24.7 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Mengenali Bayi Menguning setelah Lahir: Kenali Grade Perbaiki Asupan Nutrisi

RADARSOLO.ID – Dalam sejumlah kasus, ada bayi yang memiliki warna mata dan kulit kekuningan. Hal itu bisa disebabkan oleh infeksi. Nah, orang tua harus tanggap sejak dini agar tidak membahayakan bagi bayi.

Dokter Zusta’in Noor Adhim Sp A mengatakan, bayi kuning biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir. Usianya 0-1 bulan. Ada juga yang usianya belum satu pekan sudah kuning.

Menurut dia, ada dua kemungkinan terkait bayi kuning. Pertama, proses biasa yang tidak mengkhawatirkan dan kedua ada penyakit yang menyebabkan bayi menjadi kuning.

“Biasanya dimulai dari mata. Kemudian wajah leher dan turun ke bawah dada, perut sampai lengan dan kakinya. Tidak langsung semua kuning, jadi menjalar,” kata dia Jumat (23/9).

Dokter spesialis anak di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri itu menuturkan, ada lima grade atau derajat dalam ikterik neonatorum atau bayi kuning. Pada grade atau derajat satu kuning pada bayi tampak pada kulit wajah dan leher. Sementara pada grade atau derajat lima, warna kuning kuning pada kulit bayi sudah menjalar sampai ke tangan dan kaki.

Saat ada bayi kuning, bakal dicek terlebih dahulu derajatnya. Selain itu juga dilihat juga gerakan dan tangis bayi. Apakah lemah atau kuat.

“Kalau kuning tapi nangisnya kuat, gerakannya banyak, minumnya kuat dan kencingnya banyak tidak perlu tindakan. Itu di derajat satu dan dua. Diedukasi agar mempersering asupan ASI pada bayi, satu sampai dua jam sekali,” papar Zusta’in.

Zusta’in mengatakan, biasanya saat itu dilakukan, tak perlu dilakukan perawatan pada bayi di rumah sakit. Namun jika sudah masuk derajat tiga dan si bayi tampak lemas, maka perlu dilakukan rawat inap.

Dokter Zusta’in Noor Adhim Sp A, selaku Dokter spesialis anak di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Ada sejumlah penyebab bayi kuning. Mulai dari secara fisiologis bayi memang seperti itu, dan ada penyebab lain. Mulai dari infeksi, perbedaan golongan darah dan rhesus bayi dan ibu, infeksi sejak dalam kandungan, penyakit enzim dan lainnya.

Menurut dia, di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri bayi ikterik yang dirawat karena infeksi tali pusat. Penyebabnya tak dirawat dengan baik di rumah. Ada juga yang disebabkan bayi belum dimandikan selama beberapa hari.

Penanganan bayi kuning bisa dilakukan dengan fototerapi. Awalnya, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada bayi, mulai dari pemeriksaan darah apakah ada infeksi hingga pengecekan bilirubin.

Jika kadar bilirubin di atas 15 mg/dL maka bisa dilakukan fototerapi. Bayi bakal disinari sinar UV yang telah diatur sehingga aman. Waktu fototerapi disesuaikan dengan kondisi bayi.

Rata-rata, penyinaran pada bayi yang kondisinya bagus dilakukan 48 jam. Biasanya dilakukan 24 jam, lalu istirahat sekitar 2-4 jam kemudian dilanjutkan lagi 24 jam.

“Saat fototerapi, dilakukan pengamanan pada mata ditutup dan alat kelamin bayi juga dilindungi. Pada fototerapi, full tubuh bayi biasanya juga ada pergantian posisi karena diharapkan semua tubuh bisa ikut kena sinarnya,” kata dia.

Termasuk perbaikan asupan nutrisi. ASI bisa dilakukan langsung oleh ibu bayi atau bisa dipumping. Petugas juga melakukan kontrol atau pengecekan terhadap kondisi bayi.

Orang tua perlu memperhatikan saat membawa bayi untuk berjemur. Perlu diperhatikan kondisi lingkungan. Jika kondisi bayi kuning di atas satu bulan dan warna fesesnya seperti dempul, lebih baik segera dibawa ke rumah sakit. Sebab bisa saja bayi dalam kondisi atresia bilier. Di mana terdapat gangguan cairan empedu pada bayi. (al/bun)

RADARSOLO.ID – Dalam sejumlah kasus, ada bayi yang memiliki warna mata dan kulit kekuningan. Hal itu bisa disebabkan oleh infeksi. Nah, orang tua harus tanggap sejak dini agar tidak membahayakan bagi bayi.

Dokter Zusta’in Noor Adhim Sp A mengatakan, bayi kuning biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir. Usianya 0-1 bulan. Ada juga yang usianya belum satu pekan sudah kuning.

Menurut dia, ada dua kemungkinan terkait bayi kuning. Pertama, proses biasa yang tidak mengkhawatirkan dan kedua ada penyakit yang menyebabkan bayi menjadi kuning.

“Biasanya dimulai dari mata. Kemudian wajah leher dan turun ke bawah dada, perut sampai lengan dan kakinya. Tidak langsung semua kuning, jadi menjalar,” kata dia Jumat (23/9).

Dokter spesialis anak di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri itu menuturkan, ada lima grade atau derajat dalam ikterik neonatorum atau bayi kuning. Pada grade atau derajat satu kuning pada bayi tampak pada kulit wajah dan leher. Sementara pada grade atau derajat lima, warna kuning kuning pada kulit bayi sudah menjalar sampai ke tangan dan kaki.

Saat ada bayi kuning, bakal dicek terlebih dahulu derajatnya. Selain itu juga dilihat juga gerakan dan tangis bayi. Apakah lemah atau kuat.

“Kalau kuning tapi nangisnya kuat, gerakannya banyak, minumnya kuat dan kencingnya banyak tidak perlu tindakan. Itu di derajat satu dan dua. Diedukasi agar mempersering asupan ASI pada bayi, satu sampai dua jam sekali,” papar Zusta’in.

Zusta’in mengatakan, biasanya saat itu dilakukan, tak perlu dilakukan perawatan pada bayi di rumah sakit. Namun jika sudah masuk derajat tiga dan si bayi tampak lemas, maka perlu dilakukan rawat inap.

Dokter Zusta’in Noor Adhim Sp A, selaku Dokter spesialis anak di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Ada sejumlah penyebab bayi kuning. Mulai dari secara fisiologis bayi memang seperti itu, dan ada penyebab lain. Mulai dari infeksi, perbedaan golongan darah dan rhesus bayi dan ibu, infeksi sejak dalam kandungan, penyakit enzim dan lainnya.

Menurut dia, di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri bayi ikterik yang dirawat karena infeksi tali pusat. Penyebabnya tak dirawat dengan baik di rumah. Ada juga yang disebabkan bayi belum dimandikan selama beberapa hari.

Penanganan bayi kuning bisa dilakukan dengan fototerapi. Awalnya, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada bayi, mulai dari pemeriksaan darah apakah ada infeksi hingga pengecekan bilirubin.

Jika kadar bilirubin di atas 15 mg/dL maka bisa dilakukan fototerapi. Bayi bakal disinari sinar UV yang telah diatur sehingga aman. Waktu fototerapi disesuaikan dengan kondisi bayi.

Rata-rata, penyinaran pada bayi yang kondisinya bagus dilakukan 48 jam. Biasanya dilakukan 24 jam, lalu istirahat sekitar 2-4 jam kemudian dilanjutkan lagi 24 jam.

“Saat fototerapi, dilakukan pengamanan pada mata ditutup dan alat kelamin bayi juga dilindungi. Pada fototerapi, full tubuh bayi biasanya juga ada pergantian posisi karena diharapkan semua tubuh bisa ikut kena sinarnya,” kata dia.

Termasuk perbaikan asupan nutrisi. ASI bisa dilakukan langsung oleh ibu bayi atau bisa dipumping. Petugas juga melakukan kontrol atau pengecekan terhadap kondisi bayi.

Orang tua perlu memperhatikan saat membawa bayi untuk berjemur. Perlu diperhatikan kondisi lingkungan. Jika kondisi bayi kuning di atas satu bulan dan warna fesesnya seperti dempul, lebih baik segera dibawa ke rumah sakit. Sebab bisa saja bayi dalam kondisi atresia bilier. Di mana terdapat gangguan cairan empedu pada bayi. (al/bun)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/