Mayoritas cendet yang dipelihara penghobi merupakan hasil tangkapan alam. Sebab itu, butuh kesabaran dalam menjinakkannya.
"Memang butuh proses. Setelah jinak, cendet baru dilatih lagunya (kicauan, Red). Dibiasakan dengan benda asing biar nggak kagetan," terang Fransiskus Arinta Julianto, penyuka burung kicau.
Menurut warga Cemani Baru RT 03 RW 05, Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu, cendet doyan mengonsumsi beragam pakan. Mulai dari sayur, buah, dan yang paling lahap adalah serangga hidup mauput ulat.
Untuk melatih kedekatan dengan pemiliknya, saat memberikan pakan, bisa langsung menggunakan tangan. Tentu saja dari luar sangkar, karena burung ini cukup agresif.
"Jadi disuapi langsung seperti ini membuat burung terbiasa sama orang. Jadi tidak mudah takut atau stres," hemat dia.
Burung ini juga butuh dimandikan secara rutin dengan cara disemprot. Menurut Rinto, sapaan akrab Fransiskus Arinta Julianto, jam memandikan cendet memiliki manfaatnya masing-masing, yakni untuk cendet yang kondisinya kurang fit, bisa dimandikan pagi hari. Bagi cendet yang over birahi, bisa dimandikan pada sore hari.
Dengan perawatan yang baik, cendet mampu berkicau dengan banyak variasi. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram