Sejak tahun lalu, melon Jepang panenannya selalu sold out. Sekitar 4-5 ton tiap bulan dikirim ke Jakarta dan Surabaya. Bahkan pangsa pasarnya lebih besar ke beberapa supermarket ketimbang ke konsumen perorangan.
”Saya mulai bisnis ini sejak Mei 2021. Kebetulan saya suka sekali melon. Pernah jalan-jalan ke Jepang, merasakan melon Jepang. Rasanya enak. Tapi saya tidak menemukan melon Jepang dipasarkan di Indonesia. Nah, ini opportunity buat saya. Akhirnya saya langsung membuat tiga greenhouse di kawasan Dagen, Jaten. Masing-masing seluas 1.000 meter persegi,” ujar Musa kepada Jawa Pos Radar Solo saat kunjungan ke kebunnya, Selasa (28/6).
Melon Jepang yang dihasilkan di greenhouse milik Musa adalah kualitas Japanese Musk Melon dan Royal Cantaloupe Melon. Kedua jenis melon ini punya kelebihan dibandingkan melon lokal pada umumnya. Secara kasat mata, bisa dilihat dari corak dan tekstur netting di kulit buahnya. Sedangkan untuk tekstur buahnya, Japanese Musk Melon memiliki kadar kemanisan berkisar 15-17 brix dengan bobot sekitar 1-1,6 kilogram (kg).
”Kalau Royal Cantaloupe Melon daging buahnya berwarna oranye. Teksturnya crunchy dan manis. Beratnya sekitar 1-1,8 kilogram dengan kadar kemanisan 12-15 brix. Ada juga versi baby melon dengan berat di bawah 1 kg,” jelas mahasiswa University of Illinois at Urbana-Champaign ini.
Creative Communications Paxel Inayu Dwi Nanda mengatakan, pihaknya sangat mendukung para UMKM mitranya dengan memberikan layanan yang memadai. Terutama UMKM kuliner.
”Kami juga bisa melakukan pengiriman berbagai barang apapun, termasuk buah segar,” ujarnya.
Branch Head Paxel Home Solo Marten Prasetyo Junior menambahkan, UMKM mitra yang bergabung didominasi UMKM kuliner. Ada sebanyak 60 customer besar yang rutin melakukan pengiriman dengan jumlah lebih dari 30 unit setiap hari. Totalnya, sebanyak 300-400 pengiriman dalam sebulan.
”Mayoritas masih UMKM kuliner memang, sekitar 30-40 persen pengiriman. Maka ke depan PR kami untuk mengembangkan brand image selain UMKM kuliner,” tandasnya. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram