Cukup banyak manfaat daun sirsak bagi kesehatan. Di antaranya mencegah radikal bebas dalam tubuh, mencegah kanker, menurunkan kadar kolesterol, mengobati asam urat, hingga mengatasi peradangan dan sakit gigi.
Di tangan Cherul dan Dinda, daun sirsak diolah menjadi obat batuk sirup. Produk tersebut dinamai Otunal, dengan kemasan botol kaca dan label warna hijau. Otunal diolah dari ekstrak daun sirsak, dicampur bahan-bahan alami lainnya. Seperti jeruk nipis, daun mint, daun sirih, kecap, dan air.
“Kandungan antibiotik dalam daun sirsak sangat bagus untuk kesehatan. Selain harganya murah, bahan-bahan ini juga mudah didapat di lingkungan sekitar,” ungkap Dinda, kemarin (30/9).
Proses pembuatan Otunal sangat mudah. Bahan herbal seperti daun sirsak, daun mint, dan daun sirih direbus dahulu ke dalam air sebanyak 500 mililiter (ml). Menariknya, proses perebusan juga masih alami. Memanfaatkan kendil dari tanah liat dan api sedang.
Perebusan memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah mendidih dan kandungan air menyusut hingga 250 ml, kemudian disaring dan dicampur kecap untuk memperoleh sari patinya.
“Mengapa kami pakai kendil? Supaya khasiat dari daun sirsak, mint, dan sirih tetap terjaga. Terutama kandungan antibiotik dari daun sirsak,” imbuh Dinda.
Guru pembimbing karya ilmiah SMPN 20 Surakarta Yunihar menjelaskan, Otunal menonjolkan pemanfaatan daun sirsak. Hasil riset para ahli, daun sirsak mengandung anopentosin A, anopentosin B, anopentosin C, murikatosin acetoginin A, murikatosin B, hingga anomurisin E. Acetogenins di dalam daun sirsak inilah yang diklaim mampu mengobati batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak nafas
“Ini sebenarnya lebih ke obat pereda batuk yang terbuat dari sari-sari herbal. Komposisi utamanya tetap daun sirsak. Karena ini jadi pembeda dari obat batuk yang lainnya,” bebernya.
Yunihar menambahkan, ke depannya produk Otunal terus dikembangkan. Terutama penyempurnaan kemasan produk. Supaya mampu menarik minat masyarakat. Selain itu, Otunal juga akan diuji kelayakannya di laboratorium.
“Dalam pembuatan produk, pasti pernah ada kegagalan. Nah, pada saat pembuatan produk ini, sempat gagal dalam proses packaging-nya. Jadi untuk ke depannya, kami pasti akan memperbaiki produk ini,” urainya. (mg9/ian/fer) Editor : Damianus Bram