24.7 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Keunikan Lukisan Glitter, Tingkat Kemiripan Jadi Tantangan

RADARSOLO.ID – Hobi dan bakat bisa mendatangkan cuan. Bermodal bakat bisa melukis realis seperti wajah seseorang, membuat Erine Anisa asal Kemiri, Mojosongo, Boyolali mendapat penghasilan dari berjualan lukisan glitter.

Perjalanan Erine dalam mengembangkan bisnis kerajinan dan seninya tak semulus membalikan telapak tangan.

Bakat menggambarnya memang sudah terlihat sejak kecil. Namun, terganjal ekonomi. Dia sempat menjadi buruh pabrik. Bakatnya terpendamnya lama tak terasah. Hingga pada 2019, dia memutuskan keluar dari pabrik. Dia memulai kembali membuat sketsa wajah yang kemudian dilukis dengan tinta Cina, hingga tinta glitter.

“Mendapat inspirasi (melukis glitter, Red) dari Instagram. Sempat mikir, itu ada lukisan, kok pakai warna emas. Ternyata aku lihat bahannya itu dari glitter. Bahan glitter itu mudah ditemui dan aku coba bikin sejak 2019 lalu,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/11).

Erina kemudian mencoba melukis tokoh artis korea alias K-Pop. Dia membuat sketsa wajah dengan lem. Awalnya, dia kesulitan membuat pola-pola pada wajah. Setelah pola terbentuk, dan mulai ditaburi dengan glitter emas. Akhirnya gambar sketsa wajah makin jelas.

Dia mulai memposting hasil karyanya tersebut ke media sosial, hingga di pasang di story WhatsApp. Tak disangka, respons teman-temannya sangat bagus.

Alhamdulillah responsnya bagus dan teman-temanku tertarik. Mereka pada salut karena jarang ditemukan lukisan glitter seperti itu. Dari situ, orderan sketsa wajah dari glitter mulai masuk,” bebernya.

Dia tak menyesali berhenti menjadi buruh pabrik. Ternyata hobi dan bakatnya tersebut bisa menggantikan pendapatan perbulannya. Dia mulai menjadikan rumahnya sebagai tempat kerja barunya. Kanvas hitam, lem, dan glitter tersusun dengan rapi. Dia mulai kebanjiran orderan sketsa wajah.

Saat ini, dia tengah merampungkan sketsa wajah Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno. Dia membuat pola yang menyesuaikan dengan desain pesanan klien. Setelah pola terbentuk, dia mulai mengoleskan lem pada pola tersebut. Setelah itu, dia mulai menaburkan glitter pada pola yang sudah diberi lem. Sehingga glitter menempel sempurna pada kanvas dengan background hitam tersebut.

Dia mengalami kesulitan membuat detail dengan proses penguasan lem. Teknik ini membutuhkan kesabaran. Karena prosesnya lebih rumit dibandingkan menggambar dengan tinta Cina.

Selain itu, untuk membentuk wajah yang realis butuh ketelatenan dan waktu lebih lama. Ketelatenannya melukis glitter selama empat tahun terakhir membuahkan hasil. Sebab, semakin lama, kini membuat lukisannya wajahnya semakin bagus dan semakin mirip dengan sosok aslinya.

“Untuk satu lukisan ukuran A3 atau 41×50 sentimeter hanya membutuhkan waktu dua-tiga jam. Karena sekarang kan sudah terbiasa bikin, jadi sekarang bisa cepat bikinnya. Paling kesulitannya lebih pada detailnya,” imbuhnya.

Kini pesanan yang masuk beraneka ragam. Seperti lukisan wajah tokoh idola atau wajah keluarga. Biasanya lukisan glitter dijadikan sebagai kado. Dia juga mulai mengembangkan usahanya. Dia membuat bucket bunga dan hampers. Semua karya yang dibuat Erina biasanya untuk hantaran dan kado untuk orang yang spesial.

“Untuk lukisan glitter dan lukisan hardmix dijual mulai dari harga Rp 50 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan gambar. Alhamdulillah senang, karena hobi saya bisa menghasilkan uang. Saya juga pernah mendapat pesanan dari luar negeri seperti Jepang dan Singapura. Selama ini, dari hasil melukis glitter bisa dapat Rp 5 juta per bulan,” terangnya.

Salah satu pembeli, Widia mengatakan, memesan lukisan glitter untuk buket hampers lulusan wisuda. Menurutnya, harga yang dibanderol Erina termasuk paling murah dibanding tempat lainnya. Ditambah lagi, karya lukis glitter juga tidak banyak dipasaran. “Tahunya dari media sosial. Dan hasilnya juga bagus. Jadi kalau mau kado, pesennya ke sini sekarang,” tuturnya. (rgl/nik)

RADARSOLO.ID – Hobi dan bakat bisa mendatangkan cuan. Bermodal bakat bisa melukis realis seperti wajah seseorang, membuat Erine Anisa asal Kemiri, Mojosongo, Boyolali mendapat penghasilan dari berjualan lukisan glitter.

Perjalanan Erine dalam mengembangkan bisnis kerajinan dan seninya tak semulus membalikan telapak tangan.

Bakat menggambarnya memang sudah terlihat sejak kecil. Namun, terganjal ekonomi. Dia sempat menjadi buruh pabrik. Bakatnya terpendamnya lama tak terasah. Hingga pada 2019, dia memutuskan keluar dari pabrik. Dia memulai kembali membuat sketsa wajah yang kemudian dilukis dengan tinta Cina, hingga tinta glitter.

“Mendapat inspirasi (melukis glitter, Red) dari Instagram. Sempat mikir, itu ada lukisan, kok pakai warna emas. Ternyata aku lihat bahannya itu dari glitter. Bahan glitter itu mudah ditemui dan aku coba bikin sejak 2019 lalu,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/11).

Erina kemudian mencoba melukis tokoh artis korea alias K-Pop. Dia membuat sketsa wajah dengan lem. Awalnya, dia kesulitan membuat pola-pola pada wajah. Setelah pola terbentuk, dan mulai ditaburi dengan glitter emas. Akhirnya gambar sketsa wajah makin jelas.

Dia mulai memposting hasil karyanya tersebut ke media sosial, hingga di pasang di story WhatsApp. Tak disangka, respons teman-temannya sangat bagus.

Alhamdulillah responsnya bagus dan teman-temanku tertarik. Mereka pada salut karena jarang ditemukan lukisan glitter seperti itu. Dari situ, orderan sketsa wajah dari glitter mulai masuk,” bebernya.

Dia tak menyesali berhenti menjadi buruh pabrik. Ternyata hobi dan bakatnya tersebut bisa menggantikan pendapatan perbulannya. Dia mulai menjadikan rumahnya sebagai tempat kerja barunya. Kanvas hitam, lem, dan glitter tersusun dengan rapi. Dia mulai kebanjiran orderan sketsa wajah.

Saat ini, dia tengah merampungkan sketsa wajah Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno. Dia membuat pola yang menyesuaikan dengan desain pesanan klien. Setelah pola terbentuk, dia mulai mengoleskan lem pada pola tersebut. Setelah itu, dia mulai menaburkan glitter pada pola yang sudah diberi lem. Sehingga glitter menempel sempurna pada kanvas dengan background hitam tersebut.

Dia mengalami kesulitan membuat detail dengan proses penguasan lem. Teknik ini membutuhkan kesabaran. Karena prosesnya lebih rumit dibandingkan menggambar dengan tinta Cina.

Selain itu, untuk membentuk wajah yang realis butuh ketelatenan dan waktu lebih lama. Ketelatenannya melukis glitter selama empat tahun terakhir membuahkan hasil. Sebab, semakin lama, kini membuat lukisannya wajahnya semakin bagus dan semakin mirip dengan sosok aslinya.

“Untuk satu lukisan ukuran A3 atau 41×50 sentimeter hanya membutuhkan waktu dua-tiga jam. Karena sekarang kan sudah terbiasa bikin, jadi sekarang bisa cepat bikinnya. Paling kesulitannya lebih pada detailnya,” imbuhnya.

Kini pesanan yang masuk beraneka ragam. Seperti lukisan wajah tokoh idola atau wajah keluarga. Biasanya lukisan glitter dijadikan sebagai kado. Dia juga mulai mengembangkan usahanya. Dia membuat bucket bunga dan hampers. Semua karya yang dibuat Erina biasanya untuk hantaran dan kado untuk orang yang spesial.

“Untuk lukisan glitter dan lukisan hardmix dijual mulai dari harga Rp 50 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan gambar. Alhamdulillah senang, karena hobi saya bisa menghasilkan uang. Saya juga pernah mendapat pesanan dari luar negeri seperti Jepang dan Singapura. Selama ini, dari hasil melukis glitter bisa dapat Rp 5 juta per bulan,” terangnya.

Salah satu pembeli, Widia mengatakan, memesan lukisan glitter untuk buket hampers lulusan wisuda. Menurutnya, harga yang dibanderol Erina termasuk paling murah dibanding tempat lainnya. Ditambah lagi, karya lukis glitter juga tidak banyak dipasaran. “Tahunya dari media sosial. Dan hasilnya juga bagus. Jadi kalau mau kado, pesennya ke sini sekarang,” tuturnya. (rgl/nik)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/