RADARSOLO.COM - Minggu pagi di halaman depan Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua, Purbayan, terasa berbeda. Udara sejuk berpadu dengan kicau burung dan gonggongan lembut anjing yang bersahutan, menciptakan irama damai yang berbeda dari kebaktian biasa. Sebab, pagi itu, ibadah digelar khusus untuk hewan.
Di tengah deretan umat yang memegang rosario dan botol air suci, beraneka makhluk lucu turut hadir. Ada anjing kecil dalam gendongan, kucing berbulu halus dalam tas jinjing, hamster mungil dalam kotak transparan, hingga seekor iguana yang tampak tenang di bahu pemiliknya.
Bahkan, seekor anak monyet terlihat bergelayutan manja di kaki tuannya. Tak ada raut canggung; semua tersenyum hangat, menyadari bahwa hari itu, kasih Tuhan akan mengalir tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada para sahabat kecil mereka.
Suasana hening menyelimuti ketika Romo Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha berdiri di tengah halaman gereja. Dengan gerakan lembut, Romo mulai memercikkan air suci. Satu per satu hewan diberkati. Seekor anjing menunduk seolah berdoa, seekor kucing mengeong pelan, dan seorang anak kecil tersenyum melihat kelinci putihnya menerima air berkat. Momen itu adalah perwujudan kasih yang begitu sederhana.
Pemberkatan ditutup dengan doa. Saat Romo menurunkan tangannya dan memercikkan air suci terakhir, seekor anjing kecil terdengar menggonggong pelan, seolah menjawab “ABaca Juga: Aipda Wirawan Setiadi, Polisi yang Lebih Bahagia saat Mengemudi Ambulans untuk Sesamamin”. Kasih Tuhan terasa begitu dekat, meleburkan batas antara manusia, hewan, dan alam dalam sebuah harmoni yang diberkati.
Bagi Gereja Paroki Santo Antonius Padua, kegiatan ini bukanlah sekadar acara unik, melainkan wujud cinta kasih terhadap seluruh ciptaan Tuhan.
Ketua Tim Pelayanan Paroki Gereja Purbayan Cornelia Lumayani Eko Dewi menuturkan, tradisi ini sudah dimulai sejak 2019 dan sempat terhenti.
"Tahun lalu sempat absen, dan banyak umat yang menanyakan, 'Kapan diadakan lagi?' Akhirnya kami sepakat melanjutkan tradisi ini," ujarnya.
Respons umat sungguh luar biasa. Meski pengumuman baru disebar dua minggu sebelumnya lewat Instagram gereja, antusiasme langsung meluap. Pesertanya tak hanya dari Paroki Purbayan, tetapi juga dari luar kota. "Ada yang datang dari Ganjuran, Jogja, bahkan dari beberapa paroki di Solo Raya," tambah Dewi.
Tercatat sekitar 130-an hewan peliharaan hadir, mulai dari anjing, kucing, hingga reptil. "Yang daftar online sekitar 40, tapi banyak juga yang datang tanpa mendaftar. Biasanya mereka datang mendadak, takut ketinggalan momen berkat," katanya sambil tersenyum.
Dewi menegaskan, kegiatan ini lahir dari keyakinan iman bahwa hewan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
"Hewan-hewan peliharaan sudah seperti anggota keluarga. Mereka juga ciptaan Tuhan, yang perlu dijaga dan dikasihi," ujarnya lembut.
Ia menekankan bahwa banyak ayat dalam kitab suci yang mengajarkan manusia untuk mencintai seluruh ciptaan.
“Jadi, yang butuh berkat bukan cuma manusia. Hewan pun pantas menerima kasih Tuhan, karena mereka juga hidup, juga merasa. Itu esensi dari iman kita, mencintai tanpa batas,” tuturnya.
Untuk menunjang pelayanan ini, panitia juga menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Solo Raya untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis. Sebuah pelayanan yang berangkat murni dari semangat kasih dan kepedulian.
Maria, salah seorang peserta yang membawa dua kucing Angora, mengaku telah menanti acara ini sejak lama. “Rasanya bahagia banget. Mereka kan bagian dari keluarga kami. Jadi ketika bisa didoakan dan diberkati, rasanya seperti menyucikan rasa sayang itu sendiri,” ucapnya sambil mengelus bulu halus kucingnya, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut.
Dewi menutup perbincangan dengan harapan bahwa acara ini dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap seluruh makhluk hidup, sekaligus memberi bocoran rencana ke depan: menambah agenda pemberkatan tanaman.
"Umat bisa membawa tanaman dari rumah, lalu diberkati oleh Romo. Karena tumbuhan juga bagian dari ciptaan Tuhan yang patut dijaga,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa kasih dan berkat Tuhan memang tak memiliki batas. (*/bun)
Editor : Kabun Triyatno