alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Kisah Thomas Widyananto, Atlet Paralayang asal Sukoharjo Borong Medali di PON Papua

Parasut Pinjam Kades, Pulang Bawa Empat Medali

RADARSOLO.ID – Thomas Widyananto berhasil membuktikan dengan peralatan seadanya mampu mengukir sejarah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Atlet asal Sukoharjo yang mewakili Jawa Tengah ini memborong empat medali pesta olahraga empat tahunan ini. Namun, di balik prestasi itu ada kisah yang mengharukan. Seperti apa?

IWAN KAWUL, Radar Solo, Sukoharjo

Bertanding dalam kejuaraan paralayang tingkat internasional bukan hal baru bagi Thomas Widyananto. Namun, di ajang PON XX Papua ini dia merasakan perasaan berdebar luar biasa.

Bukan karena takut dengan lawan-lawannya. Namun, dia sempat waswas soal isu gangguan keamanan dan penyakit malaria yang selama ini identik marak di Papua. Belum lagi medan di sana sangat menegangkan.

“Jujur ini sempat menurunkan mental bertanding. Tapi ini semua harus diatasi demi meraih medali,” ujar pria 44 tahun ini.

Peraih peraih medali emas di ajang Asian Games 2018 ini mengatakan, sepekan sebelum pertandingan dimulai, dia dan tim paralayang Jateng sudah tiba di Papua. Kemudian melakukan latihan di venue paralayang di Bukit Kampung Buton Skyline, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

“Sekitar lokasi landing terdapat kolam penangkaran buaya. Jadi ngeri begitu, dari atas terlihat buaya-buaya sedang berjemur,” kata Thomas.

Sepekan berlatih di dekat sarang buaya tidak menyurutkan nyalinya untuk membawa pulang emas yang sudah menjadi tradisi bagi tim paralayang Jawa Tengah. Akhirnya buaya-buaya itu dipindahkan sehari sebelum rangkaian pertandingan dimulai.

“Venue di Papua ini betul-betul baru. Tantangan di sini berbeda dari lokasi-lokasi lain yang selama ini saya jumpai,” kata staf Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukoharjo.

Selain lokasi dekat penangkaran buaya, bentang alam venue juga menjadi kesulitan bagi atlet paralayang. Lokasinya hanya 2 kilometer dari laut. Itu menjadikan angin sangat kencang di area mendarat. Bahkan, lokasi mendarat seperti mangkuk makanya turbulensi angin di bawah tinggi.

“Kalau di Jawa, semua tempat pernah dicoba. Sudah tahu medan lah. Kalau di sini, benar-benar baru,” ungkapnya.

Isu gangguan keamanan dari kelompok bersenjata menjadi bagian tersendiri yang mau tidak mau menjatuhkan mental para atlit. Selain itu, penyakit malaria juga menghantui pikiran atlit setiap hari. Bagaimana tidak, malaria merupakan penyakit endemis di tanah Papua.

“Ini PON yang paling sulit selama saya ikut. Selain bertanding, isu-isu keamanan dan malaria juga memengaruhi mental atlet. Istilahnya gak main lepas,” katanya.

Namun, semua itu akhirnya terbayar lunas. Berkat kerja keras, Thomas berhasil membawa pulang empat medali. Di antaranya medali emas di kelas beregu cross country, medali perak di kelas perorangan tandem cross country, dan medali perak beregu tandem cross country, serta medali perunggu ketepatan mendarat.

“Kami dapat perak itu bukan berarti kalah, semua diborong Jawa Timur. Mereka alatnya lebih baru, dibiayai pemerintah daerah. Saya dapat perak dengan parasut pinjaman dari Sukamto, kepala Desa Sendang, Wonogiri. Intinya, support Pemprov Jateng minim. Saya tidak punya parasut,” kata Thomas.

Namun, dia merasa bahagia bisa mempersembahkan medali ini bagi Jateng. Sebab, PON kali ini merupakan ajang terakhirnya sebagai altlit paralayang. Setelah ini, dia memilih untuk pensiun demi memberikan kesempatan bagi atlet-atlet muda lainnya.

“Ini PON saya yang terakhir. Saya mau jadi pelatih saja. Tapi kalau pemerintah provinsi support-nya bagus lho ya,” ujar Thomas. (*/bun)

Kiprah Thomas di Paralayang

Prestasi Multi Event Internasional

  1. Emas Perorangan Putra Open Distance Asian Beach Games 2 Bali 2008
    2. Perak Beregu Putra Open Distance Asian Beach Games 2 Bali 2008
    3. Emas Beregu Putra Accuracy Asian Beach Games 2 Bali 2008
    4. Emas Perorangan Putra Open Distance Sea Games Jakarta 2011
    5. Emas Perorangan Putra Accuracy Sea Games Jakarta 2011
    6. Emas Beregu Putra Open Distance Sea Games Jakarta 2011
    7. Emas Beregu Putra Accuracy Sea Games Jakarta 2011
    8. Perunggu Perorangan Putra Race to Goal Sea Games Jakarta 2011
    9. Emas Perorangan Putra Accuracy Asian Beach Games Phuket 2014
    10. Perak Beregu Putra Accuracy Asian Beach Games Phuket 2014
    11. Timnas Asian Games 2018
    12. Juara Dunia Putra sebagai Pelatih Timnas di World Cup Accuracy Serbia 2019 dan mendptkan Juara Dunia Putra atas nama Indonesia

    Prestasi Multievent Nasional
    1. 3 Emas 2 perak PON Kaltim 2008
    2. 3 Emas 3 perak PON Riau 2012
    3. 2 emas 2 perak 1 perunggu PON Jabar 2016
    4. 1 emas 2 perak 1 perunggu PON Papua 2021

 

RADARSOLO.ID – Thomas Widyananto berhasil membuktikan dengan peralatan seadanya mampu mengukir sejarah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Atlet asal Sukoharjo yang mewakili Jawa Tengah ini memborong empat medali pesta olahraga empat tahunan ini. Namun, di balik prestasi itu ada kisah yang mengharukan. Seperti apa?

IWAN KAWUL, Radar Solo, Sukoharjo

Bertanding dalam kejuaraan paralayang tingkat internasional bukan hal baru bagi Thomas Widyananto. Namun, di ajang PON XX Papua ini dia merasakan perasaan berdebar luar biasa.

Bukan karena takut dengan lawan-lawannya. Namun, dia sempat waswas soal isu gangguan keamanan dan penyakit malaria yang selama ini identik marak di Papua. Belum lagi medan di sana sangat menegangkan.

“Jujur ini sempat menurunkan mental bertanding. Tapi ini semua harus diatasi demi meraih medali,” ujar pria 44 tahun ini.

Peraih peraih medali emas di ajang Asian Games 2018 ini mengatakan, sepekan sebelum pertandingan dimulai, dia dan tim paralayang Jateng sudah tiba di Papua. Kemudian melakukan latihan di venue paralayang di Bukit Kampung Buton Skyline, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

“Sekitar lokasi landing terdapat kolam penangkaran buaya. Jadi ngeri begitu, dari atas terlihat buaya-buaya sedang berjemur,” kata Thomas.

Sepekan berlatih di dekat sarang buaya tidak menyurutkan nyalinya untuk membawa pulang emas yang sudah menjadi tradisi bagi tim paralayang Jawa Tengah. Akhirnya buaya-buaya itu dipindahkan sehari sebelum rangkaian pertandingan dimulai.

“Venue di Papua ini betul-betul baru. Tantangan di sini berbeda dari lokasi-lokasi lain yang selama ini saya jumpai,” kata staf Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukoharjo.

Selain lokasi dekat penangkaran buaya, bentang alam venue juga menjadi kesulitan bagi atlet paralayang. Lokasinya hanya 2 kilometer dari laut. Itu menjadikan angin sangat kencang di area mendarat. Bahkan, lokasi mendarat seperti mangkuk makanya turbulensi angin di bawah tinggi.

“Kalau di Jawa, semua tempat pernah dicoba. Sudah tahu medan lah. Kalau di sini, benar-benar baru,” ungkapnya.

Isu gangguan keamanan dari kelompok bersenjata menjadi bagian tersendiri yang mau tidak mau menjatuhkan mental para atlit. Selain itu, penyakit malaria juga menghantui pikiran atlit setiap hari. Bagaimana tidak, malaria merupakan penyakit endemis di tanah Papua.

“Ini PON yang paling sulit selama saya ikut. Selain bertanding, isu-isu keamanan dan malaria juga memengaruhi mental atlet. Istilahnya gak main lepas,” katanya.

Namun, semua itu akhirnya terbayar lunas. Berkat kerja keras, Thomas berhasil membawa pulang empat medali. Di antaranya medali emas di kelas beregu cross country, medali perak di kelas perorangan tandem cross country, dan medali perak beregu tandem cross country, serta medali perunggu ketepatan mendarat.

“Kami dapat perak itu bukan berarti kalah, semua diborong Jawa Timur. Mereka alatnya lebih baru, dibiayai pemerintah daerah. Saya dapat perak dengan parasut pinjaman dari Sukamto, kepala Desa Sendang, Wonogiri. Intinya, support Pemprov Jateng minim. Saya tidak punya parasut,” kata Thomas.

Namun, dia merasa bahagia bisa mempersembahkan medali ini bagi Jateng. Sebab, PON kali ini merupakan ajang terakhirnya sebagai altlit paralayang. Setelah ini, dia memilih untuk pensiun demi memberikan kesempatan bagi atlet-atlet muda lainnya.

“Ini PON saya yang terakhir. Saya mau jadi pelatih saja. Tapi kalau pemerintah provinsi support-nya bagus lho ya,” ujar Thomas. (*/bun)

Kiprah Thomas di Paralayang

Prestasi Multi Event Internasional

  1. Emas Perorangan Putra Open Distance Asian Beach Games 2 Bali 2008
    2. Perak Beregu Putra Open Distance Asian Beach Games 2 Bali 2008
    3. Emas Beregu Putra Accuracy Asian Beach Games 2 Bali 2008
    4. Emas Perorangan Putra Open Distance Sea Games Jakarta 2011
    5. Emas Perorangan Putra Accuracy Sea Games Jakarta 2011
    6. Emas Beregu Putra Open Distance Sea Games Jakarta 2011
    7. Emas Beregu Putra Accuracy Sea Games Jakarta 2011
    8. Perunggu Perorangan Putra Race to Goal Sea Games Jakarta 2011
    9. Emas Perorangan Putra Accuracy Asian Beach Games Phuket 2014
    10. Perak Beregu Putra Accuracy Asian Beach Games Phuket 2014
    11. Timnas Asian Games 2018
    12. Juara Dunia Putra sebagai Pelatih Timnas di World Cup Accuracy Serbia 2019 dan mendptkan Juara Dunia Putra atas nama Indonesia

    Prestasi Multievent Nasional
    1. 3 Emas 2 perak PON Kaltim 2008
    2. 3 Emas 3 perak PON Riau 2012
    3. 2 emas 2 perak 1 perunggu PON Jabar 2016
    4. 1 emas 2 perak 1 perunggu PON Papua 2021

 

Populer

Berita Terbaru