Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Nanik Iqbal, Kelola Warung Sedekah Gratis bagi Kaum Duafa

Damianus Bram • Senin, 10 Oktober 2022 | 15:00 WIB
KEPEDULIAN: Pengunjung Warung Sedekah Duafa mengambil makanan secara prasmanan. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
KEPEDULIAN: Pengunjung Warung Sedekah Duafa mengambil makanan secara prasmanan. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Membuka usaha biasanya dilakukan untuk mencari keuntungan. Namun tidak bagi Nanik Iqbal. Dia membuka usaha bukan untuk mencari keuntungan duniawi semata, namun untuk akhirat.

A. CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Jarum jam menunjukkan pukul 08.00. Nanik dan belasan karyawannya sibuk di dapur mengolah makanan yang akan disantap. Mulai dari nasi, sayur mayur hingga lauk pauknya. Sekitar jam 10.00 racikan masakan pun siap ditaruh di etalase.

Pegawai lain langsung membuka warung makan yang berada di Jalan Mentri Supeno, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari. Tepatnya di timur Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta.

Tak lama, ratusan orang yang sudah lapar langsung mengambil makanan secara prasmanan. Setiap orang bebas mengambil makanan dan lauk yang tersedia. Bila dirasa kurang masih bisa tambah. Setelah mengisi perut mereka boleh langsung pulang. Tidak dipungut bayaran sepeserpun.

Ya, sesuai dengan namanya Warung Sedekah Dhuafa ini memang sengaja digagas untuk memberikan makan kepada orang-orang kurang mampu. Mereka akan dilayani sejak pukul 10.00 hingga 16.00 setiap harinya. Kecuali Minggu dan tanggal merah atau hari libur. "Kalau saat ini, setiap hari bisa mencapai 1.000 porsi makanan yang dibagikan," ujar Nanik, yang penggagas warung itu.

Nanik mengatakan, mulai membuka warung tersebut sejak sebulan lalu. Awalnya dia hanya menyiapkan 500 porsi. Namun karena lama kelamaan jumlah yang datang terus meningkat, akhirnya dia menambah porsi menjadi 1000 porsi.

Mayoritas masyarakat kurang mampu mendatangi tempat tersebut dari beragam latar belakang. Mulai dari  juru parkir, pengayuh becak, pengemis, pemulung, ojek online (ojol) dan masih banyak yang lain.

"Jika nantinya masih ada sisa makanan, akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan," kata Nanik.

Dalam mengelola warung tersebut, lanjut Nanik, dia dibantu 12 orang. Mulai dari tukang masak, pencuci piring, tukang saji dan pengatur antrian. Agar pengunjung tidak bosan, setiap harinya, menu di warung ini selalu berganti-ganti. Mulai dari soto sulung, sayur asem Jakarta, sayur ndeso, sayur lodeh dan masih banyak yang lain.

"Lauknya juga macam-macam. Ada tahu, tempe, telur, kerupuk hingga ayam," ungkapnya.

Tak hanya makanan, Nanik juga sering membagikan sayuran dari para donatur kepada masyarakat. Sehingga, wujud sedekah tidak hanya dalam bentuk makanan. Dia juga terbuka atas donatur lain yang ingin membantu berbagai kegiatan sosial.

"Intinya, kegiatan ini bertujuan positif. Monggo siapa saja yang ingin bergabung kami terbuka," katanya.

Pengunjung Warung Sedekah Dhuafa Didit mengaku, sangat terbantu dengan aksi sedekah ini. Ini bisa membantu menekan pengeluaran biaya makan dia.

"Sangat membantu. Saya bekerja di lapangan, tentu untuk makan ini menjadi pengeluaran tetap ya," kata Didit di sela antrean pengambilan makan di warung itu.

Selain dia, banyak masyarakat juga terbantu dengan adanya Warung Sedekah Dhuafa tersebut. Sebab, biasanya progam berbagi makanan gratis hanya dia jumpai pada Jumat saja. "Tapi di sini setiap hari. Warung sedekah ini sangat bermanfaat sekali. Terutama bagi yang membutuhkan," jelasnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Warung Sedekah Gratis #Nanik Iqbal #Warung Kaum Duafa #kaum duafa #Warung Sedekah Kaum Duafa