A. CHRISTIAN, Solo, Radar Solo
Wajah Bagas dan Risky tampak berbinar ketika didatangi Kapolsek Banjarsari AKP Pardjono di sebuah kos sederhana di Gilingan, Banjarsari. Di tempat itu, kedua bocah ini tinggal bersama ibunya Ani Sri Andini, 38, dan adiknya Azka Aprilio yang masih berusia lima tahun.
Bagus menjadi pemulung karena ingin membantu ibu dan membelikan sepeda untuk adiknya. “Sisanya untuk makan sehari-hari,” katanya.
Ini dilakukan Bagas karena sang ayah telah meninggal setahun yang lalu karena sakit. Meski masih belia, dia sebagai anak pertama paham juga harus membantu perekonomian keluarga. “Kasian kalau ibu harus kerja sendiri. Adik saya masih ada dua,” ungkapnya.
Bagas biasa mengais barang bekas seperti koran bekas, botol platik dan lainnya di kawasan Pasar Klewer. Setelah mendapat rosokan yang cukup, dia akan menjualnya kepada pengepul.
“Biasaya bawa pulang uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu. Nanti saya kasih ke ibu buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada juga dilakukan Rizky. Namun area kerja bocah laki-laki ini sepanjang Jalan Piere Tendean Nusukan. Awalnya dia ikut sang ibu memulung. Namun sejak enam bulan lalu, dia memberianikan diri memulung sendiri. “Ya kadang kehujanan, kadang juga kepanasan, sudah biasa. Tapi tetap semangat buat bantu ibu,” ucapnya.
Risky saat ini bersama dengan kakaknya Bagas sudah terdaftar sebagai siswa SD Negeri Rejosari. Namun karena keterbatasan biaya, mimpi mereka untuk mengenyam pendidikan yang layak belum terwujud. Risky mengatakan nanti apabila sudah masuk sekolah akan rajin belajar. Namun dia tetap akan ikut memulung ibunya sore hari setelah pulang sekolah.
Meski harus menjalani kehidupan yang terjadi, Risky tak patah semangat. Dia bercita - cita ingin menjadi seorang polisi. Nah, belum lama ini indekos mereka disambangi jajaran Polsek Banjarsari. Dengan penuh kekeluargaan dan keakraban, Kapolsek Banjarsari AKP Pardjono bersama Muspika Kecamatan Banjarsari memberikan bantuan biaya sekolah kepada dua anak ini.
“Sebelumnya kami sudah memberikan bantuan paket sembako serta buku tulis buat Risky dan keluarga. Dan pagi tadi kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Banjarsari kembali memberikan biaya untuk membeli peralatan sekolah bagi Risky,” ujar kapolsek.
Kapolsek juga terharu dengan kegigihan kedua kakak beradik ini yang tak malu menjadi seorang pemulung untuk membantu perekonomian keluarga mereka. Setelah mendapati fakta kalau mereka ternyata tidak bersekolah, akhirnya Forkompimcam Banjarsari berkoordinasi untuk membantu kedua anak ini agar bisa sekolah.
“Tentu dengan bisa mengenyam pendidikan yang baik, akan mampu menaikkan derajat perekonomian mereka. Serta mewujudkan cita-cita dua kakak beradik ini. Pesan saya kalau nanti sudah sekolah, belajar yang lebih giat lagi,” ujar kapolsek. (*/bun) Editor : Damianus Bram