Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar, Sarana Kebugaran Jiwa Raga

M
Penulis: Mannisa Elfira❯
Ujian pagelaran karya seni promosi doktor di ISI Surakarta, dengan judul Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar di Fakultas Seni Pertunjukan kampus setempat, Kamis (30/11/2023).
Ujian pagelaran karya seni promosi doktor di ISI Surakarta, dengan judul Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar di Fakultas Seni Pertunjukan kampus setempat, Kamis (30/11/2023).


RADARSOLO.COM-Dosen, seniman, dan intelektual tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Matheus Wasi Bantolo menyajikan karya berjudul Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar, belum lama ini.


Advertisement

Karya ini melibatkan lebih dari 300 penari. Dipusatkan di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) kampus setempat.

Ratusan penari dengan melepas alas kaki, menyebar ke lingkungan FSP ISI Surakarta. Mereka hendak mengikuti pergelaran Laras Loka Lampah: Membongkar Bugar.

Tak berselang lama, mereka mulai menggerakkan tubuhnya sambil bersuara.

Advertisement

“Ada sekira 300-an penari, bahkan mungkin lebih. Ditambah tamu dan prodi-prodi lain yang terlibat,” kata Bantolo kepada radarsolo.com.

Selepas itu Bantolo dan seluruh partisipan naik ke Pedapa GPH Djojokusumo. Tempat yang menjadi saksi, di mana Bantolo mempertahankan ujian pertanggungjawaban terbuka karya seni promosi doktor.

“Yang di bawah (lingkungan fakultas) dan di atas itu satu kesatuan. Namun yang di pendapa itu lebih kepada presentasinya,” imbuhnya.

Advertisement

Bantolo mempresentasikan penyampaian substansi dengan pointer hidup, bersanding dengan PowerPoint digital. Ibaratnya live arts pointer. Di mana PowerPoint-nya hidup dan melibatkan penari.

“Kalau yang di bawah tidak pakai seragam, memang bebas. Terpenting orang bisa bergerak dengan nyaman. Part of exercise. Jadi nyaman bergerak untuk bersuara. Tidak menganggu apa yang dilakukan,” papar Bantolo.

Berbeda dengan di pendapa, penari mengenakan kostum khusus. Berbentuk celemek dengan warna tone tanah yang memiliki arti tersendiri.

“Celemek itu melayani. Kaitannya saat bersama-sama dalam workshop atau seminar, ini kan showing kepada orang yang mendengarkan atau mengikuti,” jelasnya.

Sementara itu, tone tanah melambangkan kedekatan dengan alam sekitar. Ditambah motif garis-garis yang menggambarkan ketajaman suatu keyakinan.

Lalu, apa arti dari penelitian dan karya yang disajikan ini? Bantolo membeberkan, ini adalah karya yang berhubungan dengan fenomena nembang mbeksa.

Diartikan sebagai ekspresi dengan penyuaraan gerak, untuk kepentingan optimalisasi kemampuan tubuh.

“Ini satu kesatuan. Laras Loka Lampah adalah pengembaraan kesemestaan diri dan raya, dengan kesadaran penuh untuk mencapai keseimbangan jiwa raga via metode nembang mbeksa,” bebernya.

Kemudian Membongkar Bugar artinya suatu peristiwa yang berhubungan dengan penyuaraan pergerakan, sebagai sarana untuk kebugaran. Ini erat kaitannya dengan nilai-nilai artistik, sekaligus praktik kebugaran.

Bicara proses, Bantolo butuh waktu cukup lama. Risetnya ini berangkat dari karya-karya sebelumnya yang berhubungan dengan opera acapela dan tari. Di mana mayoritas menggunakan ekspresi nembang mbeksa.

“Jadi sudah sejak 1998 lalu. Kemudian dua tahun ini, menghubungkan praktik artistik dan kebugaran. Kemudian setahun untuk berproses dengan teman-teman dan bereksperimen,” lanjut Bantolo.

Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan tari, yang bermanfaat bagi kemaslahatan manusia. Sekaligus upaya pengembangan demi kemajuan kebudayaan. (nis/fer)

Advertisement

Artikel Terkait

ISI Surakarta Mewisuda 532 Lulusan, 203 Wisudawan Raih Predikat Cum Laude

ISI Surakarta Mewisuda 532 Lulusan, 203 Wisudawan Raih Predikat Cum Laude

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mewisuda 532 lulusan program sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor di Pendapa Ageng KGPH Joyokusumo, Kampus Kentingan, Kamis (15/10).

Dari Tenun Imagi, Gigih Wiyono Merajut Harapan agar Karya Perupa Terus Dikenal

Dari Tenun Imagi, Gigih Wiyono Merajut Harapan agar Karya Perupa Terus Dikenal

Gigih Wiyono menggagas galeri bersama alumni ISI Surakarta agar karya perupa tetap bisa dinikmati masyarakat setelah pameran Tenun Imagi berakhir.

Job Fair di Gedung GPH Joyokusumo ISI Solo Sediakan 2.300 Lowongan, Batas Usia Jadi Kendala

Job Fair di Gedung GPH Joyokusumo ISI Solo Sediakan 2.300 Lowongan, Batas Usia Jadi Kendala

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo Pramutedy Sukoco menjelaskan, Job Fair ISI Surakarta di Gedung GPH Joyokusumo, Rabu (7/10) pertemukan perusahaan dengan pencari kerja sacara langsung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer