Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kecelakaan Paralayang di Kemuning Diselesaikan secara Kekeluargaan

Damianus Bram • Kamis, 6 Juli 2023 | 17:47 WIB
Tangkapan layar video wisatawan yang terjatuh saat bermain paralayan di Kawasan Wisata Paralayang, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. (Istimewa)
Tangkapan layar video wisatawan yang terjatuh saat bermain paralayan di Kawasan Wisata Paralayang, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. (Istimewa)
RADARKARANGANYAR.COM – Insiden kecelakaan yang menimpa salah seorang wisatawan asal Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yakni Ima Yuanita, 35, saat gagal terbang dalam tandem paralayang di Kemuning, diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihak pengelola paralayang sudah melakukan upaya penyelesaian permasalahan kejadian tersebut dengan memberikan uang santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan permintaan maaf atas adanya insiden yang menimpa korban.

”Kejadian itu kan sudah seminggu yang lalu sebenarnya. Pasca kejadian tersebut juga sudah beritikad baik memberikan santunan kepada pihak keluarga sesuai dengan kesepakatan. Keluarga sudah menerima dan sudah saling memaafkan, karena kecelakaan itu kan juga tidak disengaja,” terang pengelola paralayang Efendi Nur Ikhsan, kemarin (5/7/2023).

Efendi menambahkan, sebelum insiden gagal take off terjadi, sebelumnya korban sudah menyepakati dan menandatangani persyaratan dalam prosedur sebelum melakukan penerbangan. Bahkan, persiapan baik dari instruktur crew dan korban pun saat itu juga sudah aman, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penerbangan paralayang.

”Semua sudah safety sebenarnya, tapi namanya kecelakaan kita juga tidak tahu. Angin pun juga masih bisa dilakukan penerbangan dan bisa lepas landas atau airborne,” jelasnya.

Terkait luka yang dialami korban, Efendi menyebut, korban membentur bangunan permanen yang berada tepat di bawah landasan paralayang.

”Luka itu kemungkinan karena terbentur bangunan permanen, kemudian jatuh ke paving blok. Sebenarnya kalau bangunan permanen di bawah tersebut tidak ada, kalaupun gagal take off, instruktur maupun wisatawan masih bisa selamat dan mungkin hanya tersangkut ke pohon teh,” jelasnya.

Lebih jauh Fendi mengungkapkan, sebenarnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pengelola kebun teh, untuk membongkar bangunan permanen di bawah landasan take off paralayang.

Kepala Desa Segoro Gunung, Tri Harjono menjelaskan, bangunan permanen yang digunakan sebagai kamar mandi berada tepat di bawah landasan paralayang. Fasilitasi tersebut dibangun oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan PT Rumpun Sari Kemuning.

”Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman komunitas paralayang dan paguyuban pedagang yang ada di kawasan tersebut. Ya kalau temen-teman komunitas ingin bangunan tersebut dihilangkan, karena membahayakan wisatawan, dan agar tidak ada kejadian yang sama, pemerintah desa nanti akan memfasilitasi dengan pihak pengembang bangunan tersebut,” jelasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Wisata Paralayang #Kemuning #jatuh naik paralayang #Kecelakaan Paralayang