Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Mengenal Dewa Dewi di Kelenteng Tien Kok Sie

Damianus Bram • Minggu, 22 Januari 2023 | 14:15 WIB
Patung Dewi Kwan Im (atas tengah) di Kelenteng Tien Kok Sie. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Patung Dewi Kwan Im (atas tengah) di Kelenteng Tien Kok Sie. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Di Kelenteng Tien Kok Sie terdapat altar dewa dewi atau para suci. Pada hari-hari biasa hingga jelang perayaan Imlek, warga Tionghoa banyak berdoa di depan altar-altar dewa.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, di bagian dalam rumah ibadah Tri Dharma (Taoisme, Konghucu, dan Buddha) ini terdapat 15 altar. Altar pertama merupakan tempat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ketika mendirikan tempat ibadah dimana pun, paling pertama atau di bagian depan bangunan utama ada altar untuk Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluya akhir pekan kemarin.

Masuk lebih dalam Kelenteng Tien Kok Sie, pada bagian tengah terdapat altar Dewi Kwan She Im Phosat atau Dewi Kwan Im. Dewi ini merupakan sosok tuan rumah, atau dewi utama kelenteng.

Sumantri tidak mengetahui secara pasti sejarah Dewi Kwan Im menjadi “tuan rumah” di kelenteng kawasan Pasar Gede, Kota Solo ini.

“Yang menentukan adalah pendiri kelenteng ini. Namun yang jelas, Dewi Kwan Im merupakan sosok lemah lembut, welas asih. Tidak pernah marah kepada siapa pun yang menyakitinya, sehingga mungkin harapannya agar umat bisa meneladani sosok Dewi Kwan Im,” bebernya.

Di lokasi yang sama terdapat altar bagi mereka yang akan berdoa kepada Guanyin Bodisattva. Kemudian di altar nomor empat ada Thian Siang Sing Bo atau Tian Shang Sheng Mu (bunda suci dari langit).

Thian Siang Sing Bo juga dikenal dengan sebutan Ma Zu atau Mak Co. Adalah dewi laut, penolong para pelaut, serta pelindung di wilayah Selatan dan para imigran di Asia Tenggara.

“Sebagian besar masyarakat Tionghoa menyebar lewat jalur laut. Sebelum bepergian mengarungi lautan, mereka berdoa di depan altar ini agar mendapat perlindungan,” terang Suamtri.

Berikutnya altar Kong Tek Cun Ong yang merupakan dewa leluhur suku Min selatan, khususnya daerah Nan An. Sangat populer di kalangan penduduk Fujian selatan maupun perantauan dari Fujian.

Ada juga altar Pauw Sing Tay Tee yang semasa hidupnya dikenal sebagai tabib sakti penolong rakyat jelata. Lahir di zaman pemerintahan Kaisar Song Dai Zong, Dinasti Song pada 979 M.

Kemudian ada altar Hok Tik Cing Sien atau dewa bumi. Dewa ini dipuja oleh semua orang. Terutama pedagang dan petani agar mendapatkan rezeki yang berlimpah. “Harus berbuat kebaikan dahulu sebelum berdoa di sini,” terangnya.

Di bagian belakang kelenteng terlihat sejumlah altar para suci Tri Dharma, yaitu Nabi Kong Hu Cu untuk agama Konghucu, kemudian She Cia Mo Ni Hud untuk agama Buddha, serta Thay Sang Lo Kun bagi kepercayaan Taoisme.

Altar lainnya adalah untuk Dewa Kwan Sing Tee Kun atau dewa keadilan. Altar dewa ini juga ada di gedung-gedung pengadilan. Bagi para pemeluk agama Konghucu, sebelum memberi kesaksian di depan hakim, mereka akan di sumpah di depan altar Dewa Kwan Sing Tee Kun.

Di Kelenteng Tien Kok Sie, altar Kwan Sing Tee Kun diapit altar Co Su Kong dan altar Fuk Lu Sho atau dewa keberuntungan.

Yang terakhir, ada altar Cao Kun Kong atau dewa dapur. Bertugas mencatat amal kebaikan dan keburukan umat manusia.

Lebih jauh dijelaskan Sumantri, altar-altar di Kelenteng Tien Kok Sie dibuat agar para penganutnya bisa berimajinasi bagaimana sosok dewa yang dipuja. "Kalau altar usang, ya tinggal diganti. Tapi memang ada ritual tertentu saat membersihkan. Seperti sebelum Imlek. Semua patung dewa dibersihkan dengan ritual," ungkap dia.

Apakah umat Tri Dharma memiliki altar di rumahnya? Sumantri mengatakan, ada yang punya dan ada yang tidak. Altar dewa di rumah bebas dipilih oleh pemilik rumah.

"Misalnya di sini (Kelenteng Tien Kok Sie) yang utama Dewi Kwan Im, di rumah boleh pakai altar dewa lain. Tergantung kemantapan hati pemilik rumah," tuturnya. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#imlek #Dewi Kwan Im #perayaan imlek #perayaan Tahun Baru Imlek #Rumah Ibadah Tri Dharma #Kelenteng Tien Kok Sie #Klenteng Tien Kok Sie