
RADARSOLO.COM- Perubahan iklim membuat pola penyakit musiman sulit diprediksi.
Penyakit yang sebelumnya identik dengan musim tertentu kini dapat muncul sepanjang tahun.
Kondisi tersebut menuntut masyarakat dan fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Dosen Asal Malang Meninggal Mendadak di Warung Soto Bendosari Sukoharjo
Dokter sekaligus Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Yeny Ristaning Bellawati mengatakan, perubahan pola iklim turut memengaruhi tren penyakit di masyarakat.
Jika sebelumnya peningkatan penyakit dapat dipetakan berdasarkan periode tertentu, kini kemunculannya kerap tidak sesuai perkiraan.
"Seperti kejadian ISPA yang bisa terus terjadi sepanjang tahun. Tren penyakit demam berdarah juga terjadi dalam waktu yang sangat panjang. Hal ini tidak terlepas dari proses perubahan iklim," ujarnya, Sabtu (31/10).
Menurut Yeny, masa peralihan musim juga menjadi periode yang perlu diwaspadai.
Perubahan suhu secara mencolok memaksa tubuh melakukan penyesuaian dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut dapat disertai penurunan kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit.
Beberapa gangguan kesehatan yang kerap muncul di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, hingga penyakit saluran pencernaan seperti diare, mual, muntah, dan tifus.




