24.7 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Kuncinya Bekerja Profesional dan Berani Inovasi

Bagas Windaryatno, dari Honorer, Kini Jabat Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo

SUKOHARJO – Memegang teguh kedisiplinan, berani, dan setia mengantarkan Bagas Windaryatno sukses meniti karir sebagai aparatur sipil negara. Seperti apa kiprahnya? Berikut petikan wawancaranya bersama Jawa Pos Radar Solo.

Sebelum menjadi ASN, bekerja di mana?

Setelah lulus SMA tahun 1986, saya melamar sebagai penyuluh peternakan di Provinsi Jawa Tengah. Diterima dan ditempatkan di Sukoharjo sebagai tenaga honorer penyuluh peternakan

Kapan mendapatkan SK CPNS?

Februari 1989. Diangkat CPNS 1990 bertugas di Sukoharjo. Menjadi penyuluh pertanian pada 1990-2010. Jadi penyuluh pertanian hampir 21 tahun.

Apakah hanya menggeluti bidang pertanian?

Tidak. Setelah jadi penyuluh pertanian, dipercaya menjabat kasi pemerintahan Kecamatan Grogol dan Kasi Kesos Kecamatan Weru selama 27 bulan. Lalu Kasubag Perekonomian selama sembilan bulan. Kembali lagi ke Kasi Pemerintahan Kecamatan Grogol tujuh bulan, kemudian menjadi sekcam Grogol dua tahun.

Pernah juga jadi camat ya?

Iya, camat Grogol. Sebelum menjadi camat Grogol, mendapatkan promosi sebagai camat Tawangsari selamat tiga bulan. Kemudian dialihtugaskan sebagai camat Grogol 2017. Kemudian, Mei 2021, selain camat, juga sebagai Plt kepala dinas pertanian dan perikanan. Setelah mengikuiti seleksi jabatan, pada September 2021 dilantik sebagai kepala dinas pertanian dan perikanan. Pernah juga menjadi Plt kepala dinas lingkungan hidup selama dua bulan. Saat ini menjadi Plt asisten 1 bidang pemerintahan dan kesra Sekda Sukoharjo.

Cita-citanya memang menjadi kepala dinas?

Tidak. Dari golongan 2A saat ini sudah 4B. Sebuah perjalanan yang selalu saya syukuri. Tidak pernah menyangka mendapat amanah seperti ini. Saya mencoba profesional, loyal pada pimpinan, disiplin, dan berani mengambil sikap. Tidak ada target menjadi pimpinan, tidak ada mimpi apapun. Mengawali karir dengan ijazah SMA golongan 2A. Namun Alhamdulillah berkesempatan pendidikan di Akademi Penyuluhan Pertanian Magelang. Meneruskan S1 di Fakultas Pertanian Unisri lulus 2006. Pada 2016 ikut pelatihan di Malaysia.

Pengalaman saat menjadi penyuluh pertanian?

Tugas penyuluh pertanian itu mengubah perilaku, sikap, dan keterampilan petani. Yang berkesan adalah berhasil menghntarkan kelompok tani di Sukoharjo menjadi juara Suprainsus tingkat nasional waktu zaman Presiden Soeharto. Menyelesaikan konflik masyarakat dengan perusahaan, sengketa dalam pilkades

Kunci suksesnya?

Disiplin, berani, dan setia. Disiplin jelas, datang ke kantor jam 06.30 nggak masalah. Pekerjaan belum selesai lembur sampai malam nggak masalah. Berani mengambil risiko untuk hal-hal baru. Jangan hanya di zona nyaman. Lalu, setia. Loyal terhadap pimpinan. Siapapun pimpinannya, kita harus setia. Kemudian, dalam bekerja harus solid, sinergi, sukses. Artinya, harus mempunyai tim yang solid, kemudian bersinergi dengan masyatakat dan instansi lain.

Progres pertanian saat ini?

Dulu masih manual dan terbatas. Penyuluh harus door to door ke kelompok tani. Namun, di era digital ini, media sosial, dan teknologi informasi sangat membantu penyuluh pertanian. Dulu membuat laporan secara manual. Sekarang mau bikin perencanaan, menyusun kegiatan, lokasi kegiatan sudah ada database. Sudah ada peta lokasi yang akurat. Sekarang lebih tersistem. Pemkab Sukoharjo dan Kementerian Pertanian akan tahu, saya penyuluhan di mana.

Bagaimana dengan regenerasi petani?

Usia petani banyak yang sudah di atas 45 tahun. Pertambahan petani muda lambat. Saat menjadi kepala dinas pertanian dan perikanan, saya membuat pemetaaan komposisi tenaga kerja petani. Melakukan terobosan dengan regenerasi petani, yaitu meningkatkan minat pemuda di bidang pertanian, baik on farm maupun off farm. Pertanian itu bukan hanya budi daya, tapi ada juga penjualan, persewaan alsintan (alat dan mesin pertanian), masih banyak lagi. Untuk menyukseskan inovasi itu, sudah ada payung hukumnya, Perbup Sukoharjo Nomor 2 tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan Petani Milenial.

Hasilnya seperti apa?

Trennya positif, banyak petani muda muncul. Ada forum petani milenial. Untuk menarik minat anak muda, kami gunakan cara anak muda.

Target di bidang pertanian?

Bukan hanya mengembangkan padi. Dalam waktu dekat ada sorgum. Saat ini sudah ada padi, porang dan kelapa genjah. (kwl/wa)

SUKOHARJO – Memegang teguh kedisiplinan, berani, dan setia mengantarkan Bagas Windaryatno sukses meniti karir sebagai aparatur sipil negara. Seperti apa kiprahnya? Berikut petikan wawancaranya bersama Jawa Pos Radar Solo.

Sebelum menjadi ASN, bekerja di mana?

Setelah lulus SMA tahun 1986, saya melamar sebagai penyuluh peternakan di Provinsi Jawa Tengah. Diterima dan ditempatkan di Sukoharjo sebagai tenaga honorer penyuluh peternakan

Kapan mendapatkan SK CPNS?

Februari 1989. Diangkat CPNS 1990 bertugas di Sukoharjo. Menjadi penyuluh pertanian pada 1990-2010. Jadi penyuluh pertanian hampir 21 tahun.

Apakah hanya menggeluti bidang pertanian?

Tidak. Setelah jadi penyuluh pertanian, dipercaya menjabat kasi pemerintahan Kecamatan Grogol dan Kasi Kesos Kecamatan Weru selama 27 bulan. Lalu Kasubag Perekonomian selama sembilan bulan. Kembali lagi ke Kasi Pemerintahan Kecamatan Grogol tujuh bulan, kemudian menjadi sekcam Grogol dua tahun.

Pernah juga jadi camat ya?

Iya, camat Grogol. Sebelum menjadi camat Grogol, mendapatkan promosi sebagai camat Tawangsari selamat tiga bulan. Kemudian dialihtugaskan sebagai camat Grogol 2017. Kemudian, Mei 2021, selain camat, juga sebagai Plt kepala dinas pertanian dan perikanan. Setelah mengikuiti seleksi jabatan, pada September 2021 dilantik sebagai kepala dinas pertanian dan perikanan. Pernah juga menjadi Plt kepala dinas lingkungan hidup selama dua bulan. Saat ini menjadi Plt asisten 1 bidang pemerintahan dan kesra Sekda Sukoharjo.

Cita-citanya memang menjadi kepala dinas?

Tidak. Dari golongan 2A saat ini sudah 4B. Sebuah perjalanan yang selalu saya syukuri. Tidak pernah menyangka mendapat amanah seperti ini. Saya mencoba profesional, loyal pada pimpinan, disiplin, dan berani mengambil sikap. Tidak ada target menjadi pimpinan, tidak ada mimpi apapun. Mengawali karir dengan ijazah SMA golongan 2A. Namun Alhamdulillah berkesempatan pendidikan di Akademi Penyuluhan Pertanian Magelang. Meneruskan S1 di Fakultas Pertanian Unisri lulus 2006. Pada 2016 ikut pelatihan di Malaysia.

Pengalaman saat menjadi penyuluh pertanian?

Tugas penyuluh pertanian itu mengubah perilaku, sikap, dan keterampilan petani. Yang berkesan adalah berhasil menghntarkan kelompok tani di Sukoharjo menjadi juara Suprainsus tingkat nasional waktu zaman Presiden Soeharto. Menyelesaikan konflik masyarakat dengan perusahaan, sengketa dalam pilkades

Kunci suksesnya?

Disiplin, berani, dan setia. Disiplin jelas, datang ke kantor jam 06.30 nggak masalah. Pekerjaan belum selesai lembur sampai malam nggak masalah. Berani mengambil risiko untuk hal-hal baru. Jangan hanya di zona nyaman. Lalu, setia. Loyal terhadap pimpinan. Siapapun pimpinannya, kita harus setia. Kemudian, dalam bekerja harus solid, sinergi, sukses. Artinya, harus mempunyai tim yang solid, kemudian bersinergi dengan masyatakat dan instansi lain.

Progres pertanian saat ini?

Dulu masih manual dan terbatas. Penyuluh harus door to door ke kelompok tani. Namun, di era digital ini, media sosial, dan teknologi informasi sangat membantu penyuluh pertanian. Dulu membuat laporan secara manual. Sekarang mau bikin perencanaan, menyusun kegiatan, lokasi kegiatan sudah ada database. Sudah ada peta lokasi yang akurat. Sekarang lebih tersistem. Pemkab Sukoharjo dan Kementerian Pertanian akan tahu, saya penyuluhan di mana.

Bagaimana dengan regenerasi petani?

Usia petani banyak yang sudah di atas 45 tahun. Pertambahan petani muda lambat. Saat menjadi kepala dinas pertanian dan perikanan, saya membuat pemetaaan komposisi tenaga kerja petani. Melakukan terobosan dengan regenerasi petani, yaitu meningkatkan minat pemuda di bidang pertanian, baik on farm maupun off farm. Pertanian itu bukan hanya budi daya, tapi ada juga penjualan, persewaan alsintan (alat dan mesin pertanian), masih banyak lagi. Untuk menyukseskan inovasi itu, sudah ada payung hukumnya, Perbup Sukoharjo Nomor 2 tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan Petani Milenial.

Hasilnya seperti apa?

Trennya positif, banyak petani muda muncul. Ada forum petani milenial. Untuk menarik minat anak muda, kami gunakan cara anak muda.

Target di bidang pertanian?

Bukan hanya mengembangkan padi. Dalam waktu dekat ada sorgum. Saat ini sudah ada padi, porang dan kelapa genjah. (kwl/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/