RADARSOLO.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Karanganyar pada Senin (22/12/2025) petang memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah kecamatan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan berdampak pada wilayah Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, Matesih serta Tawangmangu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama.
Kondisi tanah yang labil menyebabkan material longsor menimpa rumah warga serta merusak talud di beberapa titik.
”Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun sejumlah bangunan rumah dan talud mengalami kerusakan, bahkan ada rumah yang terancam longsor susulan,” jelas Hendro.
Berdasarkan data BPBD, sedikitnya tujuh lokasi terdampak longsor. Dua unit rumah warga rusak tertimpa material longsor, masing-masing berukuran 12 x 9 meter dan 12 x 8 meter.
Selain itu, beberapa talud permanen dengan panjang antara 7 hingga 15 meter juga mengalami longsor, serta bangunan teras dan kamar mandi warga terdampak.
Pemilik rumah yang terdampak antara lain Jumiyem, 55; dan Hartini, 35, di Kecamatan Jatiyoso.
Kemudian Purwo Suparno, 92, dan Semi, 61m di Kecamatan Jumapolo, serta Painem, 62, Suwarno, 50, dan Painah, 55, di wilayah Kecamatan Tawangmangu.
Seluruh korban berprofesi sebagai petani, kecuali satu warga yang bekerja di sektor swasta.
Akibat kejadian tersebut, dua kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara. Jumiyem bersama dua anggota keluarganya mengungsi ke rumah kerabat di Dusun Separe, Desa Wukirsawit.
Sementara Hartini bersama empat anggota keluarga mengungsi ke rumah warga di Dusun Gununglading, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.
BPBD Karanganyar bersama TNI, Polri, perangkat desa, relawan penanggulangan bencana, serta warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Tim melakukan pendataan kerusakan, memberikan imbauan keselamatan, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
”Untuk nilai kerusakan dan kerugian saat ini masih dalam tahap penghitungan,” tambah Hendro.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat hujan deras dengan durasi panjang, serta segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah. (rud/adi)
Editor : Adi Pras