alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Berkebun Zucchini, Saudara Mentimun yang Mudah Dirawat

RADARSOLO.ID – Di tanah air, zucchini masih tergolong sayur eksotis. Harganya tinggi, stoknya pun tak selalu ada di pasaran. Padahal, kerabat mentimun itu bisa ditanam di halaman sendiri. Perawatannya relatif mudah. Namun, dibutuhkan kecermatan pekebun agar panen memuaskan.

YOSIE Natalia mengenal zucchini kali pertama dari salah satu episode kompetisi MasterChef. Saat itu yang diolah adalah buah dan bunga tanaman dari keluarga Cucurbitaceae tersebut. ’’Karena penasaran, saya ke supermarket. Harganya termasuk mahal, enggak seperti timun. Selain itu, enggak ada yang menjual bunganya,” ungkapnya. Yosie pun memutuskan menanam sendiri zucchini di rumahnya.

Perempuan yang tinggal di Salatiga itu menjelaskan, zucchini tergolong tanaman yang lekas tumbuh. Dia menceritakan, tanaman pertamanya berupa bibit semai. ’’Satu bulanan dirawat, sudah berbunga,” ungkapnya. Yosie menyatakan, syarat tumbuhnya pun tak berbeda jauh dari tanaman sayur lainnya. Media tanamnya harus gembur dan porous. Karena ditanam di rumah, dia menggunakan planter bag atau polybag. ’’Butuh wadah besar karena tipe akar zucchini ini memenuhi tempat tumbuhnya,” imbuh pekebun yang rajin berbagi tips di akun Instagram kebunlio itu.

ORGANIK: Zucchini yang sukses ditanam Yosie Natalia. Agar berbuah, saat penyerbukan harus dibantu. (Yosie Natalie for Jawa Pos)

Karena untuk konsumsi sendiri, Yosie menerapkan sistem kebun organik. Tidak ada pestisida atau pupuk kimia. Untuk tambahan nutrisi, dia lebih memilih memakai air cucian beras dan air dari komposter. ’’Di media tanamnya, juga bisa ditambah pupuk kandang atau kompos,” lanjutnya. Pemilik usaha sirup jahe merah itu menilai, zucchini organik memiliki masa simpan yang lebih lama dan rasa yang lebih baik ketimbang yang dirawat dengan bahan sintesis.

RADARSOLO.ID – Di tanah air, zucchini masih tergolong sayur eksotis. Harganya tinggi, stoknya pun tak selalu ada di pasaran. Padahal, kerabat mentimun itu bisa ditanam di halaman sendiri. Perawatannya relatif mudah. Namun, dibutuhkan kecermatan pekebun agar panen memuaskan.

YOSIE Natalia mengenal zucchini kali pertama dari salah satu episode kompetisi MasterChef. Saat itu yang diolah adalah buah dan bunga tanaman dari keluarga Cucurbitaceae tersebut. ’’Karena penasaran, saya ke supermarket. Harganya termasuk mahal, enggak seperti timun. Selain itu, enggak ada yang menjual bunganya,” ungkapnya. Yosie pun memutuskan menanam sendiri zucchini di rumahnya.

Perempuan yang tinggal di Salatiga itu menjelaskan, zucchini tergolong tanaman yang lekas tumbuh. Dia menceritakan, tanaman pertamanya berupa bibit semai. ’’Satu bulanan dirawat, sudah berbunga,” ungkapnya. Yosie menyatakan, syarat tumbuhnya pun tak berbeda jauh dari tanaman sayur lainnya. Media tanamnya harus gembur dan porous. Karena ditanam di rumah, dia menggunakan planter bag atau polybag. ’’Butuh wadah besar karena tipe akar zucchini ini memenuhi tempat tumbuhnya,” imbuh pekebun yang rajin berbagi tips di akun Instagram kebunlio itu.

ORGANIK: Zucchini yang sukses ditanam Yosie Natalia. Agar berbuah, saat penyerbukan harus dibantu. (Yosie Natalie for Jawa Pos)

Karena untuk konsumsi sendiri, Yosie menerapkan sistem kebun organik. Tidak ada pestisida atau pupuk kimia. Untuk tambahan nutrisi, dia lebih memilih memakai air cucian beras dan air dari komposter. ’’Di media tanamnya, juga bisa ditambah pupuk kandang atau kompos,” lanjutnya. Pemilik usaha sirup jahe merah itu menilai, zucchini organik memiliki masa simpan yang lebih lama dan rasa yang lebih baik ketimbang yang dirawat dengan bahan sintesis.

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/