar anggota Polri berpangkat aipda ini di sela-sela merawat Budi saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo.

Slamet semakin terenyuh saat mengetahui kalau selama ini Budi hanya dirawat putrinya yang bernama Anisa yang saat ini masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Istri Budi sudah terlebih dulu kembali ke pangkuan Sang Pencipta sejak setahun terakhir.

“Waktu istrinya masih ada, Budi ini sudah stroke, tapi ringan. Nah kondisinya parah waktu jatuh empat bulan lalu. Dia benar-benar lumpuh,” jelas Slamet.

Sewaktu pertama kali datang, kata Slamet, kondisi rumah Budi sangat memprihatinkan. Karena itu dia berinisiatif mengajak relawan untuk memperbaiki rumah Budi.

“Sekarang sudah layak huni. Dulu langit-langit rumahnya hampir ambruk,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Slamet, tak hanya dia seorang yang intens merawat Budi. Namun sejumlah relawan juga ikut membantu Budi dalam aktivitas harian.

“Jadi kalau kebetulan saya ada giat yang tidak bisa ditinggalkan digantikan relawan. Namun tetap selesai giat kalau longgar pasti saya datang menengok sekaligus menghibur beliau,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Slamet, juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kelurahan setempat dan Dinas Sosial Kota Surakarta untuk penanganan lebih lanjut.

“Terutama untuk masa depan anaknya ini ya. Karena dia ini kasian, masih usia dini, masih perlu banyak biaya, terutama untuk sekolah. Ini masih menunggu keputusan dari dinsos,” paparnya.

Lalu apa yang membuat dia sampai totalitas membantu Budi? Slamet mengatakan, rasa kemanusianlah yang melandasi ini. Butuh kepedulian terhadap apa yang dilihat, dirasakan atau dialami.

“Ini jalan amal saya. Kita hidup didunia ini tidak mengejar materi saja, namun juga akhirat. Membantu warga seperti ini juga merupakan cara kita mencari bekal sebelum nanti berpulang,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Kapolsek Laweyan AKP Galuh Pandu Pandega mengatakan, apa yang dilakukan Slamet ini bisa mengispirasi jajarannya yang lain. Di mana dengan kegiatan ini diharapkan timbulnya kepedulian terhadap sesama.

“Kami berpesan kepada beliau (Budi) agar selalu sabar, ikhlas, dan tawakkal karena sesungguhnya Allah SWT menguji ummatnya semata-mata karena kecintaan-Nya agar kita sekalian selalu bersyukur atas rahmat yang Allah berikan kepada kita semua,” ujar Galuh. (*/bun)

RADARSOLO.ID – Melakukan tindakan kemanusiaan tidak mengenal batas dan status sosial. Slamet Widodo salah satunya. Selain memerankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dia juga peduli terhadap sesama.

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Setelah mengikuti apel pagi di Polsek Laweyan, Slamet Widodo langsung bergegas menuju ke sebuah rumah yang berada di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Setelah sampai lokasi, Slamet langsung masuk ke kamar pemilik rumah. Sejurus kemudian dia membopong seorang pria parobaya itu ke dalam kamar mandi.

Di situ dia langsung mendudukan pria ini di kursi dan memandikannya. Setelah selesai, dia kembali membobong tubuh itu ke dalam kamar dan mengganti pakaian pria tadi. Setelah itu dengan telaten menyuapinya.

Ya, pria itu adalah Budi. Sudah cukup lama dia menderita stroke dan sudah tidak bisa beraktivitas lagi secara normal.

“Jadi awalnya waktu saya patroli ada warga yang menghampiri saya. Dia cerita kalau ada salah satu warga yang kesulitan beraktivitas karena sakit stroke. Makanya saya datang ke rumah dia,” ujar anggota Polri berpangkat aipda ini di sela-sela merawat Budi saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo.

Slamet semakin terenyuh saat mengetahui kalau selama ini Budi hanya dirawat putrinya yang bernama Anisa yang saat ini masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Istri Budi sudah terlebih dulu kembali ke pangkuan Sang Pencipta sejak setahun terakhir.

“Waktu istrinya masih ada, Budi ini sudah stroke, tapi ringan. Nah kondisinya parah waktu jatuh empat bulan lalu. Dia benar-benar lumpuh,” jelas Slamet.

Sewaktu pertama kali datang, kata Slamet, kondisi rumah Budi sangat memprihatinkan. Karena itu dia berinisiatif mengajak relawan untuk memperbaiki rumah Budi.

“Sekarang sudah layak huni. Dulu langit-langit rumahnya hampir ambruk,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Slamet, tak hanya dia seorang yang intens merawat Budi. Namun sejumlah relawan juga ikut membantu Budi dalam aktivitas harian.

“Jadi kalau kebetulan saya ada giat yang tidak bisa ditinggalkan digantikan relawan. Namun tetap selesai giat kalau longgar pasti saya datang menengok sekaligus menghibur beliau,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Slamet, juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kelurahan setempat dan Dinas Sosial Kota Surakarta untuk penanganan lebih lanjut.

“Terutama untuk masa depan anaknya ini ya. Karena dia ini kasian, masih usia dini, masih perlu banyak biaya, terutama untuk sekolah. Ini masih menunggu keputusan dari dinsos,” paparnya.

Lalu apa yang membuat dia sampai totalitas membantu Budi? Slamet mengatakan, rasa kemanusianlah yang melandasi ini. Butuh kepedulian terhadap apa yang dilihat, dirasakan atau dialami.

“Ini jalan amal saya. Kita hidup didunia ini tidak mengejar materi saja, namun juga akhirat. Membantu warga seperti ini juga merupakan cara kita mencari bekal sebelum nanti berpulang,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Kapolsek Laweyan AKP Galuh Pandu Pandega mengatakan, apa yang dilakukan Slamet ini bisa mengispirasi jajarannya yang lain. Di mana dengan kegiatan ini diharapkan timbulnya kepedulian terhadap sesama.

“Kami berpesan kepada beliau (Budi) agar selalu sabar, ikhlas, dan tawakkal karena sesungguhnya Allah SWT menguji ummatnya semata-mata karena kecintaan-Nya agar kita sekalian selalu bersyukur atas rahmat yang Allah berikan kepada kita semua,” ujar Galuh. (*/bun)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/