Gempur TBC, Dinkes Karanganyar Jemput Bola hingga Desa: Beri Pelayanan Rontgen Mobile Gratis


RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar tak lagi menunggu pasien datang dalam menekan laju Tuberkulosis (TBC).
Dinkes bergerak aktif ke lapangan lewat strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara jemput bola.
Langkah agresif ini ditempuh karena jumlah kasus TBC di Karanganyar terus naik. Berdasarkan data dinkes, pada 2024 kasus TBC yang ditemukan dan diobati tercatat 1.037 kasus.
Setahun kemudian, 2025, angkanya melonjak menjadi 1.177 kasus. Meski temuan kasus naik, tingkat keberhasilan pengobatan justru menunjukkan progres.
Success rate pengobatan TBC di Karanganyar mencapai 90 persen. Sebanyak 1.059 penderita berhasil ditangani.
Rinciannya, 281 pasien atau 51,3 persen dinyatakan sembuh total, dan 778 pasien atau 66,1 persen telah menyelesaikan pengobatan secara tuntas.
”Menemukan kasus sebanyak mungkin itu justru indikator baik. Artinya kita bisa segera memutus rantai penularan. TBC itu penyakit yang bisa sembuh total dan pengobatannya gratis ditanggung pemerintah,” tegas Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Dwi Rusharyati.
Dikatakan Dwi, Fokus Dinkes saat ini ada pada deteksi dini dan pencegahan masif. Sasaran utama ACF dibagi dua.
Pertama, kontak serumah. Seluruh anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita wajib diperiksa. Jika positif langsung diobati.



