Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Sogok Ontong, Burung yang Suka Manis-manis

Damianus Bram • Minggu, 17 Juli 2022 | 22:00 WIB
HOBI: Endro Susilo merawat burung sogon ijo kelangenannya dengan penuh kasih sayang.  (M. IHSAN/RADAR SOLO)
HOBI: Endro Susilo merawat burung sogon ijo kelangenannya dengan penuh kasih sayang. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Ukuran bodi burung ini hanya sekitar sebesar ibu jari tangan orang dewasa. Tapi suaranya cemengkling dan banyak variasinya. Itu yang menjadi salah satu daya pikat sogok ontong alias sogon.

Penyematan nama tersebut lantaran paruhnya yang berbentuk pipih dan memanjang layaknya sebuah sogok (bilah untuk menyogok), sedangkan ontong adalah jantung pisang.

“Burung ini juga dikenal karena makannya dari sari bunga. Paruhnya yang seperti sogok itu dipakai mengisap madu dari bunga,” ujar Endro Susilo, 40, penghobi kolibri asal Solo.

Seperti burung kolibri pada umumnya, sogon merupakan spesies burung yang bergantung pada nektar bunga untuk metabolisme tubuhnya.

"Di alam liar, sogon ijo biasanya makan dari bunga. Paruhnya yang kecil dan panjang itu masuk ke bunga untuk mengisap madunya," tutur Endro.

Nah, ketika menjadi hewan peliharaan, ada perubahan menu makanannya. Endro biasa memberinya kental manis, sirup atau air gula (pasir/jawa).

"Pakannya memang yang manis-manis, tapi harus pintar-pintar menakarnya. Jangan sampai terlalu manis atau terlalu encer. Kalau saya, kental manis saya campur sirup warna merah, atau air gula pasir, bisa juga air gula jawa. Kalau takarannya pas, pasti burungya bisa hidup. Pendampingnya kroto dan ulat balap," bebernya.

Selain suaranya, warna hijau tua pada bagian tubuh atas dan sayap, berpadu warna kekuningan pada bagian tubuh bawah, menjadikan burung ini sedap dipandang mata.

Keunikan lainnya, ketika terbang, bisa sampai puluhan kepakan sayap per sekian detiknya. Saking cepatnya kepakan sayap, Endro menyebut seperti baling-baling helikopter.

Dari segi pemeliharaan, sogon ijo mudah dirawat. Burung jenis ini lebih senang mandi sendiri. Karena itu, kandangnya harus dilengkapi wadah khusus air untuk mandi. Penjemuran cukup dilakukan selama 30 menit.

“Burung kolibri asli Indonesia ini ada banyak. Kebetulan yang saya punya jenis canting, konin (kolibri ninja), manggar (kolibri kepala), dan sogon (kolibri ijo). Harganya bervariasi, kalau masih bakalan ya puluhan ribu rupiah. Yang sudah jadi (gacor), bisa ratusan ribu. Apalagi kalau juara lomba, bisa sampai jutaan harganya,” paparnya. (ves/wa/dam)
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Damianus Bram
#Burung Kolibri #Burung Sogon #Sogok Ontong