Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perubahan Iklim Bikin Pola Penyakit Musiman Sulit Diprediksi

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Dokter sekaligus Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Yeny Ristaning Bellawati. (DOK.PRIBADI)
Dokter sekaligus Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Yeny Ristaning Bellawati. (DOK.PRIBADI)

Advertisement

RADARSOLO.COM- Perubahan iklim membuat pola penyakit musiman sulit diprediksi.

Penyakit yang sebelumnya identik dengan musim tertentu kini dapat muncul sepanjang tahun.

Kondisi tersebut menuntut masyarakat dan fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan.

Dokter sekaligus Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Yeny Ristaning Bellawati mengatakan, perubahan pola iklim turut memengaruhi tren penyakit di masyarakat.

Jika sebelumnya peningkatan penyakit dapat dipetakan berdasarkan periode tertentu, kini kemunculannya kerap tidak sesuai perkiraan.

Advertisement

"Seperti kejadian ISPA yang bisa terus terjadi sepanjang tahun. Tren penyakit demam berdarah juga terjadi dalam waktu yang sangat panjang. Hal ini tidak terlepas dari proses perubahan iklim," ujarnya, Sabtu (31/10).

Menurut Yeny, masa peralihan musim juga menjadi periode yang perlu diwaspadai.

Perubahan suhu secara mencolok memaksa tubuh melakukan penyesuaian dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut dapat disertai penurunan kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit.

Beberapa gangguan kesehatan yang kerap muncul di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, hingga penyakit saluran pencernaan seperti diare, mual, muntah, dan tifus.

Advertisement
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com

Artikel Terkait

Masuk Pancaroba, BPBD Wonogiri Ingatkan Waspada Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

Masuk Pancaroba, BPBD Wonogiri Ingatkan Waspada Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat yang kerap disertai petir dan hembusan angin kencang berpotensi memicu timbulnya bencana banjir luapan, tanah longsor di perbukitan.

Mitigasi Angin Ribut jelang Pancaroba, Dahan Pohon di Jalan Protokol Sukoharjo Dipangkas

Mitigasi Angin Ribut jelang Pancaroba, Dahan Pohon di Jalan Protokol Sukoharjo Dipangkas

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, pemangkasan saat ini baru menyasar Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sukoharjo Kota.

BPBD Boyolali: Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba  

BPBD Boyolali: Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba  

BPBD Boyolali memastikan hingga akhir Mei 2026 belum ada laporan kekeringan maupun permohonan distribusi air bersih. Hujan yang masih turun selama masa pancaroba dinilai membuat kondisi wilayah masih relatif aman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer