Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Danang Midatriyoga Pilih Jadi Relawan Usai Jalani Isolasi Terpadu

Damianus Bram • Minggu, 15 Agustus 2021 | 16:49 WIB
TERGUGAH: Danang Midatriyoga Adi Nugroho bantu urus logistik di isolasi terpusat BLK Bangsri, Karangpandan, Karanganyar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
TERGUGAH: Danang Midatriyoga Adi Nugroho bantu urus logistik di isolasi terpusat BLK Bangsri, Karangpandan, Karanganyar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KETIKA yang lain memilih berkumpul dengan keluarga setelah dinyatakan sehat usai menjalani perawatan di isolasi terpusat Balai Latihan Kerja (BLK) Bangsri, Karangpandan, tidak demikian dengan Danang Midatriyoga Adi Nugroho. Dia memilih menjadi relawan di lokasi isoter. Apa alasannya?

RUDI HARTONO, Karanganyar, Radar Solo

Pria 27 tahun ini kehilangan dua orang tuanya sejak 2011. Karena itu, dia memilih tidak pulang ke rumah setelah rampung menjalani perawatan di isoter BLK Bangsri, Karangpandan.

Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan makan siang lima pasien Covid-19 di BLK Bangsri, Jumat (13/8), Danang mengaku menjadi relawan karena dorongan ingin membantu perawatan pasien. Dia merasakan secara langsung bagaimana para pasien tersebut membutuhkan perhatian lebih.

Danang sempat diisolasi di RSUD Dr Moewardi selama sepuluh hari kemudian dipindah ke BLK Bangsri. “Karena sudah tidak bergejala, saya dipindahkan ke BLK Bangsri. Masuk 16 Juli dan dinyatakan sembuh pada 21. Tapi saya tidak mau pulang, karena ingin memberikan semangat kepada teman–teman yang saat ini menjalani isolasi di sini (BLK-red),” bebernya.

Kala itu, Danang menjadi pasien pertama isolasi terpusat perdana yang menempati BLK Bangsri. Jelang satu hari, menyusul beberapa warga lainnya.

“Jadi orang yang isolasi itu butuh teman untuk curhat. Dan saya melakukan itu. Yang mereka butuhkan adalah ketenangan dan kesenangan saat menjalani isolasi,” kata dia.

Ketika dirawat di lokasi isoter BLK Bangsri, selain semua kebutuhan tercukupi, pasien bisa menikmati pemandangan hamparan sawah.

“Pasien itu butuh hiburan, butuh kesegaran. Banyak yang curhat ke saya kalau mereka banyak yang dikucilkan,” ungkap Danang.

Saat ini, terdapat 17 pasien yang menjalani isolasi terpusat. Rinciannya, lima orang di BLK Bangsri dan 12 lainnya di Gedung Wanita. “Ada penambahan dua orang dari Tasikmadu,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Bagoes Darmadi. (*/wa) Editor : Damianus Bram
#Danang Midatriyoga #Danang Midatriyoga Pilih Jadi Relawan #Isoter di BLK Bangsri #Isolasi Terpusat di Balai Latihan Kerja Bangsri