Ikan sumatera menjadi pilihan tepat bagi Ludmilla Kartika, 22, sebagai penggemar pemula ikan hias dan aquascape.
"Ikan sumatera ini perawatannya tidak ribet. Tidak harus mengukur Ph air dan sebagainya. Lebih cocok untuk pemula. Kalau menurut saya, termasuk tangguh adaptasinya," ujarnya, Sabtu (29/10).
Selain mudah adaptasi, ikan anggota suku cyprinidae ini memiliki warna yang unik. Warna kuning keemasannya berpadu garis loreng hitam dengan sirip dan mulut sedikit kemerahan. Tak heran ikan ini disebut sumatera tiger barb karena coraknya seperti loreng harimau.
Uniknya, ikan sumatera memiliki varian albino dan green. “Kalau digabung di akuarium, kombinasi warnanya semakin bagus. Cocok diletakkan di ruang tamu maupun kamar tidur,” jelas Mila.
Ikan yang tersebar di Semenanjung Malaya, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Thailand ini, banyak dikembangbiakkan peternak lokal dan mudah ditemukan di toko-toko ikan hias. "Harganya Rp 3 ribu per ekor. Kalau beli banyak, makin miring harganya," tutur dara murah senyum tersebut.
Yang perlu diperhatikan adalah hindari mencampur ikan sumatera dengan ikan berumbai. Antara lain cupang, maupun ikan kecil golongan tetra. Itu mengingat ikan sumatera relatif agresif. Untuk pakannya, bisa menggunakan pellet, cacing darah, dan cacing beku. (ves/wa) Editor : Damianus Bram