alexametrics
31.4 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Sirup Ekstrak Bunga Telang: Jaga Kesehatan Jantung dan Otak

RADARSOLO.ID – Bunga telang dulu dianggap hanya tanaman liar yang tumbuh di pekarangan. Namun siap sangka, bunga yang identik dengan warna ungu tersebut memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Terutama untuk kesehatan jatung dan otak. Oleh siswa salah satu SD negeri di Solo, bunga telang diolah menjadi sirup kesehatan.

Bunga Telang merupakan tanaman rambat yang biasa ditemui di pekarangan. Juga sering menjadi tanaman penghias teras rumah. Termasuk dijadikan sebagai pewarna alami makanan dan minuman.

Siapa sangka, bunga telang mengandung berbagai nutrisi dan zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penuh dengan kandungan antioksidan. Seperti flavonoid dan antosianin untuk memperbaiki sel-sel saraf. Serta meningkatkan produksi asetilkolin, yaitu zat kimia di otak untuk mempertajam daya ingat, mempelajari informasi, serta menjaga konsentrasi.

Manfaat lainnya, dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi. Sebagai salah satu faktor penyebab penyakit jantung. Termasuk mengurangi kadar hiperlipidemia, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan, pembekuan darah, dan serangan jantung.

“Bunga telang mengandung antioksidan yang tidak hanya melindungi tubuh dari infeksi. Tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung,” kata koodrinator projek pembelajaran salah satu SD negeri di Kota Solo Kurnia Agus, kemarin (17/6).

Agus menambahkan, bunga telang tumbuh subur di halaman sekolahnya. Selain memperindah taman, juga diolah menjadi sirup kesehatan.

“Pada tahap awal, bunga telang dipetik dan diolah menjadi minuman dan makan. Bisa juga dimanfaatkan untuk pewarna makanan alami,” imbuhnya.

Cara pembuatan sirup bunga telang sangat sederhana. Siapkan bunga telang segar yang baru dipetik, lalu dicuci hingga bersih. Kemudian direbus dengan air panas, sampai berubah warna menjadi keunguan. “Perbandingannya, 1 liter air diberi sekitar 60-70 kuntum bunga telang,” jelasnya.

Setelah mendidih dan berwarna ungu pekat, larutan tersebut diberi gula sebagai pemanis. Agung membeberkan, takaran gula tergantung selera. Jika ingin rasa sirup lebih manis, perbandingannya 800 gram gula untuk 1 liter.

“Perebusan dilakukan hingga gula benar-benar larut. Setelah itu, sirup yang sudah jadi harus didiamkan dulu, sebelum dikemas dalam botol. Minusnya, sirup bunga tidak tahan lama. Karena hanya menggunakan pengawet alami,” urainya.

Sirup bunga telang juga bisa dikombinasikan dengan lidah buaya. Cara pengolahannya, petik lidah buaya yang masih segar. Kupas kulitnya dan ambil dagingnya. Potong kecil-kecil lalu direbus untuk membuang lendir. Setelah matang, campur dengan sirup bunga telang.

“Lidah buaya kami manfaatkan sebagai pengganti nata de coco. Ini jadi nata de lidah buaya. Selain rasanya enak, minuman ini juga kaya akan manfaat,” tandasnya.

Sementara itu, selain kaya manfaat nagi kesehatan, inovasi olahan bunga telang juga bisa dijadikan alternatif pembelajaran kewirausahaan bagi siswa. Karena olahan ini bisa dipasarkan ke masyarakat sekitar. Terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung. (ian/fer/dam)

RADARSOLO.ID – Bunga telang dulu dianggap hanya tanaman liar yang tumbuh di pekarangan. Namun siap sangka, bunga yang identik dengan warna ungu tersebut memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Terutama untuk kesehatan jatung dan otak. Oleh siswa salah satu SD negeri di Solo, bunga telang diolah menjadi sirup kesehatan.

Bunga Telang merupakan tanaman rambat yang biasa ditemui di pekarangan. Juga sering menjadi tanaman penghias teras rumah. Termasuk dijadikan sebagai pewarna alami makanan dan minuman.

Siapa sangka, bunga telang mengandung berbagai nutrisi dan zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penuh dengan kandungan antioksidan. Seperti flavonoid dan antosianin untuk memperbaiki sel-sel saraf. Serta meningkatkan produksi asetilkolin, yaitu zat kimia di otak untuk mempertajam daya ingat, mempelajari informasi, serta menjaga konsentrasi.

Manfaat lainnya, dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi. Sebagai salah satu faktor penyebab penyakit jantung. Termasuk mengurangi kadar hiperlipidemia, yang berpotensi menyebabkan penyumbatan, pembekuan darah, dan serangan jantung.

“Bunga telang mengandung antioksidan yang tidak hanya melindungi tubuh dari infeksi. Tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung,” kata koodrinator projek pembelajaran salah satu SD negeri di Kota Solo Kurnia Agus, kemarin (17/6).

Agus menambahkan, bunga telang tumbuh subur di halaman sekolahnya. Selain memperindah taman, juga diolah menjadi sirup kesehatan.

“Pada tahap awal, bunga telang dipetik dan diolah menjadi minuman dan makan. Bisa juga dimanfaatkan untuk pewarna makanan alami,” imbuhnya.

Cara pembuatan sirup bunga telang sangat sederhana. Siapkan bunga telang segar yang baru dipetik, lalu dicuci hingga bersih. Kemudian direbus dengan air panas, sampai berubah warna menjadi keunguan. “Perbandingannya, 1 liter air diberi sekitar 60-70 kuntum bunga telang,” jelasnya.

Setelah mendidih dan berwarna ungu pekat, larutan tersebut diberi gula sebagai pemanis. Agung membeberkan, takaran gula tergantung selera. Jika ingin rasa sirup lebih manis, perbandingannya 800 gram gula untuk 1 liter.

“Perebusan dilakukan hingga gula benar-benar larut. Setelah itu, sirup yang sudah jadi harus didiamkan dulu, sebelum dikemas dalam botol. Minusnya, sirup bunga tidak tahan lama. Karena hanya menggunakan pengawet alami,” urainya.

Sirup bunga telang juga bisa dikombinasikan dengan lidah buaya. Cara pengolahannya, petik lidah buaya yang masih segar. Kupas kulitnya dan ambil dagingnya. Potong kecil-kecil lalu direbus untuk membuang lendir. Setelah matang, campur dengan sirup bunga telang.

“Lidah buaya kami manfaatkan sebagai pengganti nata de coco. Ini jadi nata de lidah buaya. Selain rasanya enak, minuman ini juga kaya akan manfaat,” tandasnya.

Sementara itu, selain kaya manfaat nagi kesehatan, inovasi olahan bunga telang juga bisa dijadikan alternatif pembelajaran kewirausahaan bagi siswa. Karena olahan ini bisa dipasarkan ke masyarakat sekitar. Terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung. (ian/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/