Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Upaya Selamatkan Sapi Indukan dengan Cara Operasi Caesar

Damianus Bram • Kamis, 10 Februari 2022 | 15:15 WIB
JAGA REGENERASI: Kepala DPP Sukoharjo Bagas Windaryatno (baju merah) memantau petugas kesehatan hewan menolong sapi melahirkan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
JAGA REGENERASI: Kepala DPP Sukoharjo Bagas Windaryatno (baju merah) memantau petugas kesehatan hewan menolong sapi melahirkan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Operasi caesar biasa dilakukan terhadap ibu yang mengalami kesulitan dalam persalinan normal. Nah, cara ini kini juga diterapkan pada hewan yang mengalami kendala ketika beranak.

IWAN KAWUL, Sukoharjo, Radar Solo

Sejumlah petugas dengan alat pelindung diri tampak sedang mempersiakan perlengkapan  operasi di UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Pertanian (DPP) Sukoharjo.

Ya, pagi itu tim kesehatan hewan yang dipimpin drh Leni Sri Lestari akan melakukan operasi caesar terhadap sapi indukan milik Tarjo, warga Polokarto, yang mengalami kesulitan melahirkan.

Leni dan timnya kemudian memeriksa kondisi kandungan sapi betina ini. Dengan cekatan, Leni mengecek kondisi kandungan sapi, sementara tim lain menengankan sapi yang sedikit mulai berontak.

"Posisi anak sapi tidak normal sehingga induknya kesulitan melahirkan. Kami harus mereposisi agar anak sapi bisa segera dilahirkan,” kata Leni sambil tanggannya merogoh kandungan sapi untuk membetulkan posisi anak sapi.

Leni mengatakan, tim akan berusaha agar sapi bisa melahirkan normal. Baru setelah usaha maksimal gagal akan dilakukan operasi caesar. "Kita coba normal dulu ini, baru nanti kalau sulit, kami lakukan caesar," katanya.

Tim pun mulai berjibaku menarik anak sapi keluar dari kandungan induknya. Tim sempat kewalahan karena sapi beberapa kali terduduk, sehingga menyulitkan tim menarik keluar anak sapi.

Dengan cekatan Leni lantas memasang tali di kaki anak sapi yang mulai nampak keluar, kemudian salah satu anggota tim menarik tali dengan badannya. Dengan komando dari Kepala DPP Sukoharjo Bagas Windaryatmo yang memantau di lokasi, dalam hitungan ketiga akhirnya, anak sapi bisa dikeluarkan.

"Satu, dua, tiga tarik! satu, dua, tiga tarik !," seru Bagas mengkomando tim kesehatan hewan yang sedang bekerja.

Sayang, setelah melalui proses yang cukup menegangkan itu, begitu anak sapi bisa ditarik keluar kondisinya sudah tidak bernyawa alias mati. Leni menduga anak sapi sudah mati di dalam kandungan sebelum dibawa ke RPH untuk diambil tindakan.

Tarjo, pemilik sapi tak bisa sembunyikan kesedihannya, namun hal itu bisa cepat dipupus. "Tidak apa-apak pak, yang penting induknya selamat. Habis ini dikasih obat, langsung bisa dibawa pulang. Dua bulan lagi, kalau sapinya sehat, sudah siap kawin lagi," kata Bagas menenangkan Tarjo.

Bagas mengatakan, upaya ini dilakukan untuk sapi yang kesulitan melahirkan. Hal ini dilakukan agar sapi betina dan anaknya selamat. Petugas berusaha maksimal agar sapi yang kesulitan melahirkan tidak disembelih paksa.

“Kalau upaya membantu kelahiran berhasil, sapi bisa bereproduksi lagi," kata Bagas.

Bagas menyebut sapi mengalami distorsia atau posisinya tidak normal sehingga tidak bisa dilahirkan normal. Upaya yang dilakukan harus direposisi untuk selanjutnya ditarik keluar. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Operasi Caesar Sapi Indukan #Operasi Cesar Sapi #Selamatkan Sapi Indukan #DPP Sukoharjo