Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Menikmati Tari Sufi yang Kini Mulai Populer di Masyarakat

Damianus Bram • Senin, 27 Maret 2023 | 15:00 WIB
ATRAKTIF: Para penari sufi sedang tampil di Kampung Ramadan di Balai Kota Surakarta, Sabtu (25/3/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
ATRAKTIF: Para penari sufi sedang tampil di Kampung Ramadan di Balai Kota Surakarta, Sabtu (25/3/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Wujud kecintaan terhadap sang pencipta bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan menari Sufi. Ya, sejak setahun terakhir Rumah Cinta Soloraya mengenalkan tarian asal Turki ini di wilayah eks Karesidenan Surakarta.

A CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

Beberapa orang dengan mengenakan pakaian khas Timur Tengah terlihat berkumpul di sudut Pendapa Balai Kota Surakarta. Mereka adalah kelompok penari sufi yang diundang dalan acara pembukaan Kampung Semarak Ramadan Kota Solo.

Mereka tampil sekira 30 menit Sabtu (25/3/2023) kemarin. Mengikuti lantunan ketukan rebana dari kelompok hadrah Satuan Brimob Polda Jateng, lima penari terlihat berputar-putar di depan para tamu undangan.

“Kelompok (Tari Sufi) ini sebenarnya baru setahun. Dibentuk pada awal 2022 lalu,” ujar David Noor Cholish, pembina kelompok Tari Sufi Rumah Cinta Soloraya ditemui usai tampil.

Awalnya kegiatan ini hanya dilakukan untuk internal kelompok. Terutama pada bulan Ramadan. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, mereka melakukan tarian ini.

"Jadi sembari ngabuburit, selain membaca Alquran atau pengajian, para pemuda dan pemudi menari Sufi ini," ujarnya.

Hingga suatu saat, Noor mengatakan, KH Amin Maulana Budiharjono Imam Besar yang membina Rumah Cinta Soloraya mengusulkan kalau kesenian ini tidak hanya menjadi kegiatan internal semata. Namun juga harus dikenalkan ke masyarakat luas. Hingga akhirnya mereka tampil di hadapan umum pada pertengahan tahun lalu, tepatnya jelang Idul Adha

"Jadi menyambut perayaan Idul Adha, kami pentas di CFD (car free day) Slamet Riyadi. Ternyata dampaknya luar biasa setelah kami tampil itu. Banyak yang mau bergabung dengan kelompok kami,” ujar dia.

Dari yang awalnya anggota hanya 20 orang, sekarang sudah bertambah menjadi 70 orang. Tidak hanya dari eks Karesidenan Surakarta, tapi juga dari wilayah lain, seperti Blora, Semarang, dan Bojonegoro.

Setelah namanya mulai dikenal, mulai banyak job yang berdatangan. Bahkan, pada Ramadan tahun ini, lanjut Noor, menjadi rezeki tersendiri. Banyak personal, perkantoran swasta dan pemerintahan, hingga perhotelan yang meminta mereka tampil untuk agenda buka bersama.

"Dimulai dari Kampung Ramadan pemkot ini. Sudah banyak yang tampil. Kami bagi dalam beberapa tim. Untuk kelompok hadrahnya berkolaborasi dengan kelompok lain. Seperti tadi kami kolaborasi dengan Brimob. Alhamdulillah, jadi rezeki untuk teman-teman," urai Noor.

Meski gerakannya hanya berputar, Noor mengatakan, sebenanrya Tari Sufi merupakan salah satu sarana ibadah. Sebab, selama berputar para penari sembari berzikir. Di mana gerakan ini pertama kali dikenalkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Ketika Abu Bakar bertanya kapada nabi, siapa teman beliau di Surga, Nabi Muhammad menyebut nama Abu Bakar Ash-Shiddiq.

"Saking senangnya dia berputar-putar. Orang Arab kan jubahnya panjang-panjang, jadi ketika berputar itu, jubahnya mekrok, jadi seperti bentuk tarian. Jadi kata-kata Sufi sebenarnya kata-kata cinta. Jadi gerakannya merupakan gerakan cinta, dengan berzikir dan bersalawat. Sehingga menarinya dalam keadaan suci, keadaan fokus. Tidak mungkin pusing," urai Noor.

Selain sebagai sarana ibadah, Tari Sufi juga dieprcaya juga bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Terutama terapi untuk bagi orang-orang yang pernah terkena narkoba, kecanduan alkohol, dan sakit migrain. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Bulan Ramadan #ramadan 2023 #Menari Sufi #tari sufi #Rumah Cinta Soloraya