Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Rangkul Advokat Muda, Konsisten Bantu Masyarakat Marginal

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 27 Desember 2020 | 18:28 WIB
Photo
Photo
Muhammad Barus Zaman  sudah mengambdikan diri selama 24 tahun di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Dewan Persatuan Advokat Indonsia (Peradi) Solo. Selama itu, dia fokus pada edukasi politik dan pendampingan hukum bagi masyarakat marginal

PATUNG Dewi Themis perlambang keadilan dari mitologi Yunani menghias meja kerja Muhammad Barus Zaman di kantor Konsultan Hukum MBZ Keadilan. Dibalik penampilannya yang selalu energik dan necis, ribuan kasus hukum berhasil diselesaikannya.

Di samping itu, dia juga getol perjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil. Termasuk memberi literasi hukum lewat edukasi. Baik lewat konsultasi hukum, kegiatan yang melibatkan masyarakat, dan lain sebagainya. Tujuannya agar literasi hukum meningkat dan masyarakat lebih melek hukum.

“Kalau masyarakat tahu dan melek hukum, advokat akan tetap digunakan. Kalau masyarakat tidak tahu hukum, jelas advokat tidak akan digunakan. Makanya saya mengimbau advokat muda agar terus mengedukasi hukum kepada masyarakat,” ungkap pria kelahiran Boyolali, 1969 tersebut.

Di mata Badrus, masyarakat punya hak membela diri tanpa libatkan advokat. Meski ada yang tidak berani melakukannya, sehingga butuh bantuan advokat.

“Edukasi ini penting agar masyarakat tahu, mereka bisa membela diri sendiri. Misalnya kasus perdata. Itu bisa dilindungi hak sendiri. Masyarakat yang bingung tentang hukum bisa tanya ke advokat. Saya siap membantu tanpa harus memakai jasa,” imbuhnya.

Selama ini, Badrus dikenal getol dampingi klien dari kalangan marginal. Baik korban kekerasan hingga gugatan pada perusahaan besar. Bahkan sejak dua dekade lalu, dia pernah menggunggat perdata sebuah PT besar di Kota Solo. Termasuk refleksi berbagai kasus yang ditangani. Sebagai pengingat untuk terus mengabdi pada masyarakat.

“Masyarakat berani saja, sudah luar biasa. Bisa dengan pendampingan advokat-advokat yang kuat seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Karena ada beberapa kasus intimidasi pihak lain. Dan LBH memiliki kewajiban dampingi masyarakat,” urainya.

Selama berkarir, Badrus ikut merangkul para advokat muda. Terbukti, anggota Peradi Solo yang sebelumnya hanya 150 orang, kini bertambah jadi 500 orang.

Dengan merangkul anak muda, mereka sama-sama belajar. Bahwa hukum selalu berkembang, sejurus dengan perkembangan zaman. Tiap kasus memiliki karakteristik penyelesaian yang berbeda. Terlambat melek literasi, bakal ketinggalan.

Nah, menuju 2021, Badrus berharap literasi hukum masyarakat semakin baik. Dia mengingatkan agar para advokat bekerja profesional. Karena advokat pun tidak kebal hukum.

“Hidup adalah perjuangan. Dan saat ini saya tengah menempuh pendidikan S3. Supaya bisa menginspirasi orang lain. Termasuk anak saya dan masyarakat. Meski sudah umur, tetap semangat belajar,” tandasnya. (rgl/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra
#badrus zaman #Advokat Muda