Menanti Citra Satelit, Perhutani Petakan Pemulihan Karhutla Lawu Utara


RADARSOLO.COM – Pascakebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Lawu Karanganyar, Perhutani bersama taman hutan raya (tahura) masih memfokuskan langkah pada pemetaan luasan dampak serta pemulihan ekosistem.
Asisten Perhutani (Asper) Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lawu Utara Hisyam Zulfikar Adi Pratama menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu pembaruan citra satelit yang dijadwalkan pada Oktober.
”Semoga nanti hasilnya jelas dan tidak ada awan, sehingga kita bisa mendelineasi dan mengestimasi luasan yang lebih valid,” ujar Hisyam, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Lanjutan Penimbunan Solar Sragen: Pertamina Angkat Bicara, Jika Ada SPBU 'Nakal' Terancam Ditutup!!
Ia menambahkan, untuk saat ini pihak Perhutani belum dapat memastikan angka pasti luasan lahan terdampak.
Terkait pemulihan vegetasi, Perhutani dihadapkan pada tantangan kontur dan ketinggian. Penghijauan akan diprioritaskan pada jalur yang lebih terjangkau.
Di atas ketinggian 2.000 meter di antas permukaan laut (MDPL), penanaman dinilai lebih sulit karena jenis tanaman yang dapat hidup terbatas, salah satunya cemara gunung.
Sementara itu, di bawah ketinggian 2.000 MDPL, penanaman jenis pohon seperti fikus, puspa dan kayu pasang masih bisa diupayakan.
Dampak kebakaran juga membuat sejumlah jalur pendakian harus ditutup sejak pertengahan September lalu. Jalur antara Pos 2 Cemoro Kandang menuju Pos 3 menjadi salah satu titik yang diwaspadai.
Baca Juga: Kontingen Karanganyar Raih 19 Emas di Porprov Jateng 2026, Segini Bonus yang Disiapkan Pemkab
”Kanan-kirinya berupa tebing dan jurang jika kita naik. Wilayah itu rawan longsor, baik tanah, batu, maupun pohon-pohon sisa kebakaran,” jelas Hisyam.



