Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar Expo 2025 Ludes Diserbu Masyarakat

Rudi Hartono RS • Rabu, 26 November 2025 | 01:34 WIB
Warga antre membeli minyak bersubsidi di stan Dispertan PP Karanganyar Expo 2025, Selasa (25/11/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Warga antre membeli minyak bersubsidi di stan Dispertan PP Karanganyar Expo 2025, Selasa (25/11/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Ratusan warga memadati area Karanganyar Expo 2025 di Alun-Alun Karanganyar, Selasa (25/11/2025).

Mereka juga menyerbu stan minyak goreng bersubsidi yang disalurkan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar.

Minyak goreng Minyakita dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter, lebih murah dibanding harga pasaran yang stabil di kisaran Rp 16 ribu – Rp 17 ribu per liter.

Setiap titik penyaluran menyediakan 1.000 liter minyak goreng. Masyarakat cukup menunjukkan KTP dan dapat membeli maksimal 2 liter.

Selain minyak goreng, disediakan pula beras medium sesuai harga eceran tertinggi (HET) seharga Rp 13.500 per kilogram (kg) serta gula pasir.

Kepala Bidang (Kabid) Cadangan Pangan Dispertan PP Karanganyar Budi Sutrisno mengatakan, program ini digelar untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

”Program penyaluran minyak goreng bersubsidi ini kami lakukan untuk menjaga keterjangkauan harga. Saat harga Minyakita di pasaran masih berada di atas HET, kami ingin memastikan warga tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar,” ujarnya.

Budi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-108 Kabupaten Karanganyar.

”Momen ini kami manfaatkan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang paling merasakan efek kenaikan harga,” imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Salah satu warga, Linarso mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan.

”Di pasar biasanya saya beli Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu. Di sini cuma Rp 14 ribu, jelas sangat membantu, apalagi kebutuhan dapur makin mahal,” ucapnya.

Dia juga mendukung pembatasan pembelian dua liter per orang.

”Menurut saya sudah pas, supaya semua warga bisa kebagian. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan,” tuturnya.

Penyaluran ini diharapkan mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga dan membantu pelaku UMKM yang bergantung pada minyak goreng sebagai bahan baku produksi. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Karanganyar Expo #MinyaKita #umkm #alun-alun karanganyar #Dispertan PP Karanganyar