Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ketika Raja “Milenial” Mangkunegara X Cerita Mengenang Masa Kecil

Damianus Bram • Selasa, 21 Februari 2023 | 15:00 WIB
TAK BERJARAK: Mangkunegara X tak sungkan melayani foto bersama wisatawan ke Pura Mangkunegaran. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
TAK BERJARAK: Mangkunegara X tak sungkan melayani foto bersama wisatawan ke Pura Mangkunegaran. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Setelah resmi dilantik menjadi raja Mangkunegaran 12 Maret 2022, sosok KGPAA Mangkunegara X menjadi perhatian publik Kota Bengawan. Raja milenial ini tak canggung berbaur di berbagai acara. Ini seakan menepis bahwa tidak ada jarak antara penguasa dengan rakyatnya. Seperti dalam sebuah acara di mana sang raja bercerita tentang masa kecilnya.

A CHRISTIAN, Solo, Radar Solo 

Sama seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya, masa kecil raja yang akrab disapa Gusti Bhre ini juga tidak jauh-jauh dari permainan sepak bola. Biasanya di tempat lapang sisi timur Pura Mangkuengaran. Dia bermain dengan anak sebayanya, yang merupakan anak-anak para abdi dalem.

"Main bola nggak pernah kalah, karena (lawannya) pekewuh semua. (Ditendang) nggak mungkin, aman. Jadi nggak pernah cedera. Kalau cedera paling ya karena jatuh sendiri. Tapi kalau digaprak nggak ada yang berani," kelakarnya saat talkshow dengan Komunitas Solo Societ belum lama ini.

Selain bermain sepak bola, raja kelahiran 29 Maret 1997 yang masih lajang ini menuturkan, permainan yang sering dia mainkan bersama para Punakawan (sebutan untuk anak abdi dalem) adalah petak umpet. Permainan tradisional ini hampir sering dia mainkan saat sore hari.

"Kami dulu main petak umpet dengan bola. Setelah menendang bola terus ngumpet. Luasnya 10 hektare, jadi yang nyari bisa 1-2 jam. Kasian, tapi itu serunya. Saya ngumpet nggak ada yang nyari, kan pekewuh," ujarnya.

Gusti Bhre menyebut, salah satu tempat favoritnya saat bermain adalah lokasi yang saat ini menjadi Taman Pracima. Dulu lokasi itu merupakan area private bagi keluarga raja. Tak sembarang orang diperbolehkan masuk.

"Di sini dulu lapangan tenis, saya dengan Romo (Mangkunegara IX) sering main tenis. Mas sama mbak saya kalau main di sini juga,” ujarnya sambil menunjuk Taman Pracima.

Menginjak usia sekolah, Gusti Bhre pindah ke Jakarta. Ya, sejak SD hingga kuliah, hari-harinya dihabiskan di ibu kota. Meski begitu, dia sering juga pulang ke Solo. "Biasanya pulang (ke Solo) kalau liburan panjang, atau di Pura Mangkunegaran ada acara," tuturnya.

Semasa SD ketika ada acara-acara di Mangkunegaran seperti kirab pusaka saat malam 1 Sura, dia sebagai penonton saja.

"Tapi setelah SMP, Romo (Mangkunegara IX) memberi tanggung jawab seperti membawa tombak pusaka. Pernah saya lagi sakit DBD tetap diminta membawa tombak pusaka. Karena ini tugas dari Romo, tetap saya laksanakan," ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini.

Saat SMA, tugasnya semakin bertambah. Dia menjadi cucuk lampah (komandan upacara). Sang Romo mengenalkan tradisi dan budaya Mangkunegaran secara bertahap. "Pesan Romo satu, meski kita jauh, tapi tetap harus nguri-nguri budaya. Paham tradisi leluhur," paparnya.

Ya, hal ini yang terus Gusti Bhre lakukan setelah dilantik menjadi Mangkunegara X menggantikan sang ayah pada 12 Maret 2022 lalu. Sebagai pucuk pimpinan Pura Mangkunegaran, dia memiliki tanggung jawab besar untuk terus melestarikan budaya Jawa. Salah satu contohnya dengan mengembalikan Taman Pracima Tuin seperti sekarang. Area private ini sekarang dibuka lebar untuk dinikmati wisatawan.

"Untuk melestarikan ini tentu saya tidak bisa sendiri. Banyak sosok hebat di belakang saya yang ikut membantu, baik merawat hingga merevitalisasi Pura Mangkunegaran. Tujuan saya ke depan bagaimana masyarakat paham bagaimana adat istiadat dan budaya Jawa itu seperti apa," ujar dia. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#gusti bhre #Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo #KGPAA Mangkunegara X #Raja Milenial #KGPAA Mangkunegara X Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo