SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo
Tidak ada orang yang mengira, orang yang dulu dikenal sebagai teroris, membuat takut masyarakat seperti Jack Harun, sekarang malah membawa inspirasi positif bagi masyarakat. Jack memberi bukti bahwa eks napi teroris (napiter) bisa kembali diterima masyarakat. Asal mereka bisa menunjukkan kesungguhan dalam kegiatan bermasyarakat dan berkontribusi positif.
Kisah kelam mantan anak buah Noordin M Top dan Dr Azhari itu, menjadi modal utamanya Jack Harun dalam memberikan motivasi bagi para generasi muda agar tidak terjerumus ke lembah yang sama dengannya. Pengalaman ini dijadikan Jack sebagi pelajaran paling berharga selama hidup.
Berkat perilaku dan kegiatan positif yang dilakukan oleh Jack, dia mendapatkan beasiswa penuh dari Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk melanjutkan pendidikan di program pascasarjana (S2) PPKn. Resmi menjadi mahasiswa baru sejak 23 Februari lalu, dia mengaku tertantang dengan menekuni pendidikan Pancasila yang dulunya pernah dia tolak.
“Saya mantap mengambil jurusan ini berkat masukan dari beberapa pihak dan keputusan saya sendiri. Saya juga sudah mantap mengakui kembali NKRI. Dan sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan negara dan UNS untuk belajar Pancasila,” ungkap pria yang memiliki nama asli Joko Tri Hermanto.
Jack mengaku pendidikan S2 yang dia tempuh saat ini memang tidak linier dengan pendidikan di S1 dulu yang mengambil jurusan teknis mesin di kampus yang sama pada 2001. Pemilihan prodi PPKn ini didasari karena menyesuaikan dengan tugas baru Jack Harun yakni sebagai ketua Yayasan Gema Salam. Di mana yayasan ini menampung para eks napiter.
“Pemilihan ini memang masukan dari berbagai pihak. Termasuk Prof Yunus (Wakil Rektor UNS Ahmad Yunus) juga menyarankan ini. Mengingat saat ini banyak kegiatan yang saya lakukan untuk mengajak generasi muda cinta Indonesia,”
Dia kini mengaku sedang fokus untuk menyelesaikan kuliahnya dan menjalankan beragam program yayasan sebagai jembatan agar para napiter dapat kembali dan diterima masyarakat. Melalui Yayasan ini, Jack Harun bersama rekan-rekannya juga sedang berjuang untuk mengedukasi masyarakat yang menyimpang agar kembali NKRI.
“Tantangan saat ini paling berat adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan generasi muda untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif, termasuk terorisme” imbuhnya.
Bukan hal yang mudah bagi Jack Harun dapat kembali diterima oleh masyarakat. Memiliki status sebagai napiter, Jack yang menyuarakan perdamaian dan kembali ke NKRI tidak lepas dari teror kelompok-kelompok dia dulu. Hal itu yang masih menjadi kendala dan tantangan bagi para eks napiter. Dengan kembali ke NKRI, Jack merasa lebih aman dan nyaman. Tidak seperti dulu yang selalu gelisah dan waswas.
“Mungkin sebagian dari kami eks napier masih sering di-bully dijatuhkan namanya. Kemudian ada pembunuhan karakter dan sebagainya. Paling berat teman-teman yang masih radikal menganggap kami sebagai musuhnya dan kafir,” ungkapnya.
Jack berharap masyarakat dan negeri dapat lebih terbuka menerima para eks napiter yang telah kembali ke NKRI. Dukungan dan rangkulan tangan masyarakat sangat berperan penting bagi para eks napi untuk bisa menjalani kehidupan normalnya kembali.
“Saya secara pribadi berharap agar para generasi muda tidak mudah untuk terpengaruh pada hal -hal yang melenceng. Dengan pemahaman yang kuat dan ilmu Pancasila yang baik, mereka dapat membentengi pengaruh negatif tersebut,” tandasnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram