Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Keunikan Adenium, Tumbuh Subur di Daerah Kering

Damianus Bram • Minggu, 27 November 2022 | 18:30 WIB
MUDAH DIRAWAT: Adenium atau yang tenar disebut kamboja Jepang hanya butuh disiram air lima hari sekali. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
MUDAH DIRAWAT: Adenium atau yang tenar disebut kamboja Jepang hanya butuh disiram air lima hari sekali. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Tidak banyak orang yang tahu bunga kamboja Jepang berasal dari Negara Yaman, tepatnya di daerah Aden. Itu sebabnya, nama asli bunga ini adalah Adenium yang juga dijulukan mawar padang pasir.

Musim hujan seperti saat ini jadi tantangan besar bagi pecinta Adenium. Sebagai tanaman yang lebih suka cuaca panas, perlu tips and triks untuk merawat Adenium saat jarang muncul sinar matahari agar tetap subur dan cantik. Salah satunya, dengan membuat atap dari plastik UV. Agar sinar matahari tetap bisa masuk menyinari. Namun air hujan tidak bisa mengguyur langsung.

”Sehingga kita bisa mengontrol siraman tanaman Adenium. Atau bisa juga disimpan di teras agar tidak kehujanan. Tapi tetap terkena sinar matahari. Sebaiknya, menyiramnya kita tunggu sampai media tanam benar-benar kering baru kita siram,” ungkap pembudidaya Adenium asal Kota Bengawan Ayu Puspita Sari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (25/11).

Ayu, sapaan akrabnya, memastikan merawat Adenium sebenarnya tidak rumit. Cukup pilih media tanam yang poros. Ambil contoh, campuran sekam bakar, pasir malang, dan kompos daun untuk Adenium yang berukuran jumbo. Sebaliknya, untuk Adenium mini, bisa menggunakan media tanam campuran sekam bakar dan kompos saja sudah cukup.

”Soal pemilihan pot, pilihkan pot yang memiliki banyak lubang di bagian bawah. Juga potnya tidak terlalu dalam. Supaya air cepat tiris dan tidak menggenang di media tanam. Karena Adenium tidak suka media tanam yang terlalu basah. Sebaiknya disimpan di tempat terbuka dan full sinar matahari, minimal 4 jam sehari,” bebernya.

Ayu mengingatkan, saat cuaca sangat panas, Adenium wajib disiram sekali selama empat sampai lima hari. Sementara saat musim hujan seperti sekarang ini, tidak perlu disiram. Kendati termasuk tanaman yang bandel, tapi tidak ada treatment khusus untuk merawatnya.

”Tapi tetap saja butuh nutrisi juga agar tetap cantik, subur, dan berbunga lebat. Bisa semprotkan pupuk daun dan bunga setiap dua minggu sekali. Kalau batangnya sudah panjang, bisa kita rapikan dengan cara pruning atau dibentuk dengan kawat bonsai,” sambungnya.

Bagi pemula yang ingin merawat Adenium, tidak perlu khawatir. Ayu menegaskan jangan takut kalau Adenium-nya kekurangan air. Justru Adenium bakal berbunga lebat jika kondisi kering. Terpenting, lokasi peletakan Adenium full sinar matahari. Nah, jika memasuki musim hujan, Adenium bisa dipindahkan ke tempat teduh.

”Hindari menyimpan Adenium di bawah pohon. Karena saat musim hujan, bisa saja hama dari pohon yang ada di atas Adenium jatuh. Lalu menempel di pohon Adenium kita. Itu bisa membuat Adenium kita fusarium atau busuk batang,” imbuhnya.

Ya, ada beberapa hama yang biasanya menyerang Adenium. Yakni kutu merah atau spidermit. Kutu ini menyerap nutrisi pada daun. Alhasil, daun menjadi kuning dan rontok. Solusinya, bisa dengan menyemprotkan insektisida. Selain itu, juga ada kutu kuning. Kutu ini juga menyerap nutrisi dari daun. Terutama bagian pucuk dan bakal bunga. Akibatnya, pucuk Adenium menjadi keriting dan bakal bunga gagal berkembang menjadi bunga. Mengantisipasinya, bisa dengan insektisida atau bawang putih yang dihaluskan. Kemudian dicampur air dan sedikit sabun. Lalu disemprot ke bagian yang ada kutu kuningnya.

”Nah, kutu yang paling bandel, ada kutu kura-kura atau kutu putih. Cara penanganannya adalah kita potong bagian yang terkena kutu ini. Lalu dibuang agar tidak menular ke adenium yang lain,” pungkasnya. (aya/adi) Editor : Damianus Bram
#Bunga Adenium #mawar padang pasir #Adenium #Bunga Kamboja Jepang #merawat Adenium