Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mendaki Gunung Gamping di Tawangmangu, Karanganyar dan Dapatkan Pemandangan Alam yang Menawan

Damianus Bram • Kamis, 16 Mei 2024 | 16:33 WIB
Gazebo yang ada di Gunung Gamping, di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Gazebo yang ada di Gunung Gamping, di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

RADARSOLO.COM -  Bicara wisata alam di Kabupaten Karanganyar, serasa tak ada habisnya. Ya, Kabupaten ini memang dikenal kaya akan pesona alam yang indah dan memukau.

Salah satunya adalah Gunung Gamping yang berada di Desa Bandardawung, Tawangmangu, Karanganyar. 

Gunung Gamping terkenal karena memiliki pesona alam yang menawan. Dan kini, keberadaanya semakin cantik dengan adanya gazebo, kincir angin dan rumah hobit. Tak hanya itu saja, akses untuk mendaki Gunung Gamping juga semakin mudah.

Gunung Gamping sejatinya adalah sebuah bukit kapur yang sudah lama ditambang oleh penduduk setempat. Namun, sejak satu dekade terakhir, bukit ini juga dikembangkan untuk wisata.

Dimulai dengan menjadi tempat latihan vertical rescue oleh sejumlah relawan maupun tim SAR.

Lalu Gunung Gamping dikembangkan lagi menjadi objek wisata untuk masyarakat umum yang ingin berfoto di atas ketinggian.

Gunung Gamping tak pernah sepi setiap pekannya. Untuk sampai ke puncak memang butuh perjuangan ekstra. Karena harus mendaki ratusan anak tangga.

Tapi jangan khawatir, akses menuju puncak kini jauh lebih mudah. Di atas puncak, pemandangan yang dapat dilihat dijamin tidak bikin kecewa.

Kita bisa melihat Gunung Lawu di sisi timur, serta menikmati hijaunya lahan persawahan di bawahnya.

Sementara untuk spot foto cukup banyak pilihan. Ada replika rumah hobit, kincir angin ala Belanda, gazebo di atas tebing, serta gua Wisnu yang biasa dipakai untuk tempat religi.

Jika beruntung, Kita juga bisa melihat latihan vertical rescue para relawan. Jika ingin melihat proses penambangan batu kapur tradisional, cukup mendaki lebih ke atas lagi mendekati puncaknya.

Untuk menikmati pesona alam dari puncak Gunung Gamping, pengunjung cukup membayar tiket Rp 2.000 per orang, parkir sepeda motor Rp 2.000.

Gunung Gamping buka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00WIB

Berada di dalam area kawasan wisata Gunung Lawu, udara di Gunung Gamping sangatlah terasa sejuk kaena dikelilingi banyak pohon rindang. Salah satunya adalah pohon Preh atau memiliki nama latin ficus retusa.

Akses menuju lokasi cukup dekat dengan jalan Tawangmangu-Matesih. Di pinggi jalan ini sudah ada papan penunjuk arah ke Gunung Gamping. Tulisannya “Welcome to Wana Wisata Gunung Gamping”.

Tak harus sampai puncak pun panorama alamnya sudah terlihat memanjakan mata. Namun akan lebih sempurna jika menaiki puncak Gunung Gamping, karena di situlah Kita bisa benar-benar menikmati alam yang begitu mengesankan.

Ada satu hal yang cukup menarik dari Gunung Gamping, dimana beredar cerita dari masyarakat sekitar bahwa kawasan perbukitan yang didominasi batu gamping atau batu kapur ini muncul karena adanya pertarungan antara Raden Gatotkaca dengan Buto. 

Konon dalam pertarungan itu, Raden Gatotkaca dapat mengalahkan Buto dengan dibanting sampai kepalanya pun pecah dan otaknya berantakan dan berceceran sehingga akhirnya menjadi Gunung Gamping.

Dan di Gunung Gamping dibangun dua gazebo yang diberi nama Astina dan Amarta untuk menghormati cerita tersebut. (dam)

Editor : Damianus Bram
#tawangmangu #karanganyar #Wisata di Karanganyar #wisata alam #gunung gamping