alexametrics
23.3 C
Surakarta
Wednesday, 17 August 2022

Komunikasi Andalkan Insting, Rindukan Tangis Keras sang Anak

Maryadi, Rawat Anak yang Menderita Infeksi Selaput Otak usai Istri Meninggal

RADARSOLO.ID – Michael Richie Wiputra, 8, asal Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi menderita infeksi selaput otak sehingga mengalami kelumpuhan. Kondisinya ini sempat menarik perhatian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani untuk datang menjenguk.

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

Sekalipun akhir pekan lalu Klaten diguyur hujan deras di malam hari tak menghentikan langkah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mendatangi rumah Michael Richie Wiputra. Sekitar pukul 21.00, Mensos tiba di rumah yang dikontrak dan ditinggali keluarga Michael selama empat tahun terakhir.

Tampak di bagian ruang tamu, seorang perempuan sedang menggendong Michael dengan duduk di kursi. Dia adalah Birgita Stephania Metta Sallom, 19, yang merupakan kakak dari Michael. Stephani lah yang sehari-hari merawat sang adik di rumah pasca sang ibu meninggal dunia pada 2019 lalu. Sedangkan ayahnya, Maryadi, 42, harus bekerja ke Jogja sebagai tukang bangunan.

Kedatangan Tri Rismaharani untuk memberikan dukungan dan bantuan agar kondisi Michael sudah kembali normal seperti anak seusianya. Saat bersamaan dilakukan penyerahan donasi sekitar Rp 70 juta yang digalang melalui platform secara online. Diharapkan ini bisa digunakan sebagai biaya penunjang pengabotan dan kebutuhan selama perawatan Michael.

“Saya berterima kasih kepada banyak orang yang telah peduli dengan buah hati kami. Saya tidak bisa membalas, semoga kebaikan panjenengan berlipat ganda,” ucap Maryadi usai ditemui Mensos.

Maryadi bercerita, awalnya saat usia 1,5 tahun tiba-tiba Michael mengalami demam tinggi disertai kembung. Hingga akhirnya usai dari klinik langsung dirujuk ke rumah sakit di Jogjakarta. Setelah didiagnosa oleh dokter anaknya menderita infeksi selaput otak.

Berbagai perjuangan telah dilakukan Maryadi untuk penyembuhan anaknya itu meski biaya pengobatan tidak sedikit. Bahkan sampai menjual rumahnya di Jogonalan untuk menutup biaya di rumah sakit. Kini dia mengontrak sebuah rumah sederhana di Desa Dengkeng, Wedi bersama kedua anaknya itu.

“Jika dari tindakan dokter yang menangani anak saya yang berat sebenarnya sudah dilewati. Apalagi kondisinya lebih baik sudah bisa merespons cahaya seperti saat lampu dimatikan maupun dihidupkan. Begitu juga pendengarannya merespon dari sebelumnya tidak merespon sama sekali,” ucap Maryadi.

Sekalipun sudah mulai merespons tetapi ada satu hal yang diinginkan bersama almarhum istrinya yakni Michael bisa menangis sekeras-kerasnya. Termasuk bisa mengutarakan  apa yang menjadi keinginannya. Mengingat selama ini dia bersama Stephani hanya mengandalkan insting saja terkait keinginan Michael.

Apabila sampai Michael bisa menangis sekeras-kerasnya, dia ingin menggelar syukuran seperti yang pernah diungkapkan bersama almarhum istrinya. Sebab, itu yang menjadi penanda saraf Michael tidak tersumbat lagi. Meski begitu, apa pun kondisi anaknya, dia tetap akan memberikan perawatan yang terbaik bagi putra keduanya ini.

“Kebetulan kakaknya akan aktif kuliah dari sebelumnya daring di rumah. Saya memutuskan untuk fokus bekerja di rumah saja. Sambil mengurusi anak saya Michael,” ucap pria yang mempunyai keterampilan servis jok kursi, membuat kitchen set hingga sol sepatu ini.

Dia juga akan fokus untuk merawat ternak di rumah yang merupakan bantuan dari Kemensos. Harapannya dengan kehadirannya di rumah bisa memberikan perhatian kepada Michael secara penuh. Dia juga berharap bisa bermain kembali bersama anaknya yang begitu aktif. Kenangan itu sempat disimpan pada handphone-nya sebelum akhirnya hilang.

Mensos Tri Rismaharani mengungkapkan jika dirinya memberikan bantuan bagi aksesbilitas Michael. Termasuk menyerahkan bantuan ternak sehingga bisa menjadi pemasukan bagi keluarga Michael.

“Kami akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi Michael. Sedangkan keluarga Michael akan mendapatkan pendampingan selama 10 bulan ke depan,” ucapnya.

Apabila ada yang hendak memberikan bantuan terhadap Michael masih dibuka kesempatan. Dia pun berharap kepada tetangga hingga pemerintah daerah bisa memberikan dukungan terutama untuk keluarga Michael. (*)

RADARSOLO.ID – Michael Richie Wiputra, 8, asal Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi menderita infeksi selaput otak sehingga mengalami kelumpuhan. Kondisinya ini sempat menarik perhatian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani untuk datang menjenguk.

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

Sekalipun akhir pekan lalu Klaten diguyur hujan deras di malam hari tak menghentikan langkah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mendatangi rumah Michael Richie Wiputra. Sekitar pukul 21.00, Mensos tiba di rumah yang dikontrak dan ditinggali keluarga Michael selama empat tahun terakhir.

Tampak di bagian ruang tamu, seorang perempuan sedang menggendong Michael dengan duduk di kursi. Dia adalah Birgita Stephania Metta Sallom, 19, yang merupakan kakak dari Michael. Stephani lah yang sehari-hari merawat sang adik di rumah pasca sang ibu meninggal dunia pada 2019 lalu. Sedangkan ayahnya, Maryadi, 42, harus bekerja ke Jogja sebagai tukang bangunan.

Kedatangan Tri Rismaharani untuk memberikan dukungan dan bantuan agar kondisi Michael sudah kembali normal seperti anak seusianya. Saat bersamaan dilakukan penyerahan donasi sekitar Rp 70 juta yang digalang melalui platform secara online. Diharapkan ini bisa digunakan sebagai biaya penunjang pengabotan dan kebutuhan selama perawatan Michael.

“Saya berterima kasih kepada banyak orang yang telah peduli dengan buah hati kami. Saya tidak bisa membalas, semoga kebaikan panjenengan berlipat ganda,” ucap Maryadi usai ditemui Mensos.

Maryadi bercerita, awalnya saat usia 1,5 tahun tiba-tiba Michael mengalami demam tinggi disertai kembung. Hingga akhirnya usai dari klinik langsung dirujuk ke rumah sakit di Jogjakarta. Setelah didiagnosa oleh dokter anaknya menderita infeksi selaput otak.

Berbagai perjuangan telah dilakukan Maryadi untuk penyembuhan anaknya itu meski biaya pengobatan tidak sedikit. Bahkan sampai menjual rumahnya di Jogonalan untuk menutup biaya di rumah sakit. Kini dia mengontrak sebuah rumah sederhana di Desa Dengkeng, Wedi bersama kedua anaknya itu.

“Jika dari tindakan dokter yang menangani anak saya yang berat sebenarnya sudah dilewati. Apalagi kondisinya lebih baik sudah bisa merespons cahaya seperti saat lampu dimatikan maupun dihidupkan. Begitu juga pendengarannya merespon dari sebelumnya tidak merespon sama sekali,” ucap Maryadi.

Sekalipun sudah mulai merespons tetapi ada satu hal yang diinginkan bersama almarhum istrinya yakni Michael bisa menangis sekeras-kerasnya. Termasuk bisa mengutarakan  apa yang menjadi keinginannya. Mengingat selama ini dia bersama Stephani hanya mengandalkan insting saja terkait keinginan Michael.

Apabila sampai Michael bisa menangis sekeras-kerasnya, dia ingin menggelar syukuran seperti yang pernah diungkapkan bersama almarhum istrinya. Sebab, itu yang menjadi penanda saraf Michael tidak tersumbat lagi. Meski begitu, apa pun kondisi anaknya, dia tetap akan memberikan perawatan yang terbaik bagi putra keduanya ini.

“Kebetulan kakaknya akan aktif kuliah dari sebelumnya daring di rumah. Saya memutuskan untuk fokus bekerja di rumah saja. Sambil mengurusi anak saya Michael,” ucap pria yang mempunyai keterampilan servis jok kursi, membuat kitchen set hingga sol sepatu ini.

Dia juga akan fokus untuk merawat ternak di rumah yang merupakan bantuan dari Kemensos. Harapannya dengan kehadirannya di rumah bisa memberikan perhatian kepada Michael secara penuh. Dia juga berharap bisa bermain kembali bersama anaknya yang begitu aktif. Kenangan itu sempat disimpan pada handphone-nya sebelum akhirnya hilang.

Mensos Tri Rismaharani mengungkapkan jika dirinya memberikan bantuan bagi aksesbilitas Michael. Termasuk menyerahkan bantuan ternak sehingga bisa menjadi pemasukan bagi keluarga Michael.

“Kami akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi Michael. Sedangkan keluarga Michael akan mendapatkan pendampingan selama 10 bulan ke depan,” ucapnya.

Apabila ada yang hendak memberikan bantuan terhadap Michael masih dibuka kesempatan. Dia pun berharap kepada tetangga hingga pemerintah daerah bisa memberikan dukungan terutama untuk keluarga Michael. (*)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/