alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Detik-Detik Warga Boro Wonogiri Rasakan Gempa Banten, Teringat Anak di Kampung

Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 berpusat di Selat Sunda Banten pada Jumat sore (14/1) sempat membuat panik warga di Jabodetabek. Termasuk para perantau asal Wonogiri. Seperti apa detik-detik kejadian itu?

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

ANNISA Okta Sherra, 25, mengaku kaget saat gempa menggoyang kantornya, Jumat sore. Saat terjadi gempa, legal officer di PT Indofarma Tbk itu sedang mengambil makanan.

“Waktu kejadian baru saja dari pantry ambil bakpia. Baru mau duduk ada teman bilang ‘eh goyang ya’. Pas duduk baru terasa memang goyang,” ujar dia saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Jumat petang (14/1).

Selain itu, terdengar pula suara gemuruh dari bagian atap ruangan yang berada di lantai 12 Menara Kadin Indonesia yang berdiri di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu. Seluruh karyawan langsung menyadari bahwa sedang terjadi gempa. Sontak mereka langsung berlari menuju tangga darurat untuk ke halaman.

Teringat dengan anaknya yang belum lama dilahirkan dan berada bersama keluarganya di Wonogiri, wanita yang akrab disapa Nisa itu memilih segera menuruni tangga darurat daripada berlindung di bawah meja kerjanya. Sebab, masih ada belasan lantai di atasnya. Dia menuruni anak tangga sambil membawa sebuah bakpia yang belum sempat dimakannya.

“Lumayan capek juga rasanya menuruni tangga 12 lantai. Waktu sudah di lobi kondisinya juga ramai, banyak yang sudah turun,” terang warga asli Wonogiri itu.

Sementara itu, Endrik, 26, pria asli Lingkungan Pagersari Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Wonogiri awalnya tak sadar bahwa goyangan yang dirasakannya diakibatkan oleh gempa bumi. Saat gempa terjadi, karyawan itu sedang berada di gudang salah satu perusahaan di daerah Kedaung, Kota Tangerang.

“Kebetulan saat itu lagi sendirian di gudang. Goyangannya terasa, tapi awalnya saya kira pusing. Sebab habis masuk angin,” kata dia.

Namun, goyangan yang dirasakakannya terjadi cukup lama lama. Menurut Endrik, tubuhnya merasa goyang sekitar tujuh sampai sepuluh detik. Dia pun mulai menyadari bahwa yang menggoyang tubuhnya adalah gempa dengan kekuatan yang cukup besar usai melihat lampu gudang yang bergoyang.

Tak lama berselang, dia pun membuka handphone-nya. Sejumlah rekannya mengunggah postingan soal gempa bumi.

“Kan saya sendiri di dalam gudang. Jadi nggak tahu reaksi orang-orang bagaimana saat gempa.  Setelah lihat postingan orang-orang baru lari keluar gudang,” ujar ayah satu anak itu.

Bermacam reaksi dilakukan warga saat gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 itu. Bahkan ada juga warga yang tidak sadar bahwa goyangan yang terjadi diakibatkan oleh gempa. (*/bun/ria)

 






Reporter: Iwan Adi Luhung

Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 berpusat di Selat Sunda Banten pada Jumat sore (14/1) sempat membuat panik warga di Jabodetabek. Termasuk para perantau asal Wonogiri. Seperti apa detik-detik kejadian itu?

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

ANNISA Okta Sherra, 25, mengaku kaget saat gempa menggoyang kantornya, Jumat sore. Saat terjadi gempa, legal officer di PT Indofarma Tbk itu sedang mengambil makanan.

“Waktu kejadian baru saja dari pantry ambil bakpia. Baru mau duduk ada teman bilang ‘eh goyang ya’. Pas duduk baru terasa memang goyang,” ujar dia saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Jumat petang (14/1).

Selain itu, terdengar pula suara gemuruh dari bagian atap ruangan yang berada di lantai 12 Menara Kadin Indonesia yang berdiri di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu. Seluruh karyawan langsung menyadari bahwa sedang terjadi gempa. Sontak mereka langsung berlari menuju tangga darurat untuk ke halaman.

Teringat dengan anaknya yang belum lama dilahirkan dan berada bersama keluarganya di Wonogiri, wanita yang akrab disapa Nisa itu memilih segera menuruni tangga darurat daripada berlindung di bawah meja kerjanya. Sebab, masih ada belasan lantai di atasnya. Dia menuruni anak tangga sambil membawa sebuah bakpia yang belum sempat dimakannya.

“Lumayan capek juga rasanya menuruni tangga 12 lantai. Waktu sudah di lobi kondisinya juga ramai, banyak yang sudah turun,” terang warga asli Wonogiri itu.

Sementara itu, Endrik, 26, pria asli Lingkungan Pagersari Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Wonogiri awalnya tak sadar bahwa goyangan yang dirasakannya diakibatkan oleh gempa bumi. Saat gempa terjadi, karyawan itu sedang berada di gudang salah satu perusahaan di daerah Kedaung, Kota Tangerang.

“Kebetulan saat itu lagi sendirian di gudang. Goyangannya terasa, tapi awalnya saya kira pusing. Sebab habis masuk angin,” kata dia.

Namun, goyangan yang dirasakakannya terjadi cukup lama lama. Menurut Endrik, tubuhnya merasa goyang sekitar tujuh sampai sepuluh detik. Dia pun mulai menyadari bahwa yang menggoyang tubuhnya adalah gempa dengan kekuatan yang cukup besar usai melihat lampu gudang yang bergoyang.

Tak lama berselang, dia pun membuka handphone-nya. Sejumlah rekannya mengunggah postingan soal gempa bumi.

“Kan saya sendiri di dalam gudang. Jadi nggak tahu reaksi orang-orang bagaimana saat gempa.  Setelah lihat postingan orang-orang baru lari keluar gudang,” ujar ayah satu anak itu.

Bermacam reaksi dilakukan warga saat gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 itu. Bahkan ada juga warga yang tidak sadar bahwa goyangan yang terjadi diakibatkan oleh gempa. (*/bun/ria)

 






Reporter: Iwan Adi Luhung

Populer

Berita Terbaru