Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

168 Siswa Keracunan MBG, Dinkes Karanganyar Tunggu Hasil Lab dari Sampel Makanan Ini

Rudi Hartono RS • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:28 WIB
Dapur SPPG Popongan 2, Kecamatan Karanganyar ditutup sementara sejak Senin (6/10/2025) usai kasus keracunan masal ratusan siswa. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Dapur SPPG Popongan 2, Kecamatan Karanganyar ditutup sementara sejak Senin (6/10/2025) usai kasus keracunan masal ratusan siswa. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 168 siswa di Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (3/10/2025) lalu.

Para siswa mengeluh mulas, mual, dan pusing. Menu MBG berasal dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Popongan 2 Kecamatan Karanganyar.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari bidan wilayah Kelurahan Popongan dan Kelurahan Gedong terkait lonjakan siswa yang datang dengan keluhan serupa.

”Kami tidak bisa menduga-duga penyebabnya. Setelah menerima laporan, kami langsung mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” terang Yopi saat dihubungi Radarsolo.com, Rabu (8/10/2025).

Makanan yang diuji adalah menu MBG yang disajikan pada Kamis (2/10/2025). Yakni nasi, ayam katsu, dan sayuran.

Namun, Yopi menegaskan pihaknya belum bisa memastikan apakah gejala yang dialami para siswa berasal dari menu tersebut.

”Hasil laboratorium akan disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kami masih menunggu hasil resminya,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, program MBG di SPPG Popongan 2 dihentikan sementara sejak Senin (6/10/2025).

Penghentian dilakukan hingga hasil laboratorium keluar dan penyebab kejadian diketahui secara pasti.

Yopi memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan perawatan medis. Tidak ada kondisi berat yang ditemukan sejauh ini.

”Kami fokus pada penanganan siswa dan koordinasi lintas sektor. Semoga penyebabnya segera terverifikasi,” ujarnya.

Di sisi lain Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Ketua Satgas MBG Karanganyar Adhe Eliana menambahkan, penghentian sementara program dilakukan sesuai arahan dari BGN dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Ini langkah preventif. Kami juga sudah mengirimkan laporan dan rekomendasi awal ke BGN pusat. Jika hasil lab sudah keluar dan ada perbaikan dari pihak pengelola, program bisa dibuka kembali,” jelas Adhe.

Dia menegaskan, kelanjutan program MBG di SPPG Popongan 2 akan ditentukan berdasarkan hasil uji laboratorium serta evaluasi terhadap fasilitas penyedia makanan.

Sementara itu, Dinkes Karanganyar menyatakan akan terus memantau kondisi para siswa yang kini dalam keadaan stabil, sambil menunggu hasil resmi dari laboratorium. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #SPPG #Mbg #keracunan #dinas kesehatan karanganyar #Makan Bergizi Gratis #Adhe Eliana