Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, akibat kejadian itu sebanyak 15 bangunan rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, tersapu puting beliung yang terjadi kurang lebih 5 menit tersebut.
Kepala Desa Karang Dwi Purwoto mengungkapkan, bencana puting beliung tersebut terjadi sangat cepat. Saat itu, angin dari arah utara dan langsung menerjang atap rumah warga.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga pun mencoba menyelamatkan diri. Ada juga yang melapor ke pemerintah setempat.
“Kejadian sangat cepat, tidak ada 10 menit. Angin langsung merusak bagian atap rumah warga. Beberapa genting dan seng serta asbes bagunan beterbangan,” terang Dwi Purwoto.
Ditanya terkait kerugian atas bencana tersebut, Dwi mengaku, masing-masing rumah ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta – Rp 3 juta. Kebanyakan bangunan warga mengalami kerusakan pada bagian atap yang berbahan bahan galvalum maupun kayu.
“Ini kita bersama relawan gabungan sedang melakukan proses pembersihan. Kita juga sudah koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karanganyar,” ucap Dwi.
Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Bagoes Darmadi membenarkan adanya bencana tersebut. Saat ini, pihaknya baru melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk proses pembersihan dan penanganan pascabencana.
"Iya, ini sedang kita lakukan koordinasi," singkatnya. (rud/ria)
Editor : Syahaamah Fikria