alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Menjadi Incaran SMA-SMA Favorit

Dzaky Aulia Fadhil, Siswa dengan 91 Prestasi Nasional-Internasional

RADARSOLO.ID – Musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi hari yang sibuk bagi sebagian besar calon siswa untuk mencari sekolah. Berbeda dengan Dzaky Aulia Fadhil, 15. Lulusan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta ini, justru banyak dilamar sejumlah sekolah favorit.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Prestasi yang diraih Dzaky Aulia Fadhil patut diacungi jempol. Putra sulung pasangan orang tua Oka Setiawan dan Ambar Widhi Hapsary ini berhasil menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Tidak hanya itu, dia mengantongi 91 prestasi dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.

Dzaky sapaan akrabnya, mampu meraih peringkat pertama ujian sekolah dengan nilai rata-rata 97, 41. Rata-rata tersebut diraih dari jumlah nilai mata pelajaran yang diujikan saat ujian sekolah.

Ada delapan sekolah jenjang menengah atas yang meliriknya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah. Di antaranya SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Pradita Dirgantara Boyolali, SMA Kharisma Bangsa Tangerang, SMA Semesta Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta, SMA Fatih Aceh, dan SMA Pribadi Depok.

Dia mengakui keunggulan sekolah-sekolah tersebut, tetapi pilihan studinya sudah ditetapkan jauh sebelumnya.

“Semua sekolah itu bagus dan berkualitas. Tetapi sejak awal saya ingin melanjutkan studi di SMA Kesatuan Bangsa Jogjakarta,” jelasnya.

Sepintas tidak ada yang istimewa dengan penampilan Dzaky. Kegemarannya sama seperti siswa lain yaitu bermain sepak bola. Namun, ketika sudah berhadapan dengan soal-soal matematika, maka dalam sekejap mata soal-soal itu bisa diselesaikan dengan nilai sempurna.

Tak heran ketika masih duduk di bangku SMP, Dzaky berhasil meraih prestasi peringkat 1 Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota (OSN K) tingkat SMA/MA Kota Surakarta 2022 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek, baru-baru ini. Dzaky pun harus mempersiapkan diri bertarung di level berikutnya.

Sebelumnya, Dzaky menorehkan prestasi yang moncer dengan meraih juara 1 Kompetisi Sains Nasional (KSN) bidang matematika tingkat kota SMP/ MTs. Prestasi itu meningkat menjadi peringkat 10 KSN tingkat Provinsi Jawa Tengah. Medali perak KSN SMP/MTs bidang matematika tingkat nasional 2021 juga berhasil dia persembagkan.

Remaja yang ingin menekuni bidang IT (information teknologi) ini menceritakan pengalaman belajar semasa duduk di bangku SMP. Menurut dia, sarana dan prasarana sekolah sangat mendukung dalam segala bidang. Seperti kurikulum sekolah, iklim akademis, dan guru-gurunya. Terdapat kelas olimpiade dan bimbingan belajar dengan pendekatan personal yang baik dan berkualitas.

“Pada masa pandemi, biasanya sebagian besar aktivitas belajar dilakukan secara online, seperti sekolah online, bimbingan belajar online, dan kompetisi-kompetisi online,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Aryanto menjelaskan, sejak awal sekolah berdiri memiliki komitmen untuk mengembangkan siswa-siswi berbakat khusus. Sejalan dengan itu, terdapat program-program unggulan sekolah seperti kelas olimpiade, perlombaan internal dan eksternal sekolah, dan pendampingan belajar. Selain itu, iklim akademis tercipta dengan adanya penilaian yang dilakukan berupa TTS (test to success) mingguan, try in bulanan, kompetisi siswa, penghargaan setiap yang berprestasi, dan sebagainya.

“Sejak awal masuk ke sekolah, kami melakukan pemetaan potensi siswa. Hal itu menjadi dasar untuk melakukan treatment berikutnya berupa pembinaan kelas olimpiade, bimbingan khusus pendekatan personal, dan kesempatan untuk mengikuti kompetisi-kompetisi,” jelasnya. (*/bun)  

RADARSOLO.ID – Musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi hari yang sibuk bagi sebagian besar calon siswa untuk mencari sekolah. Berbeda dengan Dzaky Aulia Fadhil, 15. Lulusan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta ini, justru banyak dilamar sejumlah sekolah favorit.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Prestasi yang diraih Dzaky Aulia Fadhil patut diacungi jempol. Putra sulung pasangan orang tua Oka Setiawan dan Ambar Widhi Hapsary ini berhasil menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Tidak hanya itu, dia mengantongi 91 prestasi dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.

Dzaky sapaan akrabnya, mampu meraih peringkat pertama ujian sekolah dengan nilai rata-rata 97, 41. Rata-rata tersebut diraih dari jumlah nilai mata pelajaran yang diujikan saat ujian sekolah.

Ada delapan sekolah jenjang menengah atas yang meliriknya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah. Di antaranya SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Pradita Dirgantara Boyolali, SMA Kharisma Bangsa Tangerang, SMA Semesta Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta, SMA Fatih Aceh, dan SMA Pribadi Depok.

Dia mengakui keunggulan sekolah-sekolah tersebut, tetapi pilihan studinya sudah ditetapkan jauh sebelumnya.

“Semua sekolah itu bagus dan berkualitas. Tetapi sejak awal saya ingin melanjutkan studi di SMA Kesatuan Bangsa Jogjakarta,” jelasnya.

Sepintas tidak ada yang istimewa dengan penampilan Dzaky. Kegemarannya sama seperti siswa lain yaitu bermain sepak bola. Namun, ketika sudah berhadapan dengan soal-soal matematika, maka dalam sekejap mata soal-soal itu bisa diselesaikan dengan nilai sempurna.

Tak heran ketika masih duduk di bangku SMP, Dzaky berhasil meraih prestasi peringkat 1 Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota (OSN K) tingkat SMA/MA Kota Surakarta 2022 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek, baru-baru ini. Dzaky pun harus mempersiapkan diri bertarung di level berikutnya.

Sebelumnya, Dzaky menorehkan prestasi yang moncer dengan meraih juara 1 Kompetisi Sains Nasional (KSN) bidang matematika tingkat kota SMP/ MTs. Prestasi itu meningkat menjadi peringkat 10 KSN tingkat Provinsi Jawa Tengah. Medali perak KSN SMP/MTs bidang matematika tingkat nasional 2021 juga berhasil dia persembagkan.

Remaja yang ingin menekuni bidang IT (information teknologi) ini menceritakan pengalaman belajar semasa duduk di bangku SMP. Menurut dia, sarana dan prasarana sekolah sangat mendukung dalam segala bidang. Seperti kurikulum sekolah, iklim akademis, dan guru-gurunya. Terdapat kelas olimpiade dan bimbingan belajar dengan pendekatan personal yang baik dan berkualitas.

“Pada masa pandemi, biasanya sebagian besar aktivitas belajar dilakukan secara online, seperti sekolah online, bimbingan belajar online, dan kompetisi-kompetisi online,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Aryanto menjelaskan, sejak awal sekolah berdiri memiliki komitmen untuk mengembangkan siswa-siswi berbakat khusus. Sejalan dengan itu, terdapat program-program unggulan sekolah seperti kelas olimpiade, perlombaan internal dan eksternal sekolah, dan pendampingan belajar. Selain itu, iklim akademis tercipta dengan adanya penilaian yang dilakukan berupa TTS (test to success) mingguan, try in bulanan, kompetisi siswa, penghargaan setiap yang berprestasi, dan sebagainya.

“Sejak awal masuk ke sekolah, kami melakukan pemetaan potensi siswa. Hal itu menjadi dasar untuk melakukan treatment berikutnya berupa pembinaan kelas olimpiade, bimbingan khusus pendekatan personal, dan kesempatan untuk mengikuti kompetisi-kompetisi,” jelasnya. (*/bun)  

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/