Salah seorang anggota tim SAR Karanganyar Rosyid mengungkapkan, awalnya dia bersama teman-teman satu regu mendapatkan informasi dari damkar, yang saat itu juga menerima kabar adanya kebakaran di salah satu perusahaan di wilayah Jaten.
Begitu menerima kabar itu, tim SAR langsung bergerak bersama tim pemadam dan PMI menuju ke lokasi. Namun setelah sampai ke lokasi, ternyata perusahan tersebut dalam kondisi baik– baik saja dan tidak ada kebakaran apapun.
Setelah dilakukan klarifikasi, informasi kebakaran tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahan dalam simulasi kesiapsiagaan pekerja.
“Informasi itu kan ada di grup pemadam. Di dalam grup itu diinformasikan ada salah satu pegawai yang melapor jika terjadi kebakaran di salah satu perusahaan, tepatnya di timur Polsek Jaten. Karena objeknya itu perusahaan, teman –teman langsung berangkat. Tapi setelah sampai lokasi, kata salah satu satpam hal itu hanya simulasi,” terang Rosyid.
Di sisi lain, Kepala Seksi Damkar Satpol PP Karanganyar Renggo Buwono mengungkapkan, pihaknya merasa dipermainkan karena tidak ada koordinasi sebelumnya dengan beberapa pihak. Baik dari polsek, koramil, petugas pemadam kebakaran, relawan maupun PMI.
“Setelah dilakukan mediasi di polsek, memang sebelumnya dari pihak perusahaan itu tidak ada koordinasi atau pemberitahuan ke kami bahwa mereka akan melakukan simulasi kebakaran,” ucap Renggo.
Rencananya, damkar akan mengundang pengelola perusahaan untuk melakukan klarifikasi pada Senin (31/5). Renggo berharap kepada perusahaan-perusahaan yang akan melakukan simulasi kebakaran agar sebelumnya berkoordinasi pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, damkar, rumah sakit, PMI maupun pihak lainnya.
“Kegiatannya simulasi, tapi menghubungi pemadamnya beneran,” ucap Renggo. (rud/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra