Pakis pohon atau Cyathea tidak bisa dikembang biakan. Sementara eksploitasi besar-besaran untuk dijadikan media tanam membuat tanaman ini semakin langka. Hingga akhirnya pakis pohon termasuk yang dilindungi. Demi membantu pelestarian, konservasi dilakukan di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB).
Staf Teknis Koleksi UPT KRIB DLH Boyolali Yunus Puratmoko mengatakan paku-pakuan memiliki spesifikasi khusus. Berbeda dengan tanaman lainnya, paku-pakuan termasuk pakis pohon tidak bisa dikembangbiakan. Meskipun spora-spora tanaman menempel pada bagian belakang daun.
”Pakis pohon ini sering diburu untuk dijadikan media tanam. Biasanya untuk bunga-bunga anggrek, gelombang cinta dan lainnya. Sayang, karena sering diburu, pohon pakis mulai langka,” ujar Yunus, Jumat (3/9).
Pakis pohon biasa ditemui di daerah lereng Merapi dan Merbabu. Saat ini pakis pohon termasuk sebagai tanaman dilindungi. Selain eksploitasi yang berlebihan, pohon pakis tak bisa dikembang biakan. Semua tergantung pada alam.
Sedangkan batang pakis pohon ditebang dan dilubangi untuk media tanam. Otomatis, tiap pengambilan harus menebang pakis pohon. Tim KRIB lantas mencari pakis pohon ini di daerah Ngagrong, Ampel. Dari sepuluh batang pohon yang diambil, hanya lima yang hidup.
”Kecenderungan untuk hidup di daerah lembab membuat pakis pohon susah dipindahkan. Karena cuacanya berbeda saja, lima pakis pohon yang ditanam di luar doom mengering dan mati,” terangnya
Perawatan pakis pohon untuk konservasi tidaklah mudah. KRIB harus membuat doom sebagai penutup dari sinar matahari sekaligus untuk menjaga kelembaban udara. Penyiraman juga dilakukan setiap saat dan otomatis. Karena rawan kering.
”Hidup lima aja kami sudah senang sekali. Paling tidak kami membantu dalam konservasi. Karena pakis pohon dan paku-pakuan itu unik. Tidak bisa dibudidayakan karena tidak bisa ditanam maupun dikembangbiakan oleh manusia,” terangnya
Koleksi paku-pakuan yang ditanam di doom KRIB ada 14 suku, 19 marga, 31 spesies dan 219 spesimen. Perawatan dengan pemyiraman setiap saat terus dilakukan. Saat ini, dahan-dahan baru pakis pohon mulai tumbuh. Meski dijadikan media tanam, pakis pohon cantik juga untuk dinikmati. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram