Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gempur TBC, Dinkes Karanganyar Jemput Bola hingga Desa: Beri Pelayanan Rontgen Mobile Gratis

Rudi Hartono RS
Penulis: Rudi Hartono RS❯

 


Advertisement

Kepala Dinkes Karanganyar Dwi Rusharyati mengisi kegiatan sosialisasi gambaran Kesehatan Kabupaten Karanganyar di Ruang Podang 1, Kantor Bupati, Rabu (29/7/2026) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kepala Dinkes Karanganyar Dwi Rusharyati mengisi kegiatan sosialisasi gambaran Kesehatan Kabupaten Karanganyar di Ruang Podang 1, Kantor Bupati, Rabu (29/7/2026) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar tak lagi menunggu pasien datang dalam menekan laju Tuberkulosis (TBC).

Dinkes bergerak aktif ke lapangan lewat strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara jemput bola.

Advertisement

Langkah agresif ini ditempuh karena jumlah kasus TBC di Karanganyar terus naik. Berdasarkan data dinkes, pada 2024 kasus TBC yang ditemukan dan diobati tercatat 1.037 kasus.

Setahun kemudian, 2025, angkanya melonjak menjadi 1.177 kasus. Meski temuan kasus naik, tingkat keberhasilan pengobatan justru menunjukkan progres.

Advertisement

Success rate pengobatan TBC di Karanganyar mencapai 90 persen. Sebanyak 1.059 penderita berhasil ditangani.

Rinciannya, 281 pasien atau 51,3 persen dinyatakan sembuh total, dan 778 pasien atau 66,1 persen telah menyelesaikan pengobatan secara tuntas.

”Menemukan kasus sebanyak mungkin itu justru indikator baik. Artinya kita bisa segera memutus rantai penularan. TBC itu penyakit yang bisa sembuh total dan pengobatannya gratis ditanggung pemerintah,” tegas Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Dwi Rusharyati.

Dikatakan Dwi, Fokus Dinkes saat ini ada pada deteksi dini dan pencegahan masif. Sasaran utama ACF dibagi dua.

Pertama, kontak serumah. Seluruh anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita wajib diperiksa. Jika positif langsung diobati.

Advertisement

Artikel Terkait

Dinkes Boyolali Temukan 907 Kasus TBC Baru hingga Juli 2026, Penemuan Suspek Pecah Rekor

Dinkes Boyolali Temukan 907 Kasus TBC Baru hingga Juli 2026, Penemuan Suspek Pecah Rekor

Total warga yang berstatus terduga TBC di Boyolali saat ini mencapai 9.363 orang. Dari jumlah itu, 8.174 orang sudah diperiksa sesuai standar pelayanan kesehatan.

Syarat Terlalu Ketat, Dinkes Sragen Keluhkan Bantuan Bedah Rumah RTLH Pasien TBC Sulit Cair

Syarat Terlalu Ketat, Dinkes Sragen Keluhkan Bantuan Bedah Rumah RTLH Pasien TBC Sulit Cair

Selain kepolisian, program pelacakan kasus TBC di Bumi Sukowati ini turut dibantu oleh mitra dari lembaga swadaya masyarakat Mentari Sehat Indonesia (MSI) melalui dukungan pendanaan dari Global Fund.

Sidokkes Polres Wonogiri Temukan 22 Suspek TBC saat Bakti Kesehatan di Batuwarno

Sidokkes Polres Wonogiri Temukan 22 Suspek TBC saat Bakti Kesehatan di Batuwarno

Selain skrining TBC, tim medis Sidokkes juga memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, pembagian vitamin, serta penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan TBC.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer