Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Abdul Kharis Almasyhari Dukung Karanganyar Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional

Rudi Hartono RS
Penulis: Rudi Hartono RS❯
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat diskusi terkait perbenihan hortikultura di Tawangmangu. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat diskusi terkait perbenihan hortikultura di Tawangmangu. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyatakan kesiapan menjadi salah satu lumbung bawang putih nasional untuk mendukung swasembada pangan.


Advertisement

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menegaskan, daerahnya memiliki potensi agroklimat dan lahan yang sangat mendukung pengembangan bawang putih.

Hal itu disampaikan Adhe saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI dalam pembahasan penguatan perbenihan hortikultura di Balai Benih Tawangmangu, akhir pekan lalu.

”Setelah berhasil mencapai swasembada beras, Karanganyar memiliki modal kuat untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya bawang putih. Namun, pengembangannya masih terkendala keterbatasan benih unggul dan kebijakan harga,” ujar Adhe, Minggu (25/1/2026).

Advertisement

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan. Terutama dalam penyediaan benih bermutu serta kebijakan harga yang memberikan kepastian bagi petani.

Ia menilai, jaminan harga akan mendorong petani memperluas area tanam bawang putih.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendukung langkah Pemkab Karanganyar tersebut.

Advertisement

Ia menilai swasembada bawang putih nasional memungkinkan jika perbenihan lokal diperkuat dan kebijakan harga diatur dengan baik.

”Dengan penguatan perbenihan dan penetapan harga minimal seperti pada gabah, petani akan lebih aman dan termotivasi,” ujar politisi PKS ini.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan pentingnya hortikultura dalam ketahanan pangan dan perekonomian desa.

Meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan. Pengembangan bawang putih, menurut Bapanas, harus sejalan dengan konservasi tanah dan air.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan dalam pengembangan pertanian, mengingat sebagian besar lahan berada di kawasan hulu.

Dukungan serupa juga disampaikan Kementerian Kehutanan, dengan catatan pengembangan pertanian tetap memperhatikan prinsip konservasi.

Pemkab Karanganyar berharap penangkar benih dan kelompok tani lokal dapat dilibatkan lebih aktif untuk membangun sistem perbenihan bawang putih yang berkelanjutan. (rud/adi)

Advertisement

Artikel Terkait

Antisipasi Karhutla Gunung Lawu, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Embung di Tiga Kecamatan

Antisipasi Karhutla Gunung Lawu, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Embung di Tiga Kecamatan

Pemkab Karanganyar mengusulkan pembangunan embung di kawasan Gunung Lawu untuk mengatisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Karhutla Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Posko di Karanganyar Tak Dibubarkan Dulu

Karhutla Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Posko di Karanganyar Tak Dibubarkan Dulu

Karhutla Gunung Lawu tersisa satu titik api. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta posko tidak dibubarkan lebih cepat.

Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Turun ke Permukiman Mangsa Ternak Warga di Karanganyar

Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Turun ke Permukiman Mangsa Ternak Warga di Karanganyar

Hewan buas dari Gunung Lawu diduga turun ke permukiman setelah terjadi kebakaran. Hewan tersebut juga menyerang ternak warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer