Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Budi Santoso, Perangkat Desa yang Melek Pertanian

Damianus Bram • Minggu, 15 Mei 2022 | 23:00 WIB
SUBUR: Warga Kampung Klurahan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo memandaikan kerbau di irigasi persawahan desa setempat. (DOK. MEDIA SOSIAL)
SUBUR: Warga Kampung Klurahan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo memandaikan kerbau di irigasi persawahan desa setempat. (DOK. MEDIA SOSIAL)
RADARSOLO.ID - Kesibukan sebagai kepala urusan (kaur) perencanaan Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto tak mengekang konsentrasi Budi Santoso mengembangkan pertanian dengan cara berbeda, yakni persemaian bibit padi menggunakan nampan. Seperti apa? Berikut petikan wawancaranya bersama Jawa Pos Radar Solo.

Apa kabar Pak Budi? Sejak kapan mulai menyemaikan bibit padi menggunakan nampan?

Alhamdulillah baik. Penyemaian memakai nampan saya mulai akhir 2018. Awalnya memanfaatkan lahan di belakang rumah seluas 200 meter persegi. Sekarang permintaan bibit semakin banyak. Kini saya menggunakan tanah bengkok seluas 3.000 meter persegi.

Keuntungan semai bibit padi pakai nampan?

Disemai di sawah, bibit banyak musuhnya. Ada burung dan keong. Dari 5 kilogram benih, hanya 70 persen yang bisa tumbuh. Sisanya diserang hama. Dengan metode nampan, tingkat keberhasilan bisa 99 persen. Selain itu, bibit dari nampan tumbuh lebih padat. Dari sejumput bibit, bisa menjadi 50 pohon padi. Bibit yang sudah ditanam bisa langsung tumbuh, tidak stres.

Adakah manfaat lainnya?

Kalau di-daut (mencabut bibit padi dari tempat semai) biasanya biji padinya atau akarnya tertinggal. Kalau pakai nampan, akar dan biji padi masih menempel di batang, sehingga akan menjadi makanan tanaman padi.

Bagaimana dengan hasil panennya?

Beberapa kali mencoba menanam dengan bibit metode tanam nampan, hasil panen lebih banyak. Petani akan lebih hemat. Apalagi menanamnya menggunakan transplanter. Minimal bisa menghemat pembuatan persemaian, karena kalau memakai jasa tukang semai, biaya makan minum, upah dan lainnya sekitar Rp 500 ribu.

Satu nampan bisa untuk berapa banyak bibit padi?

Bibit padi seberat 5 kilogram seharga Rp 50 ribu bisa menjadi 30 nampan yang ukuran per nampan 30x60 sentimeter. Cukup untuk lahan seluas  1.200 meter persegi hingga 1.500 meter persegi. Nampan ini hanya media cetakan dengan alas plastik. Setelah bibit tumbuh, nampan diambil untuk tanam benih selanjutnya.

Jumlah pelanggan bibit padi saat ini?

Ada sekitar 120 petani di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban. Bulan lalu mengerjakan jasa sebar benik sekitar 250 sak ukuran 5 kilogram dengan upah jasa Rp 90 ribu per sak. (kwl/wa) Editor : Damianus Bram
#budi santoso #Perangkat Desa yang Melek Pertanian #Penyemaian Bibit Padi