Itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar Purwati melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Winarno dalam konferensi pers pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan TBC yang digelar Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI), Senin (31/10/2022).
Winarno, perwakilan Koalisi Organisasi Profesi dalam Penanggulangan TBC (Kopi TB) Karanganyar mengungkapkan, untuk menanggulangi penyebaran TBC, butuh kerja sama dengan berbagai elemen. Tidak hanya pemerintah dan DPRD. Tapi juga melibatkan lembaga maupun yayasan.
“Ini salah satu upaya kami dengan menggandeng Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar. Kami akan melakukan penanganan dan mengidentifikasi masyarakat yang terpapar penyakit tersebut agar tidak meluas,” urainya.
Kepala Sub-Sub Recipient (SSR) Mentari Sehat Indonesia (MSI) Darsih menjelaskan, strategi penanganan TBC adalah dengan meningkatkan peran organisasi masyarakat sipil (OMS) dan komunitas terdampak TBC. Termasuk mendorong keterlibatan unsur legislatif dan eksekutif di Kabupaten Karanganyar.
“Paling tidak standar pelayanan minimal (SPM) diterapkan. Indikator SPM untuk TBC dapat dicapai salah satunya melalui keterlibatan layanan swasta dalam penemuan kasus,” beber dia.
Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo yang hadir dalam kegiatan tersebut sepakat bahwa penanggulangan TBC harus melibatkan banyak pihak.
“Kesadaran dan komitmen pemangku kepentingan dalam percepatan eliminasi TBC di Karanganyar dapat memberikan dampak signifikan,” tegasnya. (rud/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono