Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kardus Photobox Jadi Studio Sketsa Chibi, Inovasi Mahasiswa ISI Solo

Antonius Christian • Senin, 12 Mei 2025 | 02:08 WIB
Adinda Cantika Lestari menggambar sketsa berdasar pesanan. (A. Christian/Radar Solo)
Adinda Cantika Lestari menggambar sketsa berdasar pesanan. (A. Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Setiap orang punya cara unik untuk mengabadikan momen berharga bersama orang-orang terdekat. Ada yang memilih cara biasa hingga yang unik. Nah, bagaimana jika momen itu bisa dikenang lewat seni sketsa tangan?

Malam itu, di koridor Gatot Subroto yang mulai ramai oleh gelak tawa dan lalu lalang pengunjung, sebuah meja kecil dengan kardus bekas mencuri perhatian. Bukan karena penampilannya yang mencolok, tapi justru karena kesederhanaannya yang membangkitkan rasa ingin tahu.

Di balik kardus yang dilubangi seperti photobox itu, tangan-tangan muda sibuk menari di atas kertas, menciptakan wajah-wajah imut bergaya chibi Jepang dalam hitungan menit.

Di sinilah Adinda Cantika Lestari, mahasiswi jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, menjalankan ide uniknya yakni Inn Sket-Box. Bukan photobooth biasa, tapi studio mini berjalan yang menyulap wajah pengunjung menjadi sketsa lucu dan ekspresif.

“Saya ingin menciptakan cara baru untuk mengabadikan momen, yang tetap personal dan punya nilai seni,” ujar Adinda di tengah antrean pengunjung yang menunggu giliran digambar.

Konsep ini lahir dari program wirausaha mahasiswa (Prawira) ISI Solo. Adinda, yang ingin memadukan seni rupa dengan pengalaman interaktif, mulai bereksperimen sejak akhir 2023. Ia lalu memodifikasi kardus bekas sebagai "booth" dan mulai membuka lapak setiap akhir pekan.

“Orang-orang sering datang karena penasaran lihat kardusnya dulu. Baru setelah tahu isinya sketsa wajah, mereka langsung antusias,” katanya.

Sketsa digambar dengan gaya karikatur chibi di atas kertas kecil. Karena bentuknya sederhana namun ekspresif, satu gambar bisa selesai hanya dalam beberapa menit. Saat malam Minggu atau menjelang libur, Adinda bisa menggambar hingga 60 wajah dalam semalam.

Karena permintaan terus meningkat, Adinda mengajak tiga temannya bergabung untuk mempercepat proses. Ia juga membuka layanan pemesanan online. Cukup kirimkan foto via WhatsApp, pelanggan bisa mendapatkan hasil digital langsung ke ponsel.

“Yang pesan online biasanya sudah pernah ke sini. Mereka pengin koleksi lagi tapi lokasinya jauh,” tuturnya.

Inn Sket-Box merupakan produk unggulan dari Inner Heart Studio, komunitas seni yang dibangun untuk mewadahi kolaborasi, workshop, dan proyek kreatif.

Harga sketsa dibanderol antara Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jumlah wajah dan opsi warna. Gambar full color tentu memerlukan waktu lebih lama, sehingga tarifnya menyesuaikan.

Di tengah budaya digital yang serba cepat, Inn Sket-Box menjadi oase nostalgia dan kreativitas. Ia menawarkan lebih dari sekadar gambar: ada interaksi, pengalaman, dan kenangan yang dikemas dalam sapuan tinta.

Lewat tangan Adinda dan timnya, wajah-wajah pengunjung bukan hanya ditangkap, tapi diabadikan dalam bentuk seni yang hangat, lucu, dan tak tergantikan oleh kamera ponsel. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#ISI Solo #Sketsa #inovasi #photobox