32.7 C
Surakarta
Saturday, 3 June 2023

Evaluasi Diri Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Oleh: Boy Rohmanto

Wartawan Jawa Pos Radar Solo

HARI ini adalah puasa hari ke-12 di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Ibadah yang wajib dijalankan bagi setiap umat muslim. Tidak hanya sekadar menahan lapar, haus, hingga menunggu waktunya berbuka puasa. Sebenarnya, banyak amalan atau ibadah yang dapat dilakukan selama menjalankan puasa satu bulan ini.

Sebagai umat muslim yang beriman, puasa merupakan kewajiban. Bukan sebuah beban yang harus dipikul di pundak. Karena diyakini, apa yang dijalankan akan menghadirkan rasa tenang, aman, dan meningkatkan kualitas amal ibadah kita.

Tapi bagi sebagian orang, puasa masih menjadi sebuah beban. Awal dari perbuatan baik yang dilakukan selama bulan Ramadan. Jadi, tidak bisa disamakan perasaan antara orang satu dengan yang lainnya dalam menyikapi datangnya bulan suci Ramadan.

Mengawali hari puasa, kita dihadapkan bangun di pagi buta untuk makan sahur. Bagi sebagian orang, itu masih dianggap hal yang berat. Karena harus mengubah kebiasaan sedang enak-enaknya tidur. Ataupun sedang dalam posisi mau tidur tapi harus bangun.

Tapi untuk sebagian orang, bangun di sepertiga malam merupakan hal biasa. Karena waktu tersebut diisi dengan amalan yang baik. Seperti salat Tahajud, membaca Alquran, dzikir, salawat, dan sebagainya.

Kebiasaan “susah bangun” inilah yang harus diubah. Dengan diisi amalan-amalan yang baik. Memang tidak bisa sekaligus semua amalan dijalankan. Terpenting mampu jalankan setiap amalan itu secara istiqomah.

Pada waktu siang, akan banyak godaan yang datang bagi diri kita yang sedang menjalankan puasa. Rasa lapar dan haus, godaan dari teman, maupun tempat kuliner. Tapi untuk mengalihkan itu, sebenarnya bisa dengan menjalankan amalan yang baik. Tergantung bagaimana kita menyikapi rasa atau godaan yang datang.

Menjelang Magrib sembari menunggu datangnya waktu berbuka, banyak amalan yang bisa dilakukan. Misalnya ngabuburit atau jalan-jalan. Cara ini sebenarnya tidak salah. Tapi alangkah lebih baiknya, diisi dengan amalan yang baik. Contohnya tadarus Quran di masjid maupun di rumah.

Saat malam hari, masjid dan musala menggelar salat Tarawih dan Witir. Seringnya, masjid dan musala dipenuhi jamaah di awal-awal bulan puasa. Namun semakin ke sini, jumlah jamaah yang salat berjamaah mulai berkurang. Kebiasaan ini yang harus dihilangkan. Karena sebagai umat muslim, masjid dan musala harus dimakmurkan.

Satu lagi, jangan jadikan bulan suci Ramadan sebagai rutinitas yang harus dijalani setiap tahun. Isilah Ramadan dengan amalan dan ibadah yang dijalankan penuh keikhlasan. Sehingga amalan-amalan dan ibadah yang kita jalani akan mendatagkan pahala berlipat dari Allah SWT. (*)

Oleh: Boy Rohmanto

Wartawan Jawa Pos Radar Solo

HARI ini adalah puasa hari ke-12 di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Ibadah yang wajib dijalankan bagi setiap umat muslim. Tidak hanya sekadar menahan lapar, haus, hingga menunggu waktunya berbuka puasa. Sebenarnya, banyak amalan atau ibadah yang dapat dilakukan selama menjalankan puasa satu bulan ini.

Sebagai umat muslim yang beriman, puasa merupakan kewajiban. Bukan sebuah beban yang harus dipikul di pundak. Karena diyakini, apa yang dijalankan akan menghadirkan rasa tenang, aman, dan meningkatkan kualitas amal ibadah kita.

Tapi bagi sebagian orang, puasa masih menjadi sebuah beban. Awal dari perbuatan baik yang dilakukan selama bulan Ramadan. Jadi, tidak bisa disamakan perasaan antara orang satu dengan yang lainnya dalam menyikapi datangnya bulan suci Ramadan.

Mengawali hari puasa, kita dihadapkan bangun di pagi buta untuk makan sahur. Bagi sebagian orang, itu masih dianggap hal yang berat. Karena harus mengubah kebiasaan sedang enak-enaknya tidur. Ataupun sedang dalam posisi mau tidur tapi harus bangun.

Tapi untuk sebagian orang, bangun di sepertiga malam merupakan hal biasa. Karena waktu tersebut diisi dengan amalan yang baik. Seperti salat Tahajud, membaca Alquran, dzikir, salawat, dan sebagainya.

Kebiasaan “susah bangun” inilah yang harus diubah. Dengan diisi amalan-amalan yang baik. Memang tidak bisa sekaligus semua amalan dijalankan. Terpenting mampu jalankan setiap amalan itu secara istiqomah.

Pada waktu siang, akan banyak godaan yang datang bagi diri kita yang sedang menjalankan puasa. Rasa lapar dan haus, godaan dari teman, maupun tempat kuliner. Tapi untuk mengalihkan itu, sebenarnya bisa dengan menjalankan amalan yang baik. Tergantung bagaimana kita menyikapi rasa atau godaan yang datang.

Menjelang Magrib sembari menunggu datangnya waktu berbuka, banyak amalan yang bisa dilakukan. Misalnya ngabuburit atau jalan-jalan. Cara ini sebenarnya tidak salah. Tapi alangkah lebih baiknya, diisi dengan amalan yang baik. Contohnya tadarus Quran di masjid maupun di rumah.

Saat malam hari, masjid dan musala menggelar salat Tarawih dan Witir. Seringnya, masjid dan musala dipenuhi jamaah di awal-awal bulan puasa. Namun semakin ke sini, jumlah jamaah yang salat berjamaah mulai berkurang. Kebiasaan ini yang harus dihilangkan. Karena sebagai umat muslim, masjid dan musala harus dimakmurkan.

Satu lagi, jangan jadikan bulan suci Ramadan sebagai rutinitas yang harus dijalani setiap tahun. Isilah Ramadan dengan amalan dan ibadah yang dijalankan penuh keikhlasan. Sehingga amalan-amalan dan ibadah yang kita jalani akan mendatagkan pahala berlipat dari Allah SWT. (*)

Populer

Berita Terbaru

spot_img