alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Ketika Dua Joko Widodo “Reuni” di Kegiatan Vaksinasi Door To Door

Kepikiran sampai Tak Bisa Tidur, Joko Widodo Lega Ketemu Presiden

RADARSOLO.ID – Joko Widodo masih tidak percaya Senin kemarin (13/9) dia bisa bertemu langsung dengan pemilik nama yang sama dengan dirinya. Tapi ini bukan sembarang orang, karena dia merupakan orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo. Nah, seperti apa “reuni” keduanya?

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

Sejak Kamis (9/9) lalu, Joko Widodo, 38, yang sehari-sehari merupakan seorang pande besi telah diberitahu pemerintah desa setempat jika dia menjadi salah satu peserta vaksinasi door to door. Kegiatan ini akan dihadiri  Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetapi saat itu Joko tidak percaya begitu saja atas pemberitahuan dari staf pemdes itu.

Joko berpikir mana mungkin seorang presiden mendatangi rumahnya yang harus melalui gang-gang sempit. Apalagi di rumahnya dipenuhi mesin-mesin. Kebetulan Joko berprofesi sebagai pande besi atau perajin besi yang menghasilkan berbagai produk.

Hingga akhirnya saat Minggu (12/9) malam, Joko masih tidak percaya akan bertemu Presiden Jokowi karena itu di luar bayangannya selama ini. Namun, dia terus kepikiran hingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan, sampai bertemu Jokowi dia belum sempat istirahat.

Mengenakan kaos berwarna putih yang selalu digunakan untuk bekerja sebagai perajin dia siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Dia menjadi peserta vaksinasi door to door yang dikunjungi oleh presiden. Total ada 11 kepala keluarga (KK) dengan 13 warga di Desa Segaran yang divaksinasi dan dipantau langsung presiden.

“Semalam saya tidak bisa tidur. Apalagi yang datang RI 1 (presiden). Nggak terbayang sama sekali bisa bertemu beliau langsung, sampai saya menangis senang karena selama vaksinasi ditunggu oleh bapak presiden,” ujar Joko saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di rumahnya.

Dia menceritakan, awalnya Presiden Jokowi tidak tahu kalau dia juga memiliki nama yang sama. Baru setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendampingi presiden keliling Dusun Ngledok memberitahu, Jokowi langsung menyapa.

“Saudara kembar ternyata ya,” ujar Ganjar Pranowo yang turut hadir dalam kesempatan itu.

Memang Joko cukup beruntung karena ditunggu langsung Presiden Jokowi dari proses skrining sampai disuntik. Ada sekitar 10 menit Jokowi menunggu Joko sambil sesekali menanyakan usahanya di tengah pandemi.

“Tadi bapak presiden sempat berpesan agar usahanya tetap bisa jalan. Belum sempat mengutarakan juga kendala-kendalanya. Tidak berani ngomong saya,” ucap pria kelahiran Klaten, 24 Desember 1982 ini

Joko mengatakan, namanya merupakan pemberian orang tuanya. “Saya tidak tahu ada makna apa dari pemberian nama itu. Tapi yang pasti sejak awal langsung diberi nama Joko Widodo,” ucap pria yang sudah belasan tahun mengelola usaha kerajinan besi ini.

Kunjungan Presiden Jokowi ke rumahnya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Joko. Orang tua Joko Widodo, Yono, 80, mengaku bangga dan senang sang anak didatangi langsung saat proses vaksinasi oleh Presiden Jokowi. Dia juga mengaku tidak memiliki makna khusus saat memberi nama anaknya sama persis seperti Presiden Jokowi. (*/bun)


RADARSOLO.ID – Joko Widodo masih tidak percaya Senin kemarin (13/9) dia bisa bertemu langsung dengan pemilik nama yang sama dengan dirinya. Tapi ini bukan sembarang orang, karena dia merupakan orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo. Nah, seperti apa “reuni” keduanya?

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

Sejak Kamis (9/9) lalu, Joko Widodo, 38, yang sehari-sehari merupakan seorang pande besi telah diberitahu pemerintah desa setempat jika dia menjadi salah satu peserta vaksinasi door to door. Kegiatan ini akan dihadiri  Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetapi saat itu Joko tidak percaya begitu saja atas pemberitahuan dari staf pemdes itu.

Joko berpikir mana mungkin seorang presiden mendatangi rumahnya yang harus melalui gang-gang sempit. Apalagi di rumahnya dipenuhi mesin-mesin. Kebetulan Joko berprofesi sebagai pande besi atau perajin besi yang menghasilkan berbagai produk.

Hingga akhirnya saat Minggu (12/9) malam, Joko masih tidak percaya akan bertemu Presiden Jokowi karena itu di luar bayangannya selama ini. Namun, dia terus kepikiran hingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan, sampai bertemu Jokowi dia belum sempat istirahat.

Mengenakan kaos berwarna putih yang selalu digunakan untuk bekerja sebagai perajin dia siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Dia menjadi peserta vaksinasi door to door yang dikunjungi oleh presiden. Total ada 11 kepala keluarga (KK) dengan 13 warga di Desa Segaran yang divaksinasi dan dipantau langsung presiden.

“Semalam saya tidak bisa tidur. Apalagi yang datang RI 1 (presiden). Nggak terbayang sama sekali bisa bertemu beliau langsung, sampai saya menangis senang karena selama vaksinasi ditunggu oleh bapak presiden,” ujar Joko saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di rumahnya.

Dia menceritakan, awalnya Presiden Jokowi tidak tahu kalau dia juga memiliki nama yang sama. Baru setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendampingi presiden keliling Dusun Ngledok memberitahu, Jokowi langsung menyapa.

“Saudara kembar ternyata ya,” ujar Ganjar Pranowo yang turut hadir dalam kesempatan itu.

Memang Joko cukup beruntung karena ditunggu langsung Presiden Jokowi dari proses skrining sampai disuntik. Ada sekitar 10 menit Jokowi menunggu Joko sambil sesekali menanyakan usahanya di tengah pandemi.

“Tadi bapak presiden sempat berpesan agar usahanya tetap bisa jalan. Belum sempat mengutarakan juga kendala-kendalanya. Tidak berani ngomong saya,” ucap pria kelahiran Klaten, 24 Desember 1982 ini

Joko mengatakan, namanya merupakan pemberian orang tuanya. “Saya tidak tahu ada makna apa dari pemberian nama itu. Tapi yang pasti sejak awal langsung diberi nama Joko Widodo,” ucap pria yang sudah belasan tahun mengelola usaha kerajinan besi ini.

Kunjungan Presiden Jokowi ke rumahnya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Joko. Orang tua Joko Widodo, Yono, 80, mengaku bangga dan senang sang anak didatangi langsung saat proses vaksinasi oleh Presiden Jokowi. Dia juga mengaku tidak memiliki makna khusus saat memberi nama anaknya sama persis seperti Presiden Jokowi. (*/bun)

Populer

Berita Terbaru