alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Kaktus Gymnocalycium: Si Mini Penghias Fasad

RADARSOLO.ID – Kaktus yang satu ini bentuknya unik. Punya kuncup bunga dan tanpa duri. Berwarna cerah yang beragam dan cantik. Cocok diletakkan di dalam rumah, sebagai salah satu hiasan interior. Namanya: kaktus gymnocalycium.

Chin cactus alias gymnocalycium, merupakan genus dari sekitar 70 spesies kaktus asal amerika Latin. Namun, ada juga kaktus gymno lokal yang banyak dibudidayakan plant lover di tanah air, termasuk Kota Bengawan.

Bentuknya yang unik, membuat kaktus gymno jadi favorit pecinta sukulen. Jika plant lover merawat kaktus gymno dengan baik, bakal tumbuh bunga yang tidak kalah cantiknya.

“Kaktus gymno ini warnanya cerah. Ada jingga, pink, ungu, merah, dan kuning. Karena bentuknya yang mini dan berwarna-warni, cocok dijadikan hiasan rumah. Bisa diletakkan di meja, sudut jendela, atau ditata berjajar di teras,” ungkap plant lover asal Kota Solo Hafidh Krisna, kemarin (30/1).

Hafidh dikenal sebagai kolektor kaktus. Dia punya koleksi berbagai jenis. Tapi, saat ditanya kaktus yang paling menarik perhatiannya, dia mantap menjawab gymno. Karena merawat si mungil ini relatif mudah.

Soal perawatan, cukup disiram air sekali dalam sepekan. Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah. Sekaligus membuat akar tanaman lebih segar.

“Kaktus gymno suka sinar matahari. Meskipun sering ditempatkan di dalam ruangan, tapi sesekali letakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Ingat, jangan terpapar langsung. Cukup diletakkan di dekat jendela,” pesannya.

Perlu diingat juga, lanjut Hafidh, yakni memerhatikan kondisi pot. Pastikan pot memiliki sistem drainase yang lancar. Agar air hasil penyiraman, langsung mengalir keluar dari pot. Fungsinya agar tanaman tumbuh dengan baik.

“Karena penyiramannya cukup seminggu sekali, jadi pantau terus kondisi pot. Bisa dilakukan saat akan menyiram tanaman. Jadi, penyiraman bisa optimal karena air mengalir maksimal ke seluruh tanaman,” bebernya.

Selain perawatan mudah, kaktus gymno juga punya prospek bisnis yang menjanjikan. Hafidh mengaku membeli dari produsen sekitar Rp 15 ribu- Rp 20 ribu per batang. Kemudian berhasil dibudidayakan sendiri. Caranya, dengan memisahkan anakan kaktus yang sudah besar dari induknan. Supaya menjadi tanaman baru.

“Nah, tanaman baru hasil kembang biak ini saya jual Rp 35 ribu-Rp 50 ribu. Masih banyak konsumen yang berminat. Karena tanaman ini punya daya tarik dari bentuk dan warnanya,” ujarnya.

Soal penjualan, Hafidh mengaku rajin mengikuti pameran. Selain itu, juga menjual via online. “Perawatan tidak membutuhkan effort besar. Makanya saya senang merawat kaktus gymno. Hasilnya juga lumayan,” bebernya. (aya/fer/dam)

RADARSOLO.ID – Kaktus yang satu ini bentuknya unik. Punya kuncup bunga dan tanpa duri. Berwarna cerah yang beragam dan cantik. Cocok diletakkan di dalam rumah, sebagai salah satu hiasan interior. Namanya: kaktus gymnocalycium.

Chin cactus alias gymnocalycium, merupakan genus dari sekitar 70 spesies kaktus asal amerika Latin. Namun, ada juga kaktus gymno lokal yang banyak dibudidayakan plant lover di tanah air, termasuk Kota Bengawan.

Bentuknya yang unik, membuat kaktus gymno jadi favorit pecinta sukulen. Jika plant lover merawat kaktus gymno dengan baik, bakal tumbuh bunga yang tidak kalah cantiknya.

“Kaktus gymno ini warnanya cerah. Ada jingga, pink, ungu, merah, dan kuning. Karena bentuknya yang mini dan berwarna-warni, cocok dijadikan hiasan rumah. Bisa diletakkan di meja, sudut jendela, atau ditata berjajar di teras,” ungkap plant lover asal Kota Solo Hafidh Krisna, kemarin (30/1).

Hafidh dikenal sebagai kolektor kaktus. Dia punya koleksi berbagai jenis. Tapi, saat ditanya kaktus yang paling menarik perhatiannya, dia mantap menjawab gymno. Karena merawat si mungil ini relatif mudah.

Soal perawatan, cukup disiram air sekali dalam sepekan. Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah. Sekaligus membuat akar tanaman lebih segar.

“Kaktus gymno suka sinar matahari. Meskipun sering ditempatkan di dalam ruangan, tapi sesekali letakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Ingat, jangan terpapar langsung. Cukup diletakkan di dekat jendela,” pesannya.

Perlu diingat juga, lanjut Hafidh, yakni memerhatikan kondisi pot. Pastikan pot memiliki sistem drainase yang lancar. Agar air hasil penyiraman, langsung mengalir keluar dari pot. Fungsinya agar tanaman tumbuh dengan baik.

“Karena penyiramannya cukup seminggu sekali, jadi pantau terus kondisi pot. Bisa dilakukan saat akan menyiram tanaman. Jadi, penyiraman bisa optimal karena air mengalir maksimal ke seluruh tanaman,” bebernya.

Selain perawatan mudah, kaktus gymno juga punya prospek bisnis yang menjanjikan. Hafidh mengaku membeli dari produsen sekitar Rp 15 ribu- Rp 20 ribu per batang. Kemudian berhasil dibudidayakan sendiri. Caranya, dengan memisahkan anakan kaktus yang sudah besar dari induknan. Supaya menjadi tanaman baru.

“Nah, tanaman baru hasil kembang biak ini saya jual Rp 35 ribu-Rp 50 ribu. Masih banyak konsumen yang berminat. Karena tanaman ini punya daya tarik dari bentuk dan warnanya,” ujarnya.

Soal penjualan, Hafidh mengaku rajin mengikuti pameran. Selain itu, juga menjual via online. “Perawatan tidak membutuhkan effort besar. Makanya saya senang merawat kaktus gymno. Hasilnya juga lumayan,” bebernya. (aya/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/