
RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar memperkuat komitmen penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang inklusif, ramah anak, dan berkualitas. Tujuannya memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan.
Komitmen itu ditegaskan Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto saat melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, akhir pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno.
Suasana hangat dan ceria mewarnai kegiatan. Farida menyapa peserta didik, berinteraksi langsung dengan anak-anak, serta mengajak mereka menuliskan cita-cita dan harapan pada "Pohon Harapan".
Baca Juga: Maksimalkan Hasil Panen, Pangdam IV/Diponegoro Serahkan Alsintan ke Petani Tasikmadu
Pohon itu menjadi simbol semangat belajar, tumbuh, dan meraih masa depan di lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.
Dalam arahannya, Farida menegaskan pendidikan inklusif bukan sekadar program seremonial.
Hal itu merupakan wujud nyata pemenuhan hak setiap anak untuk belajar tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
”Kami ingin tidak ada lagi orang tua yang kesulitan mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Harapan kami, seluruh KB dan TK di Kabupaten Karanganyar dapat menerapkan pendidikan inklusif sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya,” ujar Farida.




