Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kepincut Kemolekan Ikan Gabus Hias

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 13 Juli 2022 | 21:54 WIB
Photo
Photo
SEMAKIN banyak yang tertarik memelihara ikan gabus hias. Bahkan, ada yang sudah lama menggemari arwana, jatuh hati pada ikan dari keluarga Channidae itu.

—————————————————————————————————————————————–

Memelihara ikan gabus memang cocok untuk yang tidak mau repot. Hampir mirip dengan memelihara cupang.

Tidak perlu sering-sering ganti air. Pun tidak butuh pompa air berstandar tinggi seperti saat memelihara ikan hias pada umumnya.

Saat ini jenis gabus hias yang banyak dipelihara penghobi adalah Channa maru dan Channa aurantimaculata. ’’Channa itu sebutan untuk ikan gabus,’’ kata Rajibi Salam. Channa adalah nama genus dari ikan gabus.

Pria yang akrab disapa Ibi itu mengaku sudah beberapa waktu terakhir beralih dari memelihara arwana ke gabus hias.

Menurut dia, setiap ikan gabus hias memiliki keunggulan atau karakteristik.

Dia menjelaskan, habitat ikan Channa maru ada di Asia Tenggara seperti di Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia, ikan ini banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatera.

Ikan di setiap daerah itu memiliki kekhasan masing-masing.

Pria 38 tahun itu mencontohkan salah satu Channa yang berasal dari Kalimantan adalah Channa maru yellow sentarum. Sesuai dengan namanya, ikan tersebut berasal dari Danau Sentarum di Kalimantan Barat.
Rajibi Salam mengamati polah Chana Maruliodes koleksinya. Dia mengaku beralih hati dari memelihara arwana ke ikan gabus hias. (Muhammad Ali/Jawa Pos)

Selain itu, di Kalimantan ada Channa red sampit yang warnanya cukup mencolok. Sementara itu, warna ikan Channa dari Sumatera atau Riau cenderung oranye.

Channa aurantimaculata atau sering disebut Channa auranti berasal dari India. Tepatnya dari daerah aliran sungai (DAS) Brahmaputra.

’’Sampai sekarang, Channa auranti belum bisa dibudidayakan di Indonesia. Jadi, harus didatangkan langsung dari India,’’ katanya.

Ibi menyatakan, di tengah kian banyaknya penghobi ikan Channa, kegiatan kontes juga semakin ramai. Untuk setiap jenis Channa tadi, penilaian dalam kontes juga berbeda-beda.

Untuk Channa maru, yang dinilai adalah motifnya. Ikan maru yang memiliki motif sama persis atau simetris antara kedua sisi tubuhnya memiliki nilai lebih.

Selain itu, motif hitam di badan Channa maru bisa membentuk motif bunga. ’’Motif bunga ini yang dicari. Semakin banyak motif bunganya, harganya makin mahal,’’ tuturnya.

Motif bunga itu muncul karena ada sebagian sisik yang mengering sehingga muncul warna putih berkilau menyerupai kelopak bunga.

Ibi menyatakan, ada beberapa upaya khusus untuk merangsang munculnya motif bunga pada badan Channa maru.

Dia menyatakan, salah satu cara merangsang munculnya motif bunga itu adalah menjemur ikannya.

Caranya, meletakkan akuarium di tempat terbuka. ’’Pengalaman saya, (butuh proses, Red) di atas setahun baru muncul motif bunga,’’ jelasnya.

Sementara itu, untuk kontes Channa auranti, umumnya dinilai dari mental ikan tersebut. Ketika dirangsang dengan tangan dari luar akuarium, ikan Channa langsung berontak sambil mangap-mangap.

Kemudian, bagian insangnya terbuka seperti kontes cupang.

Selain itu, ikan Channa auranti dinilai dari warnanya. Biasanya usia 1,5 tahun sudah muncul warnanya. Untuk merangsang warna tersebut, bisa dengan memberikan makanan hidup seperti cacing atau katak.

Khusus untuk Channa auranti, diperlukan air dengan suhu rendah. Sesuai dengan habitat aslinya di India sana. Caranya, bisa dengan memberi kipas. Atau, memasukkan es batu secara berkala. Editor : Perdana Bayu Saputra
#ikan gabus #hobi #channa marulioides yellow